2020, Adira Finance Restrukturisasi Kredit Terdampak Pandemi Rp18,9 T

Raden Jihad Akbar, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 1 menit

VIVA – PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk atau Adira Finance mencatat, telah melakukan restrukturisasi kredit para konsumen yang terkena dampak langsung dari pandemi COVID-19 sebesar Rp18,9 triliun pada 2020..

Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila, memastikan bahwa hingga akhir Desember 2020, jumlah nasabah yang pinjamannya telah direstrukturisasi telah mencapai sebanyak 827 ribu kontrak kredit.

"Atau sekitar Rp18,9 triliun mewakili sekitar 35 persen dari piutang yang dikelola per Februari 2020," kata Made dalam telekonferensi di acara media update kinerja Adira Finance 2020, Senin 22 Februari 2021.

Baca juga: Blibli Sediakan Lapak Digital Khusus Produk UMKM Sumut, Promo 25%

"Seiring waktu, sekitar 80 persen dari pinjaman nasabah yang telah direstrukturisasi, juga telah mulai dibayar kewajiban cicilan nya," ujarnya.

Selain itu, dia juga menjelaskan bahwa biaya kredit perusahaan termasuk piutang pembiayaan bersama, tercatat naik menjadi 6,4 persen atas total piutang yang dikelola pada tahun 2020. "Hal itu seiring dengan kondisi lingkungan bisnis yang terus memburuk di sepanjang tahun 2020," kata Made.

Sementara itu, non performing loan (NPL) Adira tercatat mencapai sebesar 1,9 persen dari piutang yang dikelola, atau lebih rendah dibandingkan dengan industri pembiayaan yang mencapai sekitar 4,0 persen.

Hal itu dikatakan Made sebagai prioritas perusahaan, untuk memperoleh likuiditas yang cukup guna memenuhi semua kewajiban keuangan dan pendanaan untuk kebutuhan bisnis mereka.

Dalam memperoleh kebutuhan pendanaan, lanjut Made, Adira Finance tercatat telah berhasil menerbitkan obligasi pada bulan Juni 2020, yang mencapai sebesar 1,5 triliun dengan rincian Rp1,3 triliun konvensional dan Rp200 miliar sukuk.

Di sisi lain, Adira diakui Made juga telah menggunakan fasilitas pinjaman sindikasi (syndicated loan) luar negeri sebesar US$300 juta. Di mana, pinjaman ini telah sepenuhnya dilakukan lindung nilai (fully hedged), baik dari pokok maupun suku bunganya.

"Adira Finance juga mendapatkan dukungan standby facility setara dengan US$280 juta," ujarnya.