20 Ciri-Ciri Penyakit Ginjal yang Bisa Dikenali, Jangan Sepelekan

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri penyakit ginjal perlu dikenali sedini mungkin. Ginjal merupakan organ vital yang bekerja menyaring limbah di dalam tubuh. Jika fungsi ginjal terganggu, ciri-ciri penyakit ginjal bisa muncul.

Ciri-ciri penyakit ginjal tak boleh diabaikan begitu saja. Penyakit ginjal terjadi ketika ginjal rusak dan tidak dapat menyaring darah sebagaimana mestinya.

Ciri-ciri penyakit ginjal bisa tergantung dari jenis penyakit ginjal yang diderita. Namun, ada sejumlah ciri-ciri penyakit ginjal yang umum muncul. Jika ciri-ciri penyakit ginjal semakin parah, ginjal akan berhenti bekerja.

Berikut ciri-ciri penyakit ginjal, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis(20/5/2021).

Ciri-ciri penyakit ginjal

Ilustrasi toilet. Sumber foto: unsplash.com/Giorgio Trovato.
Ilustrasi toilet. Sumber foto: unsplash.com/Giorgio Trovato.

Urin berbusa

Ciri-ciri penyakit ginjal bisa dilihat dari perubahan urin, seperti urin berbusa. Busa yang berlebihan dalam urin, terutama yang sulit disiram menunjukkan protein dalam urin. Busa ini mungkin terlihat seperti busa telur yang dikocok, karena protein albumin yang umum yang ditemukan dalam urin, adalah protein yang sama yang ditemukan dalam telur.

Urin keruh atau bau

Urin yang keruh atau berbau busuk bisa menjadi tanda infeksi pada ginjal atau bagian lain dari saluran kemih. Keruhnya urin adalah tanda nanah dalam urin, atau piuria. Bau tersebut dapat berasal dari bakteri yang menyebabkan infeksi saluran kemih. Bau juga dapat berasal dari urin yang lebih terkonsentrasi.

Darah di urin

Ketika filter ginjal telah rusak, sel-sel darah ini dapat mulai bocor ke urin. Setiap darah dalam urin dapat menjadi pertanda masalah kesehatan yang serius, bahkan jika itu terjadi hanya sekali. Mengabaikan hematuria dapat menyebabkan memburuknya kondisi serius seperti kanker dan penyakit ginjal.

Ciri-ciri penyakit ginjal

Ilustrasi buang air kecil gender. (dok. pexels.com/@timmossholder)
Ilustrasi buang air kecil gender. (dok. pexels.com/@timmossholder)

Jumlah urin yang dikeluarkan sedikit

Batu ginjal yang menyumbat ureter dapat memperlambat atau menghentikan aliran urin. Jika ada penyumbatan, buang air kecil bisa lebih sedikit dari biasanya. Aliran urin yang berhenti seluruhnya adalah keadaan darurat medis.

Nyeri saat buang air kecil

Ciri-ciri penyakit ginjal selanjutnya adalah nyeri saat buang air kecil. Rasa sakitnya bisa terasa tajam atau terbakar. Nyeri ini dapat berasal dari kandung kemih, uretra, atau perineum. Terkadang, penderita batu ginjal juga apat mengalami infeksi bersamaan dengan batu ginjal.

Sering buang air kecil

Sering buang air kecil bisa jadi tanda adanya batu ginjal. Buang air kecil lebih sering daripada biasanya adalah tanda lain bahwa batu telah pindah ke bagian bawah saluran kemih. Kondisi ini bisa disertai dengan rasa sakit atau ketidaknyamanan di kandung kemih atau saluran kemih. Ketika filter ginjal rusak, kondisi ini dapat menyebabkan peningkatan keinginan untuk buang air kecil.

Ciri-ciri penyakit ginjal

ilustrasi demam/freepik
ilustrasi demam/freepik

Demam dan menggigil

Demam merupakan tanda tubuh sedang melawan infeksi. Demam bisa jadi ciri-ciri penyakit ginjal. ni bisa menjadi komplikasi serius pada batu ginjal. Demam yang terjadi akibat infeksi biasanya tinggi hingga 38˚C atau lebih. Menggigil sering terjadi bersamaan dengan demam.

Kelelahan berlebihan

Penurunan fungsi ginjal yang parah dapat menyebabkan penumpukan racun dan kotoran dalam darah. Hal ini dapat menyebabkan orang merasa lelah, lemah, dan sulit berkonsentrasi. Komplikasi lain dari penyakit ginjal adalah anemia, yang dapat menyebabkan kelemahan dan kelelahan.

Ciri-ciri penyakit ginjal

Ilustrasi mata bengkak. Photo by Amanda Dalbjörn on Unsplash
Ilustrasi mata bengkak. Photo by Amanda Dalbjörn on Unsplash

Mata bengkak

Mata sembab dan bengkah adalah ciri-ciri penyakit ginjal yang umum. Bengkak di sekitar mata bisa disebabkan oleh fakta bahwa ginjal mengeluarkan sejumlah besar protein dalam urin, daripada menyimpannya di dalam tubuh.

Kaki dan tangan bengkak

Ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik, cairan dapat menumpuk di dalam tubuh. Fungsi ginjal yang menurun dapat menyebabkan retensi natrium, menyebabkan pembengkakan pada tangan, kaki dan pergelangan kaki.

Ciri-ciri penyakit ginjal

Ilustrasi Pegal dan Nyeri Pada Tubuh Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Pegal dan Nyeri Pada Tubuh Credit: pexels.com/pixabay

Kram otot

Ketidakseimbangan elektrolit dapat terjadi akibat gangguan fungsi ginjal. Misalnya, kadar kalsium yang rendah dan fosfor yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kram otot. Nyeri bisa muncul di sepanjang sisi dan punggung, di bawah tulang rusuk. Rasa sakit yang disebabkan oleh batu ginjal dapat berubah. Misalnya, rasa sakit bisa bergeser ke lokasi yang berbeda atau intensitasnya meningkat.

Mual dan muntah

Ciri-ciri penyakit ginjal juga bisa terjadi di pencernaan. Batu di ginjal dapat memicu saraf di saluran pencernaan, memicu ketidaknyamanan perut. Mual dan muntah juga bisa menjadi cara tubuh merespons rasa sakit yang hebat.

Nafsu makan buruk

Sekitar sepertiga dari pasien dialisis kronis mengeluhkan nafsu makan yang sedang atau buruk. Ciri-ciri penyakit ginjal cukup umum bagi penderita ginjal. Mual dan muntah akibat penyakit ginjal juga bisa menyebabkan menurunnya nafsu makan.

Ciri-ciri penyakit ginjal

Ilustrasi bangun tidur, bangun pagi. (Photo by Kinga Cichewicz on Unsplash)
Ilustrasi bangun tidur, bangun pagi. (Photo by Kinga Cichewicz on Unsplash)

Susah tidur

Ketika ginjal tidak menyaring dengan baik, racun tetap berada di dalam darah. Ini bisa menimbulkan gejala sakit ginjal berupa kesulitan tidur. Gangguan tidur banyak terjadi pada pasien dengan penyakit ginjal kronis (PGK), terutama yang menderita penyakit ginjal stadium akhir.

Kulit kering dan gatal

Ginjal yang sehat melakukan banyak tugas penting, termasuk kesehatan kulit. Kulit kering dan gatal bisa menjadi tanda penyakit mineral dan tulang yang sering menyertai penyakit ginjal lanjut. Ini terjadi ketika ginjal tidak lagi mampu menjaga keseimbangan mineral dan nutrisi dalam darah.

Sesak napas

Sesak napas dapat dikaitkan dengan ginjal dengan dua cara. Pertama, cairan ekstra dalam tubuh bisa menumpuk di paru-paru. Dan kedua, anemia akibat penyakit ginjal dapat membuat tubuh kekurangan oksigen dan sesak napas.

Ciri-ciri penyakit ginjal

Ilustrasi alat pengukur berat badan. (dok. Sisdahgoldenhair/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)
Ilustrasi alat pengukur berat badan. (dok. Sisdahgoldenhair/Pixabay/Tri Ayu Lutfiani)

Penurunan berat badan tiba-tiba

Orang dengan penyakit ginjal mulai membangun senyawa yang menekan nafsu makan. Perubahan ini juga dapat mengubah indra perasa. Akibatnya, berat badan bisa turun secara tiba-tiba.

Makanan terasa seperti logam

Penumpukan limbah dalam darah atau uremia dapat membuat rasa makanan berbeda dan menyebabkan bau mulut. Seseorang dengan masalah ginjal bisa merasakan rasa logam yang aneh di mulutnya.

Ciri-ciri penyakit ginjal

ilustrasi bau mulut (sumber: freepik)
ilustrasi bau mulut (sumber: freepik)

Napas berbau amonia

Penumpukan limbah dalam darah juga dapat menyebabkan bau mulut. Penyakit ginjal kronis adalah penyebab serius dari nafas yang berbau seperti amonia. Banyak yang mengalami efek samping ini karena urea yang berlebihan dalam aliran darah. Ginjal yang sehat menyaring urea. Jika mereka tidak dapat melakukannya, kelebihannya akan menimbulkan bau busuk.

Sulit berkonsentrasi

Anemia terkait gagal ginjal membuat otak tidak mendapatkan cukup oksigen. Hal ini dapat menyebabkan masalah memori atau gangguan konsentrasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel