2020, Jelajahi Surabaya Bakal Lebih Mudah lewat Aplikasi

Liputan6.com, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya tengah membuat aplikasi yang mengenalkan secara detil tentang potensi wisata yang ada.

Kepala Dinkominfo Kota Surabaya, M. Fikser mengatakan, dengan aplikasi tersebut, wisatawan bisa menjelajahi Kota Pahlawan, mulai dari tempat kuliner, kampung, kawasan heritage, serta pusat perbelanjaan.

"Banyak hal kita kenalkan. Kita koneksikan antara wisata satu dengan lainnya. Dengan aplikasi ini orang luar daerah atau wisatawan dapat akses dengan mudah untuk mendapatkan informasi seputar hotel, UKM dan agenda event tahunan Pemkot Surabaya.” kata Fikser, Jumat (15/11/2019).

Dia menuturkan, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Surabaya. Di antaranya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dishub), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Perdagangan (Disdag) untuk merealisasikan aplikasi tersebut.

"Jadi, nanti kalau orang datang ke Tugu Pahlawan, akan muncul notifikasi tempat wisata apa saja di sekitar situ, tempat shopping. Ada info-info lainnya dalam radius berapa kilometer dari tempatnya berdiri," ujarnya.

Kadinkominfo ini juga menuturkan, melalui aplikasi ini, pihaknya ingin mempromosikan tujuan wisata di Surabaya yang begitu banyak. Meski, ia mengakui, selama ini sudah banyak yang dilakukan para stakeholder atau pemangku kepentingan dalam mempromosikan sektor pariwisata.

"Tapi dengan aplikasi ini, kita buat lebih simpel dalam pemakaiannya. Kita bangun fitur-fitur dan desain yang menarik, dengan berbasis mobile,” ungkapnya.

Bakal Disampaikan kepada Biro Travel

Tugu Pahlawan Merah Putih di Surabaya, Jawa Timur. (Foto: Dok Humas Pemkot Surabaya)

Ia menyebut,  aplikasi yang kontennya jelajah Surabaya ini akan disampaikan ke biro-biro travel sehingga para guide yang membawa wisatawan bisa mengenalkannya.

"Ingin tahu Surabaya, apa saja wisatanya, kultur masyarakatnya, sampai pemerintahanya semua ada di situ. Bahkan, kalau mendapatkan kesulitan bisa menghubungi comand center di 112, atau ke media center Diskominfo," katanya.

Pria kelahiran Serui ini menambahkan, proses pembuatan aplikasi jelajah Surabaya ini sudah berlangsung sekitar satu bulan. Ia berharap, Desember nanti sudah bisa diluncurkan. Pada Januari 2020, aplikasi ini sudah bisa dimanfaatkan.

"Sebenarnya di beberapa  OPD sudah ada, aplikasi UKM di Disdag, kemudian Disbudpar, dan Dishub untuk Bus Suroboyo. Kita akan konektingkan semuanya, menghubungkan semua aplikasi itu menjadi satu,” pungkasnya. 

 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini