2012 Tahun Paling Mematikan Bagi Jurnalis

Wina (AFP/ANTARA) - 2012 adalah “tahun paling mematikan bagi jurnalis,” kata Institusi Pers Internasional (IPI) pada Senin, dengan jumlah kematian tertinggi yang tercatat sejak pengawas media mulai melakukan perhitungan tahunannya.


Tahun 2012 “ditandai oleh kebenaran yang mengerikan dan mengganggu: 132 jurnalis tewas saat bertugas atau sebagai konsekuensi atas laporan mereka pada 2012,” kata IPI dalam sebuah pernyataan yang diunggah di situsnya.


Angka tertinggi sebelumnya adalah 110 kematian pada 2009. Tahun lalu (2011), 102 jurnalis tewas.


“Hampir tidak bisa dipercaya bahwa ada banyak jurnalis meninggal tahun ini,” kata direktur eksekutif IPI, Alison Bethel McKenzie.


Sedikitnya 31 jurnalis dan delapan citizen repoter tewas di Suriah pada 2012, sementara 16 orang lainnya tewas di Somalia.


Pengawas yang berbasis di Wina itu mulai melakukan pelacakan kematian sejak 1997.


Sejumlah jurnalis juga tewas di Brazil, Honduras, Meksiko, Pakistan, Filipina dan negara-negara lain yang secara umum dianggap berbahaya bagi media.


Turki dikritik karena memiliki jumlah tertinggi jurnalis yang dipenjara, dengan jumlah 70 wartawan berada di dalam sel tahanan.(kn/pt)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.