20 Juli 2021: Kasus COVID-19 Dunia Tembus 191 Juta, di Asia Saja 59 Juta

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Data dari situs World O Meter menunjukan bahwa kasus Virus Corona COVID-19 global per 20 Juli 2021 telah menembus 191.733.410, dengan angka kematian 4.113.054.

Di benua Asia saja, termasuk Indonesia, infeksi COVID-19 tercatat 59.249.336 dengan angka kematian 846.416. Tanah Air masuk daftar lima negara penyumbang kasus COVID-19 terbesar di kawasan Asia, tepatnya menempati posisi keempat.

Sementara itu, negara dengan kasus COVID-19 terbanyak adalah Amerika Serikat, saat ini menyentuh 35.018.600.

Berikut ini daftar selengkapnya lima besar negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia:

  1. Amerika 35.018.600

  2. India 31.174.322

  3. Brasil 19.391.845

  4. Rusia 5.982.766

  5. Prancis 5.871.881

Eropa Jadi Wilayah Pertama di Dunia Tembus 50 Juta Kasus COVID-19

Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)
Ilustrasi gambar SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Corona COVID-19, diisolasi dari seorang pasien di AS. Diperoleh 27 Februari 2020 milik National Institutes of Health yang diambil dengan mikroskop elektron transmisi.(AFP/National Institutes Of Health)

Sementara itu, Eropa menjadi wilayah pertama di dunia yang mencatat 50 juta kasus Virus Corona COVID-19.

Dikutip dari Channel News Asia, Selasa (20/7/2021) kenaikan jumlah kasus COVID-19 itu ditunjukkan dalam data dari kantor berita Reuters - ketika varian Delta mendorong rekor lonjakan infeksi baru setiap hari.

Eropa melaporkan satu juta infeksi baru COVID-19 selama delapan hari berturut-turut, dan telah melaporkan hampir 1,3 juta kematian terkait Virus Corona sejak awal pandemi.

Pasar Eropajuga menghadapi sentakan karena saham yang merosot lebih dari 2 persen - masa terburuk dalam ekonomi selama embilan bulan, di tengah kekhawatiran bahwa COVID-19 varian Delta yang menyebar dengan cepat bisa memperlambat pemulihan ekonomi global.

"Investor sangat khawatir bahwa ... lockdown lain bisa terjadi hingga satu atau dua bulan dan memberikan dampak," kata Russ Mould, direktur investasi di perusahaan AJ Bell.

"COVID-19 kembali menyebar dengan cepat dan maskapai penerbangan, restoran, dan perusahaan rekreasi mungkin tidak bisa beroperasi pada musim panas yang telah lama mereka harapkan."

Eropa masih menjadi salah satu wilayah di dunia yang terkena dampak terburuk pandemi - melaporkan 27 persen kasus dan 31 persen kematian secara global.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel