200 Tanah Suami Airin, dari Banten sampai Melbourne

TEMPO.CO, Jakarta - Jejak harta adik Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Tubagus Chaeri Wardana, tidak cuma berupa perusahaan dan belasan mobil mewah, seperti Lamborgini seharga Rp 12,5 miliar. Lelaki yang juga suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany ini rupanya juga punya ratusan lahan yang tersebar di Indonesia dan Australia.

Komisi Pemberantasan Korupsi menemukan jejak harta yang berlimpah itu saat mereka menggeledah kantor PT Bali Pacific Pragama selama 20 jam, sepanjang Senin hingga Selasa lalu di gedung The East, Mega Kuningan, Jakarta. Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan 200 lembar sertifikat tanah atas nama Chaeri yang berlokasi di Melbourne, Australia; Jakarta; dan Banten.

"Sertifikat itu terkait dengan proyek yang akan dan sudah digarap Chaeri," kata sumber Tempo.

Chaeri diduga mendapatkan banyak harta terkait kekuasaan keluarganya di daerah Banten. Penyidik KPK menemukan jejak pungutan dari setiap proyek yang digarap oleh perusahaan keluarga Chaeri. Suap itu mengalir sejak 2004.

Tubagus Chaery Werdana ditangkap KPK karena tersangkut kasus dugaan suap Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif Akil Mochtar. Dia diduga mengalirkan uang kepada Akil Mochar untuk memenangkan koleganya di pemilihan kepala daerah Lebak, Banten. Dia ditangkap saat baru pulang dari Singapura pada tanggal 2 Oktober 2013 sekitar pukul 19.00 WIB. Saat sampai di rumah pukul 22.00 WIB, KPK langsung menahannya.

Dalam penggeledahan di rumahnya di Jalan Denpasar, Jakarta Selatan, KPK juga menemukan 11 mobil mewah. Mobil mewah itu antara lain dua unit Ferrari warna merah, Lamborghini Aventandor, sedan Nissan GTR warna putih, satu Bentley, satu Rolls Royce. Mobil itu sering digunakan ngebut oleh Chaeri pada malam minggu.

ANTON APRIANTO | CHETA NILAWATY | SUNDARI | EFRI R

Berita Terpopuler Lainnya

Gaji Hakim Konstitusi Cukup buat Lima Istri

Saat Pimpin Sidang, Akil Kerap Bercanda Soal Duit

Narkoba di Meja Akil Dibungkus Plastik Obat MK-RI

Tiga Sopir Ketiban 'Pulung' dari Kasus Tuannya

Luthfi: Bunda Putri Dekat dengan SBY

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.