2 Tahun, Pemerintah Anggarkan Rp1.394 Triliun Tangani COVID-19

Bayu Nugraha, Syaefullah
·Bacaan 2 menit

VIVAPemerintah telah mengambil langkah yang luar biasa seperti refocussing dan realokasi Anggaran Pedapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2020-2021 untuk mengatasi masalah wabah COVID-19 yang melanda bumi Indonesia.

Wakil Presiden Republik Indonesia, KH. Ma'ruf Amin mengatakan, pada tahun 2020 pemerintah telah menyediakan tidak kurang Rp695 triliun untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi. Untuk tahun 2021 pemerintah mengalokasikan Rp699 triliun. Jika ditotal alokasi anggaran untuk penangaan COVID-19 pada 2020-201 sebesar Rp1.394 triliun.

"Lebih dari separuh alokasi dana tersebut diperuntukkan bagi bantuan sosial rumah tangga dan bantuan untuk usaha mikro dan kecil," kata Ma'ruf Amin dalam kegiatan doa lintas agama di Jakarta, Kamis, 18 Maret 2021.

Di bidang kesehatan pemerintah juga telah menerapkan kebijakan PSBB, kemudian PPKM dan PPKM di tingkat mikro. Penerapan protokol kesehatan dengan Memakai Masker, Mencuci tangan dan Menjaga jarak (3M) yang disertai dengan Menghidari kerumunan dan Mengurangi mobilitas.

Di samping itu, pemerintah juga menerapkan kebijakan 3T yaitu Testing, Tracing, dan Treatment, serta menyediakan fasilitas kesehatan untuk perawatan maupun isolasi bagi mereka yang tertular.

"Langkah terakhir yang sedang dilakukan adalah vaksinasi masal dengan target 70 persen dari populasi atau sekitar 181,5 juta penduduk untuk membangun kekebalan komunitas (Herd Immunity). Program ini diharapkan selesai dalam waktu 1,5 tahun," ujarnya.

Untuk itu, Ma'ruf Amin juga mengapresiasi peran dan kontribusi masyarakat melalui sumbangan dana sosial keagamaan seperti zakat, infak, sedekah dan wakaf maupun sumbangan gotong-royong lainnya atas dasar kemanusiaan. Hal itu terbukti sangat membantu masyarakat yang membutuhkan dan menjadi komplemen program pemulihan ekonomi nasional yang dilakukan pemerintah.

"Sebagai bangsa yang beriman, upaya-upaya besar yang telah dan sedang ditempuh oleh pemerintah dan masyarakat tersebut harus disertai pula dengan ikhtiar batiniah melalui doa dan permohonan kepada Dzat yang Maha Mulia, Tuhan Yang Maha Esa, Allah SWT," katanya.

Melalui doa kepada Allah kita berharap akan memperoleh berkat dan rahmat-Nya. Seberat apapun tantangan yang dihadapi jika bangsa ini memperoleh berkat dan rahmat Allah SWT akan berhasil mengatasinya, seperti halnya ketika bangsa ini berhasil mengusir penjajah dan memproklamirkan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, yang oleh para pendiri bangsa dinyatakan “ Atas berkat dan rahmat Allah SWT”.

"Oleh karena itu acara Doa Kebangsaan Lintas Agama ini diharapkan juga akan memperoleh berkah dan rahmat Allah sehingga bangsa ini dapat keluar dari musibah pandemi COVID-19 dan segala dampaknya serta bencana lainnya," ujarnya.

Ia berharap, acara doa bersama ini diharapkan juga lebih mempererat tali persatuan dan kesatuan dari seluruh komponen bangsa. Karena modal terbesar dalam menghadapi tantangan dan cobaan apa pun adalah persatuan dan kesatuan diantara sesama anak bangsa.

Baca juga: Wapres: COVID-19 Musibah Kesehatan Global Terbesar Abad Ini