2012, Suhu Politik Bakal Memanas

Laporan Wartawan Tribunnews.com Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengamat politik dari Lembaga Survey Indonesia (LSI) Burhanuddin Muhtadi memprediksi tarik menarik kepentingan poltik, di tahun depan tak bisa dihindari.  Tarik menarik kepentingan elit ini menyusul kegagalan SBY mengelola koalisi.

"Kegagalan SBY mendisiplinkan koalisi. Karakter SBY yang lembek, termasuk persoalan sistem, mengakibatkan banyaknya aktor politik yang bermain. Case-nya banyak, yang paling kelihatan, di 2012 adalah kegagalan SBY dan kasus politik dan hukum akan datang yang  berhamburan," ujar Burhanuddin saat menjadi pembicara pada sukuran IPI (Indonesia Political Institute) di Jakarta, Selasa (27/12/2011).

Ia mengatakan, penanganan skandal bailout bank century, mafia pajaka bakal menjadi batu sandungan pemerintahan SBY-Boediono. Apalagi, banyak partai koalisi yang menginginkan keluar dari Setgab koalisi.

"Itu semua, bentuk kegagalan yang komplit dari kepemimpinan SBY. Secara ril, SBY hanya ditopang oleh Demokrat dan PAN. Yang lain, semuanya dua kaki, konteks saling sandera, karena tak ada elit yang otentik, elit punya kasus century, Ical kasus lapindo, PAN punya kasus KRL, Prabowo, Wiranto punya kasus HAM dan Megawati soal kasus realese dan discharge," paparnya seraya menyebut, posisi partai politik saat ini semakin kuat.

"Sekarang posisi partai kuat sekali, mulai dari masalah ingin menjadi presiden, sampai jadi dubes, sampai ingin jadi panglima. Parpol memegang kekuasaan yang sangat luar biasa. Demokrasi didrive oleh partai. Partai menjadi idola semua elit untuk masuk ke dalam proses apapun," sergahnya.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.