20 Penyebab Jerawat Bernanah, Simak Cara Tepat Mengatasinya

·Bacaan 11 menit

Liputan6.com, Jakarta Penyebab jerawat bernanah berhubungan dengan kebiasaan merawat wajah, hormon, dan pola makan yang selama ini dilakoni. Jerawat bernanah merupakan kondisi peradangan jerawat biasa yang sudah terinfeksi oleh bakteri. Kemunculan nanah adalah bentuk reaksi tubuh melawan bakteri penyebab infeksi tersebut.

Umumnya masalah jerawat muncul karena penumpukan sel kulit mati dan minyak alami di wajah yang menyumbat pori-pori. Inilah awal mula risiko penyebab jerawat bernanah meradang. Beberapa masalah jerawat bernanah atau pastula mungkin bisa sembuh dengan sendirinya, tetapi banyak kasus membuktikan membutuhkan waktu lebih lama apalagi untuk jenis jerawat nanah yang batu.

Hal yang bisa dijadikan upaya mencegah munculnya jerawat bernanah adalah menghindari penyebab jerawat bernanah itu sendiri. Jerawat bernanah biasanya berwarna lebih merah dan isinya berwarna putih atau kekuningan yang merupakan nanah. Tak cuma bikin nyeri, jerawat bernanah juga sering bikin hilang kepercayaan diri.

Berikut Liputan6.com ulas penyebab jerawat bernanah dan cara tepat mengatasinya dari berbagai sumber, Senin (7/6/2021).

Penyebab Jerawat Bernanah

Ilustrasi berjerawat. (dok. Polina Tankilevitch/Pexels.com)
Ilustrasi berjerawat. (dok. Polina Tankilevitch/Pexels.com)

1. Keturunan

Penyebab jerawat bernanah muncul meski sudah dewasa berikutnya adalah riwayat keluarga. Jika kamu memiliki keluarga yang membawa gen mudah terkena jerawat, kemungkinan besar kamu pun akan mengalami adult-onset acne.

2. Wajah Berkeringat

Penyebab jerawat bernanah adalah wajah sering berkeringat. Ada beragam aktivitas yang membuat kamu memproduksi keringat lebih banyak dari biasanya. Bukan hanya tubuh, wajah sering kali juga berkeringat. Ketika wajah berkeringat, pastikan kamu tidak membiarkan keringat begitu saja. Terlebih bagi kamu yang sedang berjerawat. Keringat yang mengering di wajah akan membuat jerawat semakin banyak.

3. Sering Mencuci Wajah

Mencuci wajah dengan sabun pembersih merupakan salah satu cara untuk membersihkannya secara maksimal. Tak jarang orang kerap membersihkan wajah terlalu sering untuk menghilangkan jerawat. Padahal kebiasaan ini justru penyebab jerawat bernanah.

Namun, kebiasaan terlalu sering mencuci wajah dengan sabun pembersih terlalu sering justru dapat memperburuk jerawat yang sudah ada. Sebaiknya kamu mencuci wajah tidak lebih dari tiga kali dalam sehari. Waktu yang baik untuk mencuci wajah adalah pagi hari saat bangun tidur dan malam hari sebelum tidur.

4. Stres

Penyebab jerawat bernanah muncul meski sudah dewasa yang pertama adalah karena stres. Tidak bisa dimungkiri lagi bahwa stres telah menjadi salah satu masalah yang kerap kali menimpa orang dewasa dengan segala masalahnya.

Ada hubungan antara stres serta munculnya serangan jerawat. Ketika stres, tubuh akan memproduksi hormon androgen yang memicu kelenjar minyak dan folikel rambut sehingga menyebabkan munculnya jerawat.

5. Memegang Jerawat

Orang dengan jerawat kerap merasa tidak nyaman dengan keberadannya. Kondisi ini membuat sebagian orang sering menyentuh jerawat yang ada di wajah. Padahal, tanpa disadari sepanjang hari tangan bersentuhan dengan ribuan bakteri dan tidak bisa mencuci tangan setiap saat. Tangan kotor yang menyentuh wajah terutama jerawat, akan mentransfer bakteri, minyak, dan partikel kotoran ke wajah, sehingga jerawat akan muncul lebih banyak. Inilah penyebab jerawat bernanah yang jarang disadari.

Penyebab Jerawat Bernanah

Ilustrasi makeup. Credit: pexels.com/freestocks
Ilustrasi makeup. Credit: pexels.com/freestocks

6. Makeup Salah

Jenis kulit wajah setiap orang berbeda-beda, mulai kering, berminyak, lembap, sensitif, dan lain sebagainya. Pemilihan jenis makeup yang sesuai dengan jenis kulit akan memperkecil risiko jerawat semakin parah.

Kebalikannya, penggunaan produk makeup yang tidak sesuai dengan jenis kulit wajah justru akan memperparah kondisi jerawat, bahkan menjadi penyebab jerawat bernanah. Untuk itu, penting mengenali jenis kulit agar tak salah memilih produk makeup.

7. Hormon

Perubahan hormon juga bisa menjadi penyebab jerawat bernanah sampai batu. Biasanya jerawat di dagu muncul ketika kamu sedang haid atau menstruasi. Apabila kamu kerap merasakan munculnya jerawat di dagu saat haid, maka penyebabnya adalah perubahan hormon.

Penyebab jerawat bernanah karena hormon ini sulit dicegah. Pasalnya, saat kadar hormon androgen mengalami peningkatan, kelenjar minyak akan memproduksi minyak secara berlebihan. Inilah yang menyebabkan pori-pori di wajah dapat tersumbat dan jerawat muncul.

Risiko munculnya jerawat bernanah yang batu di dagu akan semakin besar ketika kamu malas membersihkan wajah. Pada perempuan, peningkatan hormon androgen saat dia memasuki masa pubertas dan akan menstruasi. Selain itu, perempuan yang hormonnya tidak seimbang dan memiliki masalah sindrom ovarium polikistik (PCOS) juga lebih mungkin mengalami jerawat di dagu.

8. Handuk Kotor

Penyebab jerawat bernanah bisa dipengaruhi kebiasaan memakai handuk yang kotor. Setelah mandi dan cuci muka, kebiasaan buruk yang sering dilakukan adalah mengeringkan wajah dengan handuk yang sudah dipakai sebelumnya. Hindari kebiasaan buruk tersebut dengan memisahkan handuk wajah dengan handuk badan. Hal ini berguna agar wajahmu tetap bersih dan tidak membuat jerawat makin banyak.

9. Rambut Tumbuh ke Dalam

Beberapa penyebab jerawat bernanah yang batu umumnya terjadi pada perempuan. Ada juga penyebab jerawat bernanah lainnya yang bisa terjadi pada laki-laki. Biasanya, ini terjadi pada kebiasaan cukur-mencukur. Kebiasaan ini dapat membuat rambit di sekitar dagu tumbuh ke dalam kulit.

Inilah yang menyebakan terjadinya peradangan berupa benjolan yang bentuknya seperti jerawat. Jika penyebabnya karena rambut yang tumbuh ke dalam, maka pemberian obat dengan sabun antijerawat tentu tidak akan berhasil secara maksimal.

10. Konsumsi Gorengan

Salah satu makanan penyebab jerawat bernanah yang sudah terkenal adalah gorengan. Makanan yang digoreng adalah makanan favorit semua orang, mulai dari ayam hingga kentang goreng.

Namun, mengonsumsi makanan penyebab jerawat ini berarti dapat menyebabkan kelebihan lemak, yang membuat kulit terilhat lebih kusam dan berkurang keelastisannya. Gorengan dapat merusak nutrisi dan vitamin yang sangat penting bagi penampilan kulit dan kesehatan kita secara keseluruhan.

Gorengan dan jerawat seperti menjadi hal yang sulit untuk dipisahkan. Sudah banyak yang membuktikan bahwa konsumsi makanan yang banyak mengandung minyak atau makanan penyebab jerawat berpotensi meningkatkan produksi minyak pada wajah. Sebum yang berlebihan memang merupakan salah satu penyebab timbulnya jerawat.

Penyebab Jerawat Bernanah

Ilustrasi Kulit Berjerawat. Credit: pexels.com/Dean
Ilustrasi Kulit Berjerawat. Credit: pexels.com/Dean

11. Alkohol

Alkohol adalah minuman penyebab jerawat bernanah yang harus dihindari. Alkohol dapat meningkatkan produksi urin, yang berarti tubuh akan kehilangan cairan dan itu membuat kulit terasa kering. Ketika kulit kering, sebenarnya akan menghasilkan lebih banyak minyak untuk mencoba dan menghilangkan semua kekeringan, sehingga mengurangi atau menghilangkan asupan alkohol akan lebih bermanfaat bagi hati dan pori-pori.

12. Konsumsi Kacang

Produk-produk kacang dan olahannya tak lepas menjadi makanan penyebab jerawat bernanah. Hal ini memang tidak berlaku pada setiap orang namun kacang-kacang dapat merangsang minyak berlebih sehingga muncul jerawat. Makanan penyebab jerawat ini membuat produksi sebum meningkat, sehingga bakteri pada kulit bisa berkembang menjadi jerawat.

Bagi sebagian orang, kacang merupakan salah satu makanan penyebab jerawat bernanah yang wajib untuk dihindari. Kacang yang dimaksud adalah kacang tanah karena kacang tanah merupakan kacang yang paling umum ditemukan dalam makanan. Meskipun begitu, banyak juga orang yang sensitif terhadap jenis kacang lainnya.

13. Whey Protein

Makanan penyebab jerawat bernanah berikutnya adalah whey protein. Makanan ini merupakan alah satu jenis protein yang banyak digunakan dalam makanan dan suplemen olahraga. Whey protein merupakan sumber yang kaya akan asam leusin dan glutamin.

Dilansir dari jurnal Milk And Milk Products In Human Nutrition, whey protein dapat menjadi salah satu makanan penyebab jerawat bernanah. Beberapa penelitian bahkan menemukan hubungan antara konsumsi whey protein dan jerawat pada atlet pria yang mengonsumsinya.

Penelitian tersebut mengamati bahwa makanan penyebab jerawat ini dapat merangsang tubuh untuk menghasilkan insulin yang lebih tinggi. Whey protein juga merangsang sel-sel kulit tumbuh dan membelah dengan cepat. Kombinasi dari ini bisa memicu tumbuhnya jerawat di wajah.

14. Susu

Susu sapi sebenarnya terdiri dari hormon dan produk yang dihasilkan dari susu sapi termasuk hormon-hormon ini serta pengawet lainnya adalah pemicu minuman penyebab jerawat bernanah. Jika memiliki kulit berminyak, maka susu mungkin menjadi musuh terbesarmu.

Banyak penelitian yang sudah menemukan hubungan antara produk susu dan keparahan jerawat. Sebuah studi menyebutkan bahwa orang dewasa yang sering mengonsumsi susu dan es krim empat kali lebih tinggi memiliki risiko berjerawat.

Susu sebagai makanan penyebab jerawat bernanah diketahui dapat meningkatkan kadar insulin. Hal ini terlepas dari pengaruhnya terhadap gula darah, yang dapat memperburuk kondisi jerawat. Maka mulai kurangi konsumsi dan berhati-hatilah.

15. Tinggi Lemak Omega-6

Makanan penyebab jerawat bernanah selanjutnya adalah makanan tinggi akan kandungan lemak omega-6. Makanan yang kaya omega-6 diduga jadi penyebab jerawat. Jagung dan minyak kedelai termasuk makanan yang kaya lemak omega-6.

Pola makan sebagian masyarakat dunia kini condong ke makanan tinggi omega-6 dan lebih sedikit omega-3. Sayangnya, ketidakseimbangan asam lemak omega-6 dan omega-3 ini mendorong tubuh mengalami peradangan yang dapat memperburuk keparahan jerawat.

Penyebab Jerawat Bernanah

Ilustrasi Burger. (Photo by Jay Wennington on Unsplash)
Ilustrasi Burger. (Photo by Jay Wennington on Unsplash)

16. Lemak Trans

Lemak trans biasanya berasal dari minyak sayur yang sudah pernah digunakan untuk memasak. Lemak sayur umumnya terdapat dalam makanan olahan mulai dari kue, keripik, biskuit, dan mentega.

Selain menyumbat pembuluh arteri di jantung, lemak trans bisa menyumbat pembuluh darah kecil di kulit. Di waktu yang bersamaan, lemak trans juga memicu peradangan yang bisa menumbuhkan jerawat di wajah. Ini mengapa disebut makanan penyebab jerawat bernanah.

17. Makanan Manis

Makan terlalu banyak makanan dengan indeks glikemik tinggi bisa memicu peradangan pada tubuh, yang memengaruhi kulit. Satu studi makanan penyebab jerawat bernanah menemukan bahwa orang yang sering mengonsumsi gula tambahan memiliki risiko 30% lebih besar terkena jerawat. Gula berlebih bisa memperparah kondisi kulit seperti jerawat dan eksim. Jika rentan mengalami peradangan, sebaiknya batasi jumlah gula yang dikonsumsi.

18. Fast Food

Makanan penyebab jerawat bernanah berikutnya adalah makanan cepat saji. Jenis makanan seperti burger, nugget, hot dog, kentang goreng, soda, dan milkshake sudah sejak lama disinyalir menjadi penyebab jerawat.

Penting untuk dicatat bahwa beberapa penelitian tentang makanan cepat saji hanya menunjukkan pola kebiasaan makan dan risiko jerawat. Bukan berarti makanan cepat saji adalah makanan penyebab jerawat yang pasti setiap kali Anda memakannya. Oleh karena itu, diperlukan lebih banyak penelitian.

19. Soda

Soda mengandung gula dalam jumlah banyak. Gula adalah salah satu minuman penyebab jerawat bernanah yang paling sering memicu peradangan. Tubuh akan menyerap minuman bersoda lebih cepat, menyebabkan menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan sodarespons peradangan. Soda akan meningkatkan peradangan dan membuat kondisi jerawat bertambah parah.

20. Daging

Konsumsi daging, terutama daging dengan lemak bisa meningkatkan risiko jerawat. Daging yang diproses juga menjadi bagian dari makanan penyebab jerawat bernanah yang harus dihindari lebih sering.

Daging non-organik biasanya mengandung hormon steroid alami atau sintetis yang digunakan untuk meningkatkan laju pertumbuhan hewan. Mengkonsumsi makanan penyebab jerawat semacam ini dapat memicu jerawat dengan meningkatkan aksi androgen dan Insuli.

Sebaliknya, mengurangi kondisi daging dan meningkatkan konsumsi sayur dan buah bisa membantu menyembuhkan jerawat. Menambahkan antioksidan, serat, dan mineral dalam pola makan nabati membantu sistem detoksifikasi setiap hari. Ini berkontribusi pada kulit yang lebih sehat.

Cara Mengatasi Jerawat Bernanah

Ilustrasi wajah. Sumber: pexels.com
Ilustrasi wajah. Sumber: pexels.com

Untuk mengatasi jerawat bernanah yang sudah timbul di wajah adalah menghindari penyebab jerawat bernanah yang sudah disebutkan sebelumnya. Mulai hindari beberapa kebiasaan buruk yang memicu timbulnya masalah jerawat bernanah. Perhatikan cara mencuci wajah yang benar dan perbaiki pola makan karena beberapa makanan merupakan penyebab jerawat bernanah bagi sebagian orang.

Bila ingin hasil yang lebih maksimal untuk mengatasi jerawat bernanah, konsultasikan dengan ahli agar penanganan tepat bisa didapatkan. Akan tetapi bila tidak ingin repot dan merogoh kocek lebih dalam, cara mengatasi jerawat bernanah di wajah dan badan bisa dilakukan secara alami.

Berikut bahan cara mengatasi jerawat bernanah secara alami:

1. Lidah Buaya

Lidah buaya bisa membantu proses penyembuhan jerawat. Mengaplikasikan lidah buaya pada bekas jearawat membantu mengurangi peradangan dan ukuran jaringan parut. Lidah buaya juga mengandung asam salisilat alami yang membantu mencegah bekas jerawat. Ketika dioleskan ke kulit, gel lidah buaya dapat membantu menyembuhkan luka bekas jerawat.

2. Teh Hijau

Teh hijau dikenal untuk mengurangi peradangan dalam tubuh. Teh hijau mengandung antioksidan yang sangat tinggi. Teh hijau bisa diminum setiap haru untuk mencegah peradangan jerawat. Menggunakan produk topikal teh hijau juga bisa membantu menenangkan jerawat.

3. Madu

Madu bisa digunakan untuk merawat kondisi kulit seperti jerawat. Madu mengandung banyak antioksidan yang dapat membantu membersihkan kotoran dari pori-pori yang tersumbat. Dengan menggunakan jari bersih atau kapas, gosokkan sedikit madu ke jerawat. Madu juga bisa ditambahkan ke dalam masker wajah.

4. Cuka Sari Apel

Cuka sari apel mengandung beberapa asam organik yang telah terbukti membunuh bakteri penyebab jerawat. Selain itu, asam laktat telah terbukti mencegah munculnya bekas jerawat. Terlebih lagi, cuka sari apel dapat membantu mengeringkan minyak berlebih yang menyebabkan jerawat.

5. Kunyit

Kunyit juga merupakan antioksidan yang baik untuk pertumbuhan sel kulit baru. Kunyit juga memiliki sifat anti-inflamasi yang membantu mencegah peradangan jerawat. Kunyit akan membantu mempercepat penyembuhan jerawat sambil menyamarkan bekas jerawat yang ada.

Cara Mengatasi Jerawat Bernanah

6. Kayu Manis

Sifat anti-inflamasi kayu manis yang dikombinasikan dengan sifat anti-mikroba madu membuat kombinasi ini bagus untuk menghilangkan jerawat. Kayu manis memiliki sifat penyembuh luka yang bisa membantu menghilangkan jerawat.

7. Tea Tree Oil

Tea tree oil berguna untuk mengurangi peradangan pada jerawat. Tea tree oil tersedia di banyak produk perawatan kulit, seperti pembersih dan toner. Kamu juga bisa menggunakan Tea tree oil yang sudah dilarutkan dan mengaplikasikannya pada jerawat.

8. Jojoba Oil

Jojoba oil adalah zat lilin alami yang diekstrak dari biji semak jojoba. Zat lilin dalam minyak jojoba dapat membantu memperbaiki kulit yang rusak. Minyak ini dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, termasuk lesi jerawat.

9. Minum Cukup

Tetap terhidrasi sangat penting untuk mempercepat penyembuhan luka jerawat dan mengurangi risiko menyebarnya jerawat. Kulit yang kering dapat dengan mudah teriritasi. Minum cukup air bisa membuat sel kulit baru berkembang dan luka bekas jerawat bisa cepat sembuh.

10. Lemon

Air lemon mengandung vitamin C yang menunjukkan sifat antipigmentasi. Lemon bisa membantu memudarkan bekas jerawat seiring waktu. Namun, bagi pemilik kulit sensitif, penggunaan lemon dapat menyebabkan kemerahan dan iritasi. Lakukan uji tempel sebelum menggunakan lemon.

11. Kentang

Kalium, sulfur, fosfor, dan klorida yang terdapat pada kentang bermanfaat untuk mengobati noda jerawat dan flek jerawat. Kentang juga mengandung asam azelaic yang dapat mengurangi hiperpigmentasi yang disebabkan oleh jerawat ringan hingga sedang.

12. Jahe

Jahe membantu menjaga kulit tetap bersih, halus dan bebas dari noda. Jahe memiliki sifat antiseptik dan agen pembersih yang kuat. Jahe membantu membunuh dan membersihkan bakteri penyebab jerawat. Bubuk jahe bisa dijadikan campuran masker wajah untuk menghilangkan bekas jerawat.

13. Bubuk Cokelat

Cokelat kaya akan polifenol dan mineral esensial yang membuatnya sangat cocok untuk perawatan masalah kulit. Cokelat menunjukkan sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat mengurangi jerawat dan meningkatkan perbaikan jaringan kulit.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel