2014, Tarif Listrik Non Subsidi Diusulkan Naik

  • Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    Tempo
    Istana Tolak Akuisisi BTN, Dahlan: Sayang Sekali

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan menyayangkan penolakan Istana atas akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri. "Sayang sekali sebenarnya. Momentum yang sangat baik tidak bisa kita manfaatkan," kata Dahlan kepada wartawan melalui pesan pendek pada Rabu, 23 April 2014. …

  • Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    Merdeka.com
    Dahlan Iskan melawan SBY dan Dipo Alam

    MERDEKA.COM. Kemarin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Sekretaris Kabinet (Setkab) Dipo Alam meminta Menteri BUMN Dahlan Iskan menunda rencana privatisasi PT. Bank Tabungan Negara (BBTN). …

  • Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    Merdeka.com
    Dahlan beberkan kekecewaannya saat SBY tak restui BTN diakuisisi

    MERDEKA.COM. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta agar rencana akuisisi lebih dari 60 persen saham pemerintah di Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri ditunda. Soalnya, wacana itu dinilai sudah meresahkan masyarakat. …

TEMPO.CO , Jakarta:Pemerintah mengusulkan kenaikan tarif listrik untuk pelanggan golongan tertentu pada 2014. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengatakan, penyesuaian tarif listrik ini dikhususkan bagi empat golongan tarif non subsidi

"Tarif dasar listrik (TDL) empat pelanggan tersebut naik hingga ke harga keekonomiannya," kata Jero Wacik saat rapat kerja dengan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Rabu, 4 September 2013.

Kenaikan tarif tersebut akan diberlakukan bagi golongan rumah tangga besar (R3) dengan daya 6600 voltampere (VA) ke atas, pelanggan bisnis menengah (B2) dengan daya 6600-200.000 VA, pelanggan bisnis besar (B-3) dengan daya di atas 200.000 VA, dan pelanggan kantor pemerintah sedang (P-1) dengan daya 6600-200.000 VA.

Kendati demikian, implementasi usulan tersebut masih akan melalui pembahasan lebih lanjut lagi. Sebab, penyesuaian tarif listrik tersebut baru berlaku apabila terjadi perubahan indikator ekonomi makro, yakni nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia, dan inflasi.

Pada 2013, pemerintah telah menaikkan tarif listrik rata-rata 15 persen. Kenaikan tersebut diterapkan setiap tiga bulan sekali dengan rata-rata 4,3 persen yakni per 1 Januari, 1 April, 1 Juli, dan 1 Oktober.

Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM No 30 Tahun 2012 tentang Tarif Tenaga Listrik yang Disediakan PLN. Berdasarkan keputusan tersebut, seluruh golongan pelanggan listrik mengalami kenaikan tarif kecuali 450 VA dan 900 VA.

AYU PRIMA SANDI

Topik terhangat:

Delay Lion Air | Jalan Soeharto | Siapa Sengman | Polwan Jelita | Lurah Lenteng Agung

Berita Terpopuler Lainnya

Haji Lulung: Ahok Jangan Celetak Celetuk Slengean

Keluhan Polwan: Sulit Tolak Atasan

Harrison Ford Ngopi di Jakarta Bikin Heboh Twitter

Kisah Penumpang Lion Air Tidur di Landasan

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

Memuat...