20 Ciri Sakit Ginjal Stadium Awal dan Penjelasannya, Segera Lakukan Pemeriksaan

·Bacaan 8 menit

Liputan6.com, Jakarta Ginjal manusia memiliki fungsi utama membuang limbah melalui urin, memroduksi hormon, dan menyaring racun dalam tubuh. Apabila ginjal sakit atau bermasalah, ini berbahaya bagi tubuh. Bagaimana ciri sakit ginjal stadium awal?

Seseorang yang memiliki masalah ginjal, biasanya akan terasa saat buang air kecil. Ciri sakit ginjal stadium awal adalah urin akan cenderung berbusa, berdarah, dan merasa sakit ketika mengeluarkannya. Betis dan kaki bengkak karena penumpukan sodium dalam tubuh.

Tak hanya itu, tetapi masalah kulit kering, lemas, mual, sulit berkonsentrasi, sulit berpikir jernih, muncul bau mulut yang tak biasa merupakan ciri sakit ginjal stadium awal juga. Jangan anggap remeh ciri sakit ginjal tersebut, segera lakukan pemeriksaan agar penanganan tepat bisa didapat.

Berikut Liputan6.com ulas ciri sakit ginjal stadium awal dan penjelasannya, Senin (15/11/2021).

Ciri Sakit Ginjal Stadium Awal

Ilustrasi ginjal Image by mohamed Hassan from Pixabay.
Ilustrasi ginjal Image by mohamed Hassan from Pixabay.

1. Mulut Bau

Mulut yang bau memang banyak sekali penyebabnya. Mulai dari bakteri di mulut, masalah tukak lambung, dan tenggorokan. Meski begitu, mulut yang bau juga termasuk ciri sakit ginjal stadium awal.

Dampak dari penumpukan limbah atau uremia bisa menyebabkan mulut menjadi bau. Mirip dengan mulut bau karena masalah tukak lambung, baunya tetap timbul meski sudah menggosok gigi.

Namun mulut yang bau karena ginjal bermasalah memiliki aroma yang berbeda. Bukan bau makanan yang membusuk seperti di lambung. Melainkan bau amis dan mirip bau kencing.

2. Betis dan Kaki Bengkak

Perhatikan dengan saksama jika tiba-tiba betis dan kaki lebih besar dari biasanya. Kondisi ini terjadi karena ada pembengkakan. Hal ini pula yang menandakan adanya masalah pada ginjal.

Betis dan kaki yang membengkak termasuk gejala penyakit ginjal stadium awal. Sementara untuk area kaki yang dimaksudkan termasuk pada pergelangan. Pembengkakan ini terjadi karena ada penumpukan sodium dalam tubuh.

3. Badan Cepat Lelah

Ciri sakit ginjal stadium awal selanjutnya badan cepat lelah. Hal ini disebabkan karena ginjal yang sehat biasanya memproduksi hormon eritropoietin (EPO) dan memicu produksi sel darah merah yang berguna membawa oksigen.

Namun ketika ginjal bermasalah, tentu produksi EPO jadi lebih sedikit dari biasanya. Inilah yang membuat tubuh cepat lelah bahkan bisa sampai anemia. Di sinilah pentingnya lebih mewaspadai tubuh yang cepat merasa lelah.

4. Wajah Bengkak

Tak hanya betis dan kaki yang membengkak yang harus diwaspadai. Ciri sakit ginjal stadium awal terlihat dari wajah yang mulai membengkak tanpa alasan yang jelas.

Kondisi ini terjadi karena cairan yang seharusnya dikeluarkan dari dalam tubuh tak dikelola baik oleh ginjal. Pada akhirnya penumpukan cairan di tubuh terjadi dan bikin bengkak wajah.

5. Sulit Tidur

Sulit tidur atau insomnia adalah ciri sakit ginjal stadium awal yang umum terjadi. Tak hanya disebabkan karena intensitas urin berlebih pada malam hari. Kondisi ini terjadi karena ginjal tak menyaring racun dengan baik. Dampak buruknya, darah terkontaminasi racun dan membuat pikiran tidak tenang.

6. Sulit Berpikir Jernih

Ciri sakit ginjal stadium awal yang kerap diabaikan adalah ketika seseorang sulit berpikir jernih. Ketika kondisi ini terjadi, penumpukan racun dalam darah tengah terjadi. Penumpukan racun terjadi karena ginjal tak bisa bekerja sebagaimana mestinya untuk menyaring racun.

Ginjal yang bermasalah juga bisa menyebabkan produksi hormon eritropoetin menurun. Hormon ini memiliki fungsi meningkatkan produksi sel darah merah yang baru. Maka dari itu ketika produksinya menurun, kadar oksigen dalam otak juga ikut menurun dan membuat konsentrasi buyar.

7. Berat Badan Turun

Uremia membuat seseorang kehilangan nafsu makan karena rasa logam pada lidahnya. Ciri sakit ginjal stadium awal juga bikin perut sering mual dan ingin muntah. Enggak heran kalau dampaknya bikin berat badan turun drastis. Tentu saja karena asupan nutrisi dalam tubuh tak terpenuhi dengan baik. Ditambah lagi racun yang tak bisa segera dikeluarkan oleh tubuh melalui ginjal.

8. Rasa Logam pada Lidah

Uremia bisa terjadi ketika ginjal bermasalah. Tepatnya ketika terjadi penumpukan limbah dalam darah. Kondisi seperti ini tak hanya berdampak pada saluran kencing, tetapi juga indra pengecap. Orang yang ginjalnya bermasalah biasanya akan merasakan logam pada lidahnya dan membuat nafsu makan terus menurun.

9. Kehilangan Nafsu Makan

Seseorang yang menderita penyakit ginjal biasanya memiliki berat badan yang kurang. Hal ini disebabkan karena ginjal yang bermasalah memengaruhi nafsu makan. Salah satu pemicunya adalah ketika racun dalam tubuh tak dikeluarkan dengan baik oleh ginjal.

10. Kulit Kering

Kulit kering yang terjadi secara tiba-tiba dan tak dipengaruhi cuaca harus diwaspadai. Kondisi ini termasuk ciri sakit ginjal stadium awal. Fungsi ginjal yang seharusnya adalah menghasilkan sel darah merah dan memastikan asupan mineral dalam dosis yang tepat.

Sementara ketika bermasalah, asupan mineral tak bisa tercukup dan nutrisi darah semakin terbatas. Tak heran jika kondisi ini pada akhirnya berdampak pada kulit yang mengering.

Ciri Sakit Ginjal Stadium Awal Selanjutnya

Ilustrasi Batu Ginjal. Credit: unsplash.com/Robina
Ilustrasi Batu Ginjal. Credit: unsplash.com/Robina

11. Otot Kram

Ketika mengalami otot yang tiba-tiba kaku dan kram, waspadai. Apalagi jika kondisi ini tak dipengaruhi oleh aktivitas berat. Otot kram termasuk ciri sakit ginjal stadium awal. Hal ini dipengaruhi oleh elektrolit yang tidak seimbang dalam tubuh dan membuat asupan kalsium menurun.

12. Sering Buang Air Kecil

Ketika intensitas buang air kecil meningkat, waspadai. Kondisi ini bisa menjadi salah satu ciri ginjal bermasalah. Bisa jadi tanda stadium awal penyakit ginjal juga.

Terutama ketika merasa ingin buang air kecil lebih sering pada malam hari. Kondisi seperti ini terjadi karena ginjal tak bisa menyaring dengan baik. Dampaknya frekuensi ingin buang air kecil meningkat.

13. Urine Berbusa dan Berdarah

Urin yang berbusa bisa menjadi tanda urin yang kelebihan protein. Bentuk busa urinnya mirip dengan telur orak-arik karena protein pembentuknya sama-sama albumin.

Ciri sakit ginjal stadium awal juga terlihat dari warna urin. Urin yang berbuih, berwarna lebih pekat, dan disertai bercak merah harus diwaspadai. Segera konsultasikan dengan dokter agar penanganan tepat bisa dilakukan.

14. Area Mata Membengkak

Mata yang terus mengalami pembengkakan termasuk ciri sakit ginjal stadium awal. Kondisi ini terjadi ketika protein albumin bocor ke luar jaringan, tepatnya di area mata. Pada kondisi normal, protein ini seharusnya tersimpan di bagian-bagian tubuh yang kendor.

15. Badan Gatal

Ketika mengalami badan gatal dengan penyebab yang tidak jelas, jangan disepelekan. Gatal yang tidak jelas ini termasuk ciri sakit ginjal stadium awal. Kondisi ini terjadi karena ginjal tak membuang limbah dari aliran darah dengan benar. Akhirnya terjadilah penumpukan limbah yang membuat tubuh terasa lebih sering gatal.

16. Napas Pendek

Napas pendek tak hanya berkaitan dengan masalah saluran pernapasan. Kondisi seperti ini bisa menjadi ciri sakit ginjal stadium awal. Tepatnya ketika cairan ekstra dalam tubuh menumpuk di paru-paru akibat ginjal yang rusak.

17. Mual

Ciri sakit ginjal stadium awal selanjutnya adanya rasa mual dan ingin muntah. Rasa mual dan ingin muntah yang dialami lebih berisiko terjadi setelah mengonsumsi makanan. Hal ini juga berbahaya jika tidak segara ditangani, sebab badan akan semakin lemah jika tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup.

18. Nyeri saat Buang Air Kecil

Ciri sakit ginjal stadium awal selanjutnya adalah nyeri saat buang air kecil. Rasa sakitnya bisa terasa tajam atau terbakar. Nyeri ini dapat berasal dari kandung kemih, uretra, atau perineum. Terkadang, penderita batu ginjal juga apat mengalami infeksi bersamaan dengan batu ginjal.

19. Demam dan Menggigil

Demam merupakan tanda tubuh sedang melawan infeksi. Demam bisa jadi ciri sakit ginjal stadium awal. Ini bisa menjadi komplikasi serius pada batu ginjal. Demam yang terjadi akibat infeksi biasanya tinggi hingga 38˚C atau lebih. Menggigil sering terjadi bersamaan dengan demam.

20. Lemas dan Ingin Pingsan

Disebabkan pasokan oksigen ke otak yang tidak cukup, maka hal ini akan menyebabkan tubuh terasa lemas dan berujung apda pingsan.

Cara Menjaga Kesehatan Ginjal

Ilustrasi Tenaga Medis Credit: pexels.com/Bongkarn
Ilustrasi Tenaga Medis Credit: pexels.com/Bongkarn

1. Kurangi Sodium

Supaya kesehatan ginjal terus terjaga dengan baik, hindari konsumsi sodium secara berlebihan. Jumlah sodium harian yang direkomendasikan adalah 2.300 miligram atau sekitar satu sendok teh garam.

2. Kurangi Daging Merah

Daging merah memiliki kadar protein yang tinggi. Zat gizi tersebut sebenarnya baik untuk pertumbuhan dan regenarasi sel. Jika asupannya berlebihan, protein bisa menumpuk dan membuat kerja ginjal semakin berat. Hal tersebut berpotensi menyebabkan asidosis atau perubahan kondisi darah menjadi lebih asam.

3. Tinggalkan Soda

Minuman bersoda memiliki kandungan kalori yang tinggi dan tidak mengandung nilai gizi yang bermanfaat bagi tubuh. Selain itu, soda juga memiliki zat aditif fosfor yang dapat membahayakan kesehatan ginjal Anda.

4. Tinggalkan Makanan Olahan

Kerupuk, keripik kentang, krim keju, dan olahan kentang instan adalah semua contoh makanan olahan yang kaya akan natrium dan aditif fosfor. Karenanya, jenis makanan tersebut dapat mengancam kesehatan ginjal Anda.

5. Kurangi Gula

Kelebihan gula dapat menyebabkan diabetes dan obesitas, yang terkait dengan penyakit ginjal.

6. Banyak Minum Air Putih

Setiap orang harus meninum paling sedikit 2 liter atau 8 gelas air putih dalam sehari. Jika Anda minum air kurang dari itu, ginjal harus bekerja ekstra untuk menyaring darah dan racun di dalam tubuh.

7. Kurangi Konsumsi Pisang

Orang dewasa yang sehat harus mendapat asupan 3.500–4.700 mg kalium setiap hari dari makanan dan rata-rata pisang (150 g) sudah mengandung 537 mg. Tetapi jika Anda menderita penyakit ginjal, asupan kalium harus lebih rendah karena tubuh Anda tidak dapat menyaring kelebihannya yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

8. Hindari Produk Olahan Susu

Meskipun produk susu kaya akan vitamin dan nutrisi, terlalu banyak susu, yoghurt dan keju dapat menyebabkan lebih banyak kerusakan daripada kebaikan untuk ginjal. Hal ini bisa terjadi karena tingginya jumlah fosfor yang terkandung dalam makanan ini yang dapat memberi tekanan pada ginjal Anda.

9. Kurangi Konsumsi Jus Jeruk

Jeruk dan jus jeruk rendah kalori dan kaya vitamin C, tetapi juga mengandung kalium tingkat tinggi. Satu buah jeruk berukuran sedang menyediakan 240 mg potasium dan satu cangkir jus jeruk mengandung sekitar 470 mg. Mengingat angka-angka ini, konsumsi jeruk dan jus jeruk harus dibatasi, terutama bila Anda tidak memiliki ginjal yang berfungsi penuh.

10. Kurangi Konsumsi Alpukat

Meskipun alpukat populer dan dipuji karena berbagai kualitas gizinya, makan terlalu banyak alpukat dapat berbahaya bagi ginjal, terutama jika Anda sudah menderita penyakit ginjal.

Alasannya buah ini memiliki kadar kalium yang sangat tinggi. Tubuh kita membutuhkan mineral ini, tetapi terlalu banyak kalium dalam darah dapat menyebabkan masalah serius seperti kram otot dan detak jantung yang tidak teratur.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel