20 Contoh Kata Ulang Berimbuhan, Ketahui Pengertian dan Fungsinya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Berbagai contoh kata ulang berimbuhan memang paling memahamkan ketika sedang belajar jenis-jenis kata ulang. Saking banyaknya jenis kata ulang, kemiripan seringkali menyusahkan proses pembelajarannya.

Kata ulang menurut para ahli adalah bentuk pengulangan gramatikal. Sementara kata ulang berimbuhan adalah bentuk kata yang terbentuk dari kata dasar yang diulang, disertai dengan imbuhan pada satu atau kedua kata.

Ketika menyimak contoh kata ulang berimbuhan, akan nampak banyak fungsi dan makna dari penggunaannya. Mulai dari menguatkan, kebanyakan, sedikit, paling, dan masih banyak lagi. Selain memahami dari contoh kata ulang berimbuhan, pahami juga kata ulang menurut ahli dan kata ulang berimbuhan yang sebenarnya.

Berikut Liputan6.com ulas contoh kata ulang berimbuhan dari berbagai sumber, Sabtu (19/12/2020).

Mengenal Kata Ulang Menurut Ahli

Ilustrasi Membaca | Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca | Credit: freepik.com

Solichi (1996: 9)

Menurut Solichi, pengertian proses reduplikasi atau kata ulang adalah pengulangan satuan gramatikal, baik selurunya maupun sebagiannya, baik dengan variasi fonem maupun tidak. Hasil pengulangan disebut kata ulang, satuan yang diulang merupakan bentuk dasar.

Soepeno (1982: 20)

Pengertian kata ulang adalah kata hasil perulangan bentuk dasar baik seluruhnya maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupun tidak.

Keraf (1991:149)

Pengertian kata ulang adalah bentuk kata ulang sebagai sebuah bentuk gramatikal yang berwujud penggandaan sebagian atau seluruh bentuk dasar sebuah kata. Dalam bahasa Indonesia terdapat bermacam-macam bentuk kata ulang.

Soedjito (1995: 109)

Menurut Soedjito, pengertian pengulangan adalah proses pembentukan kata dengan mengulang bentuk dasar, baik secara utuh maupun sebagian, baik dengan variasi fonem maupun tidak.

Ramlan (1985: 57)

Menurut Ramlan, pengertian proses pengulangan atau reduplikasi adalah pengulangan satuan gramatik, baik seluruhnya maupun sebagiannya, baik dengan variasi fonem maupun tidak.

Muslich (1990:48)

Menurut Muslich, pengertian proses pengulangan adalah peristiwa pembentukan kata dengan jalan mengulang bentuk dasar, baik seluruhnya maupun sebagian, baik bervariasi fonem maupun tidak, baik berkombinasi dengan afiks maupun tidak.

Kata Ulang Berimbuhan

Ilustrasi Membaca | Credit: freepik.com
Ilustrasi Membaca | Credit: freepik.com

Menurut penjelasan para ahli, kata ulang adalah pembentukan kata dengan mengulang bentuk dasar. Untuk kata ulang berimbuhan tidak jauh berbeda dengan pengertian ini.

Kata ulang berimbuhan adalah kata yang dibuat dari bentuk dasar disertai dengan kata imbuhan. Imbuhan ini bisa dilakukan pada salah satu kata dan kedua kata yang diulang.

Agar bisa lebih memahaminya, contoh kata ulang berimbuhan perlu disimak dengan saksama. Ketika menyimak contoh kata ulang berimbuhan, pasti ditemukan fungsi dan makna yang berbeda-beda.

Contoh kata ulang berimbuhan bisa memberikan makna menguatkan, kebanyakan, sedikit, paling, berulang-ulang, saling, bermacam-macam, menyerupai, jumlah, dan selalu. Penggunaannya sendiri bisa disesuaikan dengan contoh kata ulang berimbuhan.

Contoh Kata Ulang Berimbuhan

Ilustrasi membaca | pexels.com/@olly
Ilustrasi membaca | pexels.com/@olly

Berikut ini adalah contoh kata ulang berimbuhan yang diulas dari dosenbahasa.com. Contoh ini akan memudahkan cara memahami penggunaan atau fungsi dari kata ulang berimbuhan.

1. Sosoknya masih menari-nari di pikiranku. (kata ulang berimbuhan: menari-nari, kata dasar: tari, imbuhan yang digunakan: me-)

2. Mereka saling tarik-menarik tali tambang tersebut. (kata ulang berimbuhan: tarik-menarik, kata dasar: tarik, imbuahn yang digunakan: me- yang dibubuhkan pada lingga yang kedua (kata tarik yang terletak setelah tanda hubung (-) yang berubah menjadi menarik))

3. Mari bersama-sama kita ciptakan lingkungan yang kondusif di kelurahan kita. (kata ulang berimbuhan: bersama-sama, kata dasar: sama, imbuhan yang digunakan: ber-)

4. Pedagang dan pembeli itu tengah melakukan tawar-menawar harga barang tersebut. (kata ulang berimbuhan: tawar-menawar, kata dasar: tawar, imbuhan yang digunakan: me- yang dibubuhkan pada lingga yang kedua (kata tawar yang terletak setelah tanda hubung (-) yang telah berubah menjadi menawar))

5. Kami bersalam-salaman dengan mereka di Hari Raya Idul Fitri kemarin. (kata ulang berimbuhan: bersalam-salaman, kata dasar: salam, imbuhan yang digunakan: ber-an)

6. Pagi itu, dua ekor burung tengah bersahut-sahutan di atas dahan pohon itu. (kata ulang berimbuhan: bersahut-sahutan, kata dasar: sahut, imbuhan yang digunakan: ber-an)

7. Sudah berhari-hari dia tidak pulang ke rumah. (kata ulang berimbuhan: berhari-hari. Kata dasar: hari, imbuhan yang digunakan: ber-)

8. Sudah berminggu-minggu mereka berdiri di istana negara. (kata ulang berimbuhan: berminggu-minggu, kata dasar: minggu, imbuhan yang digunakan: ber-)

9. Sudah berbulan-bulan lamanya dia merantau ke negeri asing. (kata ulang berimbuhan: berbulan-bulan, kata dasar: bulan, imbuhan yang digunakan: ber-)

10. Jenny sedang bermain rumah-rumahan bersama dengan temannya yang bernama Bella. (kata ulang berimbuhan: rumah-rumahan, kata dasar: rumah, imbuhan yang digunakan: -an)

Contoh Kata Ulang Berimbuhan

11. Sebagai orang tua, hendaknya kita jangan membanding-bandingkan anak kita dengan anak orang lain. (kata ulang berimbuhan: membanding-bandingkan, kata dasar: banding, imbuhan yang digunakan: me-kan)

12. Aku masih mencari-cari keberadaan gadis tersebut. (kata ulang berimbuhan: mencari-cari, kata dasar: cari, imbuhan yang digunakan: me-)

13. Para penumpang kereta listrik itu berdesak-desakan untuk keluar dari kereta listrik tersebut. (kata ulang berimbuhan: berdesak-desakan, kata dasar: desak, imbuhan yang digunakan: ber-an)

14. Sudahlah, janganlah kau mengungkit-ungkit lagi masalah itu! (kata ulang berimbuhan: mengungkit-ungkit, kata dasar: ungkit, imbuhan yang digunakan: me-)

15. Janganlah kau berteriak-teriak di ruangan perpustakaan ini! (kata ulang berimbuhan: berteriak-teriak, kata dasar: teriak, imbuhan yang digunakan: ber-)

16. Janganlah kau terlalu membesar-besarkan masalah yang kecil itu. (kata ulang berimbuhan: membesar-besarkan, kata dasar: besar, imbuhan yang digunakan: me-kan)

17. Berhati-hatilah agar tidak mudah tersesat. (kata ulang berimbuhan: berhati-hatilah, kata dasar: hati, imbuhan yang digunakan: ber-lah)

18. Mulai menari-nari seperti burung itu agar hatimu lebih senang. (kata ulang berimbuhan: menari-nari, kata dasar: nari, imbuhan yang digunakan: me-)

19. Besok sering-seringlah main ke rumah ini. (kata ulang berimbuhan: sering-seringlah, kata dasar: sering, imbuhan yang digunakan: -lah)

20. Kerjakan secepat-cepatnya agar bisa segera berangkat ke Jogja. (kata ulang berimbuhan: secepat-cepatnya, kata dasar: cepat, imbuhan yang digunakan: se-nya)