20 Pemain Argentina Terbaik Sepanjang Sejarah Premier League

Zulfikar Husein
·Bacaan 6 menit

VIVA – Ada lebih dari 70 pemain asal Argentina yang telah merumput di Premier League sejak kompetisi bergulir mulai 1992.

Di antaranya ada yang berhasil, dengan beberapa menjadi legenda dan pahlawan kultus. Sementara, beberapa yang lain akhirnya benar-benar dilupakan dan hanyut ke dalam ketidakjelasan.

Berikut 20 pemain terbaik asal Argentina yang pernah menghiasi Premier League, dikutip 90min:

20. Andres D'Alessandro

Klub: Portsmouth

Andres D'Alessandro hanya bermain 13 kali di Premier League setelah kepindahan pinjamannya yang mengejutkan dari Wolfsburg ke Portsmouth pada Januari 2006, tetapi dia memainkan peran penting dalam membantu Pompey menghindari jurang degradasi pada musim itu.

19. Emiliano Buendia

Klub: Norwich

Premier League musim 2019/2020 sangat berat dialami Norwich, tapi mereka bisa jauh lebih apabila tanpa Emiliano Buendia. Dia nyaris memberikan harapan bagi Canaries, meski hanya sedikit dan sempat dilabeli 40 juta poundsterling saat Arsenal dirumorkan berminat mendatangkannya pada Januari 2021 silam.

18. Julian Speroni

Klub: Crystal Palace

Penampilan perdana Julian Speroni di Premier League bersama Crystal Palace datang pada saat sulit di musim 2004/05. Dia kemudian menghabiskan hampir 10 tahun sebagai nomor satu sampai promosi kembali ke papan atas pada 2013 dan berperan penting dalam membangun kembali Eagles sebagai tim permanen Premier League.

17. Leonardo Ulloa

Klub: Leicester City dan Brighton and Hove Albion

Pada satu waktu yang tepat, Leonardo Ulloa adalah pembelian termahal Leicester City dengan harga 8 juta poundsterling dari Brighton and Hove Albion pada musim panas 2014. Dia mencetak 11 gol selama musim 2014/2015 untuk membantu Foxes yang baru promosi bertahan di kasta tertinggi dan menyumbangkan 6 gol saat mengantarkan Leicester juara Premier League musim 2015/16.

16. Emiliano Martinez

Klub: Arsenal dan Aston Villa

Emiliano Martinez harus menunggu hampir satu dekade untuk mendapatkan kesempatan di Arsenal, yang akhirnya datang pada paruh kedua musim 2019/2020. Kesempatan itu membuat Martinez dilepas Arsenal ke Aston Villa pada bursa transfer musim panas 2020 dengan banderol 20 juta poundsterling dan sejauh ini dia telah membuktikan diri sebagai salah satu kiper yang sulit untuk dibobol.

15. Claudio Yacob

Klub: West Brom

Didatangkan West Brom dengan status bebas transfer pada 2012 dan menikmati debut yang luar biasa di Premier League dalam kemenangan 3-0 atas Liverpool, Claudio Yacob terbukti menjadi salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Baggies karena membawa klub mencatatkan rekor terpanjang bertahan di kasta tertinggi.

14. Erik Lamela

Klub: Tottenham Hotspur

Tottenham Hotspur mendatangkan Erik Lamela pada 2013 untuk menggantikan Gareth Bale. Meski tidak sesuai dengan ekspetasi, tapi Lamela merupakan pemain sayap yang menjadi salah satu pelayan empuk bagi sejumlah penyerang tajam Spurs.

13. Manuel Lanzini

Klub: West Ham United

Hanya cedera yang menghentikan kiprah apik Manuel Lanzini bersama West Ham di ajang Premier League. Pada musim 2015/16, Lanzini mampu membawa The Hammers finis di urutan ketujuh dengan menyumbangkan enam gol.

12. Juan Sebastian Veron

Klub: Manchester United dan Chelsea

Premier League tidak pernah melihat yang terbaik dari Juan Sebastian Veron yang dipertunjukkan di Parma, Lazio, dan Estudiantes, tapi kehadirannya menjadi tambahan kualitas bagi kompetisi. Dia memang pemain tepat yang datang di waktu salah ke Manchester United, tapi masih bisa meraih gelar Premier League pada musim 2002/03.

11. Hernan Crespo

Klub: Chelsea

Sangat mudah untuk mengabaikan fakta bahwa Hernan Crespo mencetak sepuluh gol di Premier League hanya dalam 19 pertandingan di musim debutnya bersama Chelsea pada 2003/04. Dia menghabiskan tahun berikutnya dengan status pinjaman ke AC Milan, tetapi kembali ke London pada 2005/06 untuk mencetak 10 gol lagi dalam perjalanan membantu meraih gelar Premier League.

10. Gabriel Heinze

Klub: Manchester United

Sikap ulet Gabriel Heinze di Manchester United membuatnya memberikan pengaruh besar pada penggemar setelah tiba di Old Trafford pada tahun 2004. Dia pernah memenangkan Sir Matt Busby Player of the Year dan juga memenangkan Premier League pada 2006/07, tetapi reputasi baiknya di Old Trafford hancur karena mencoba memaksa untuk dijual ke Liverpool.

9. Julio Arca

Klub: Sunderland dan Middlesbrough

Julio Arca merupakan pemain jebolan akademi Argentinos Juniors, klub yang juga menghasilkan Diego Maradona, dan tiba di Inggris pada tahun 2000. Pada saat itu, Sunderland adalah tim papan atas Premier League, dan bersama Middlesbrough, dia dikenal sebagai spesialis tendangan bebas.

8. Fabricio Coloccini

Klub: Newcastle United

Meskipun musim debutnya berakhir dengan degradasi pada 2008/09, Fabricio Coloccini tetap bertahan bersama Newcastle United. Hingga akhirnya dia menjadi kapten dan membantu The Magpies finis di urutan kelima Premier League pada musim 2011/2012.

7. Jonas Gutierrez

Klub: Newcastle United dan Norwich

Jonas Gutierrez adalah pemain Argentina lainnya pada tahun 2008 yang menderita degradasi, tapi berperan penting dalam membangun kembali Newcastle. Meskipun, Gutierrez secara umum adalah pengumpan yang andal, kontribusinya yang paling terkenal adalah dalam bentuk gol yang membuat Magpies bertahan di Premier League pada pekan terakhir musim 2014/2015, setelah dia dinyatakan pulih dari diagnosis kanker testis.

6. Esteban Cambiasso

Klub: Leicester City

Dari hampir 500 pertandingan bersama Real Madrid dan Inter Milan, serta enam gelar domestik dan Liga Champions, Esteban Cambiasso memilih untuk melanjutkan karier bersama Leicester City yang baru saja promosi ke Premier League pada tahun 2014. Penampilannya di akhir musim sangat penting membantu Leicester bertahan di kasta tertinggi dan sukses meninggalkan fondasi skuad juara The Foxes setelah kepergiannya.

5. Nicolas Otamendi

Klub: Manchester City

Nicolas Otamendi adalah bagian penting dari tim hebat Manchester City karena Pep Guardiola memainkannya dalam 34 pertandingan Premier League pada musim 2017/18 ketika mereka mengumpulkan 100 poin. Dia juga bermain lebih dari 200 kali sepanjang kariernya berseragam The Citizens di semua kompetisi dan pergi dari Etihad Stadium dengan meninggalkan tujuh medali yang dikoleksinya.

4. Pablo Zabaleta

Klub: Manchester City dan West Ham United

Pablo Zabaleta bergabung dengan Manchester City sebelum pengambilalihan Abu Dhabi pada tahun 2008. Namun, dia menjadi bagian penting dari kesuksesan di tahun-tahun berikutnya. Dia juga menjadi bek kanan terbaik ManCity saat mereka meraih gelar Premier League pada musim 2013/14 dan meninggalkan Etihad Stadium dengan mencatatkan lebih dari 330 penampilan di semua kompetisi.

3. Javier Mascherano

Klub: West Ham dan Liverpool

Hingga akhirnya kembali mengangkat trofi kasta tertinggi di Inggris pada 2019/2020, Liverpool tidak pernah menjadi tim yang lebih baik di era Premier League selepas 1992. Namun, kehadiran Javier Mascherano membuatnya jadi penahan di lini tengah The Reds saat menumbang musuh bebuyutannya Manchester United pada Premier League musim 2008/09.

2. Carlos Tevez

Klub: West Ham United, Manchester United, dan Manchester City

Carlos Tevez telah membuat kesan yang sangat besar bagi masing-masing klub Premier League yang dibelanya selama tujuh musim di Inggris. Dia melakukan hal yang tidak terpikirkan dengan bertahan stagnan di West Ham pada musim 2006/07. Setelah itu, pada musim panas 2007, dia memutuskan untuk bergabung bersama Manchester United dan berhasil menyumbangkan dua gelar Premier League secara berturut menyusul kepindahan kontroversialnya ke Manchester City pada 2009.

1. Sergio Aguero

Klub: Manchester City

Tidak ada pemain asing yang mencetak gol lebih banyak gol di Premier League daripada Sergio Aguero. Kualitasnya yang konsisten untuk Manchester City selama lebih dari satu dekade menempatkannya selangkah di atas rekan senegaranya, sementara itu dia akan dikenang sebagai salah satu pemain sepakbola terbesar di Inggris yang pernah diimpor dari luar negeri.

Warisan tunggal terbesar Aguero akan selamanya dikenang adalah gol menentukannya dalam perburuan gelar Premier League di musim 2011/12 ketika membawa ManCity menang dan unggul selisih gol atas Manchester United di klasemen akhir.