20 Tanda Dehidrasi saat Puasa, Perhatikan Warna Urine

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Tanda dehidrasi saat puasa harus dikenali betul agar tak berisiko menyebabkan masalah kesehatan lain. Saat melaksanakan ibadah puasa, waktu mengonsumsi makanan dan minuman memang dibatasi. Inilah yang kerap menjadi biang masalah dehidrasi.

Banyak orang belum paham pola konsumsi cairan saat puasa yang benar. Ketua Indonesian Hydration Working Group, Diana Sunardi, mengatakan tubuh membutuhkan asupan air yang cukup agar organ tetap dapat berfungsi dengan baik.

Seseorang yang mengalami adanya tanda dehidrasi saat puasa, biasanya akan merasa sering bingung, sakit kepala sebelah kanan, lemas, kulitnya kusam, mudah gatal, sampai mengalami demam. Selain itu, tanda dehidrasi saat puasa bisa terlihat dari warna urine seseorang.

Bagi yang merasakan tanda dehidrasi saat puasa, ada baiknya untuk membatasi aktivitas. Lalu perbaiki pola makanan dan minum saat sahur dan berbuka. Bila sudah sangat parah, mulai penuhi cairan dengan elektrolit dan segera lakukan pemeriksaan ke dokter.

Perbaiki dengan mengonsumsi dua gelas saat berbuka, empat gelas sepanjang malam sampai tidur, dan dua gelas saat sahur. Berikut Liputan6.com ulas tanda dehidrasi saat puasa dari berbagai sumber, Sabtu (10/4/2021).

Tanda Dehidrasi Saat Puasa

Ilustrasi Bingung. Credit: pexels.com/Kaique
Ilustrasi Bingung. Credit: pexels.com/Kaique

1. Kebingungan

Tanda dehidrasi saat puasa yang pertama adalah kebingungan. Otak manusia terdiri dari 73 persen air. Itu sebabnya minum air dan mengonsumsi makanan yang penuh air dapat membantu otak bekerja lebih baik.

Dehidrasi sangat berisiko terjadi saat tengah berpuasa, mengingat mengonsumsi air tak bisa dilakukan sewaktu-waktu. Biasanya, tanda dehidrasi saat puasa adalah seseorang merasa bingung tentang mengapa dan apa yang sedang terjadi. Dampak terburuk dehidrasi, yakni pingsan.

Solusi bisa mendapati tanda dehidrasi saat puasa adalah pastikan ketika sahur dan berbuka memperhatikan asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi. Lakukan rehidrasi dengan memperlambat minum air dan mengonsumsi makanan yang kaya air, seperti mentimun, semangka, tomat, stroberi, apel, dan anggur.

2. Demam dan Mengigil

Demam dan mengigil erat dikaitkan dengan flu atau infeksi telinga. Meski demikian, keduanya bisa menjadi tanda dehidrasi saat puasa juga. Tanda dehidrasi saat puasa ini tergolong yang parah, jangan diremehkan.

Ketika tubuh tidak memiliki cukup cairan, sulit untuk mempertahankan suhu tubuh yang teratur. Kondisi dari tanda dehidrasi saat puasa inipun dapat berakibat hipertermia dan gejala seperti demam termasuk kedinginan.

Tanda Dehidrasi Saat Puasa

Ilustrasi Kulit Kusam. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Kulit Kusam. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

3. Kulit Kusam

Dehidrasi memengaruhi kemampuan kulit untuk melakukan fungsi-fungsi penting, seperti pergantian sel. Tanda dehidrasi saat puasa sangat bisa terlihat pada kulit seseorang, seperti terlihat kusam.

Dehidrasi akan menurunkan volume aliran darah ke kulit, membuat kulit terlihat lebih pucat. Dehidrasi kronis yang parah dapat menyebabkan kerusakan permanen, seperti garis-garis halus, kulit kendur, dan bahkan kerak-kerak dan kerutan.

4. Kulit Sensitif

Bukan hanya kulit yang kusam. Tanda dehidrasi saat puasa adalah menyebabkan kulit seseorang lebih sensitif. Menurut International Dermal Institute, "Kekeringan dan dehidrasi adalah prekursor bagi kulit yang peka."

Ketika penghalang kelembaban kulit terganggu, ia tidak dapat melindungi dirinya dari stres eksternal. Inilah pentingnya mengenali tanda dehidrasi saat puasa dari kondisi kulit seseorang, agar lebih waspada.

Dehidrasi bisa membuat kulit mudah iritasi. Bakteri dan polusi dapat menembus lapisan terluarnya. Gejala terburuk adalah kemerahan, gatal dan iritasi. Kulit yang gatal tanpa disertai benjolan atau bentol merah bisa menjadi tanda dehidrasi.

Tanda Dehidrasi Saat Puasa

Ilustrasi Obesitas. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Obesitas. Credit: pexels.com/pixabay

5. Obesitas

Tanda dehidrasi saat puasa bisa terlihat dari indeks massa tubuh seseorang, mulai perhatikan berat badan. Dalam sebuah studi yang dilakukan asisten profesor kedokteran dari University of Michigan, dr. Tammy Chang diketahui bahwa ada hubungan antara dehidrasi dan kelebihan berat badan atau obesitas.

“Kami menemukan bahwa orang dewasa (di Amerika) yang tidak terhidrasi Indeks Massa Tubuh (IMT) atau Body Mass Index (BMI) tinggi dibandingkan mereka yang terhidrasi," jelas dr. Tammy seperti dikutip laman Today.com.

IMT yang tinggi dilihat dari seberapa pekatnya warna urine (yang menunjukkan tanda apakah seseorang terhidrasi atau tidak). Kemudian para peneliti membandingkan dengan IMT yang mengukur lemak berdasarkan tinggi dan berat badan. Hasilnya ditemukan bahwa orang yang terhidrasi memiliki IMT lebih baik.

6. Detak Jantung Cepat

Merasakan detak jantung adalah hal yang lumrah. Lain halnya bila detak yang dirasakan lebih cepat sampai menyebabkan sesak napas. Apalagi bila kondisi ini terjadi saat seseorang sedang melaksanakan ibadah puasa.

Hal ini menjadi tanda dehidrasi saat puasa. Ya, artinya tubuh sedang mengalami dehidrasi parah. Jumlah elektrolit yang terkuras dapat memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah.

Agar fungsi jantung, hati, ginjal, dan paru-paru berfungsi baik perlu asupan cairan yang cukup. Jika tanda dehidrasi saat puasa ini dirasakan, alangkah baiknya segera mengunjungi dokter untuk mendapatkan pemeriksaan menyeluruh dan arahan.

Tanda Dehidrasi Saat Puasa

Ilustrasi Air Putih. Credit: pexels.com/LisaFotius
Ilustrasi Air Putih. Credit: pexels.com/LisaFotius

7. Warna Urine Kuning Amber

Tanda dehidrasi saat puasa bisa terlihat dari warna urine. Salah satunya warna urine berupa kuning amber hingga kuning sedikit gelap menyerupai warna tembaga. Kondisi warna urine seperti ini menandakan bahwa tubuh sedang mengalami kekurangan cairan.

Saat tanda dehidrasi saat puasa ini terjadi, atur pola minum air putih untuk sahur dan berbuka sebagaimana mestinya. Cukupi porsi tepatnya dengan minum air secara langsung atau dari buah, sayur, dan sup. Jangan sampai terlambat menangani masalah dehidrasi saat puasa ini, ya.

8. Warna Urine Oranye Gelap

Kali ini warna urine oranye gelap kecokelatan yang menjadi tanda dehidrasi saat puasa. Kondisi ini, dapat diketahui bahwa tubuh sedang mengalami dehidrasi parah. Biasanya, kondisi ini terjadi saat seseorang mengalami gejala muntah, demam, dan diare.

Meski demikian, hal ini berisiko menjadi tanda dehidrasi saat puasa juga. Beberapa gejala tersebut yang menyebabkan tubuh semakin banyak kehilangan cairan. Ada baiknya ketika sedang berpuasa dan mengalami hal yang sudah disebutkan, penuhi asupan cairan tubuh terlebih dahulu.

Tanda dehidrasi saat puasa ini tergolong sudah sangat parah. Orang dewasa yang mengalami kondisi ini bisa segera pulih dengan banyak mengonsumsi air yang mengandung elektrolit. Sedangkan pada anak-anak, kondisi dehidrasi dapat diatasi dengan memberikan obat rehidrasi oral.

Tanda Dehidrasi Saat Puasa Lainnya

Ilustrasi Sakit Kepala. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio
Ilustrasi Sakit Kepala. Credit: pexels.com/AndreaPiacquadio

9. Selalu haus.

10. Merasa tidak nyaman.

11. Kehilangan nafsu makan dan timbul rasa mual.

12. Kesulitan dalam melakukan aktivitas fisik.

13. Sulit berkonsentrasi.

14. Pusing dan lemas.

15. Kesulitan bernapas saat berolahraga atau melakukan aktivitas fisik berat.

16. Kesulitan mengatur suhu tubuh.

17. Kram otot.

18. Kebingungan dan kurangnya kesaradan terhadap lingkungan (delirium).

19. Turunnya volume darah yang diedarkan ke seluruh tubuh.

20. Gagal ginjal.