2021 Alumni Kartu Prakerja Bisa Langsung Didaftarkan Kerja

Dusep Malik, Arrijal Rachman
·Bacaan 1 menit

VIVA – Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja menyatakan akan terus menyempurnakan ekosistem dari program tersebut. Salah satunya caranya bekerjasama dengan situs pencarian kerja.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Puspa Purbasari, menjelaskan dengan kerja sama itu maka para alumni program kartu prakerja akan cepat mendapat informasi lowongan pekerjaan.

"Tahun depan kartu prakerja akan mengembangkan ekosistemnya dengan job platforms untuk memberikan job info maupun job matching," kata dia, Selasa 3 November 2020.

Menurutnya, dengan program kerja sama tersebut, para alumni prakerja yang memiliki sertifikat digital, akan bisa dengan mudah didaftarkan kerja secara langsung oleh situs pencari kerja.

Sebab, situs tersebut telah memiliki kecerdasan buatan untuk mencocokan unggahan lowongan pencarian kerja oleh pemberi kerja dengan data-data para pencari kerja yang mendaftar di situs mereka.

"Artificial intelligence yang dimiliki job platform akan langsung menyodorkan CV adik-adik ini kepada mereka dan kemudian tinggal perusahaan itu menghubungi adik-adik apakah akan wawancara atau tidak," tuturnya.

Meski demikian, dia menegaskan program ini tidak didesain untuk memberikan jaminan bahwa para pesertanya akan langsung dan pasti mendapat pekerjaan, sebab universitas saja tak ada yang kasih jaminan itu.

"S1 yang empat tahun pun tidak ada universitas yang menjamin. Pekerjaan itu sebuah konsep yang dinamis dan kita secara kompetitif mendapatkannnya, we have to earn bukan untuk berharap dikasih," ucap dia.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah telah membuka kembali gelombang ke-11 program kartu prakerja untuk menjaring para peserta. Komite Cipta Kerja telah menetapkan gelombang tersebut dibuka sejak Senin, 2 November 2020.

Denni mengatakan bahwa dalam waktu kurang dari 24 jam peserta yang telah mendaftar untuk masuk gelombang 11 mencapai 5,5 juta orang.

Adapun jumlah kuota yang disediakan hanya 400 ribu. Oleh sebab itu, Denni meminta para pendaftar untuk bersabar dalam proses seleksi dan dipastikan yang telah masuk gelombang sebelumnya tidak bisa lagi diterima. (ren)