2 Sektor Ini Sulit Cepat Pulih, OJK Waspadai Muncul Calon-calon Zombie

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, akan adanya fenomena debt overhang di dunia ini. Fenomena tersebut dikatakannya akan menyebabkan banyaknya bermunculan perusahaan seperti zombie.

Mengutip Indonesian Treasury Review Vol.2, No.4, 2017, debt overhang secara sederhana diartikan sebagai suatu kondisi penambahan jumlah utang yang berbalik menjadi kontra produktif terhadap pertumbuhan ekonomi.

"Bagaimana mitigasi adanya debt overhang, ini seluruh dunia concern karena dampak COVID-19 ini tidak semua sektor bangkit pulih 100 persen, ini jadi catatan," tutur dia saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu, 2 Juni 2021.

Debt overhang ini diketahui menyebabkan beban utang dalam ukuran sangat besar sehingga perusahaan tidak diperbolehkan lagi berutang dan menyebabkan perkembangan bisnisnya terganggu karena tidak adanya biaya modal.

Baca juga: Kemenkeu: Gaji ke-13 PNS 2021 Mulai Dicairkan 3 Juni

Akibat hal tersebut, Wimboh memperkirakan, tidak semua sektor akan bisa bangkit atau pulih dari dampak Pandemi COVID-19 ini secara penuh 100 persen. Adapun sektor-sektor tersebut disebutkannya seperti sektor transportasi dan perhotelan.

"Ini jadi catatan kita mungkin di kita jelas transportasi berat apabila tidak ada mitigasi secara baik hotel berat apalagi kalau ini mobility dunia belum bisa," tutur Wimboh.

Khusus untuk sektor transportasi, sebagaimana diketahui, Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki empat opsi dalam menyikapi kondisi tekanan keuangan yang terjadi di PT Garuda Indonesia sebagai national flag carrier Indonesia.

Dua dari empat opsi tersebut antara lain terkait masalah restrukturisasi kinerja keuangan, satu opsi terkait suntikan ekuitas. Opsi terakhir adalah langkah likuidasi Garuda sebagai maskapai penerbangan nasional.

Oleh sebab itu, Wimboh menekankan, terkait dengan sektor transportasi dan perhotelan akan sulit cepat pulih selama pembatasan pergerakan orang masih diterapkan di sejumlah negara atau tempat lainnya. Hal ini akibat dampak Pandemi COVID-19.

"Berat jangan diharapkan pulih cepat kalau mobility belum dibuka dan ini ada isitilahnya yang dipakai di dunia ini, ada calon-calon zombie, ini tantangan ke depan," tutur Wimboh.

Sebagai informasi, dari sisi utang pemerintah pusat sendiri terus mengalami pembengkakan hingga akhir April 2021. Adapun angkanya menjadi Rp6.527,29 triliun dengan porsi rasio terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 41,18 persen.