203 Titik Api 'Kepung' Sumatera

REPUBLIKA.CO.ID,PADANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Padang, Sumatera Barat, mendeteksi 203 titik api di Sumatera. Temuan ini berdasarkan pemantauan yang dilakukan dengan satelit NOAA.

"Keberadaaan titik api tersebut tersebar di Provinsi Sumatera Selatan, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Riau menyebabkan daerah tersebut diselimuti kabut asap," kata Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Padang, Syafrizal, di Padang, Selasa.

Ia mengatakan hampir sebagian besar titik api tersebut berada di Provinsi Sumatera Selatan yang memicu terjadinya kabut asap hingga ke Sumatera Barat. Namun, hingga saat ini jarak pandang masih berkisar 10 kilometer di mana masih aman untuk penerbangan.

BMKG tidak dapat memastikan apakah titik api itu berasal dari kebakaran hutan atau aktivitas masyarakat yang sengaja melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Menurutnya, kabut asap tersebut dapat diatasi jika terjadi hujan sehingga titik api yang menjadi pemicu akan padam.

"Dalam kondisi cuaca yang panas dan kering, kebakaran hutan sangat mudah terjadi. Karena itu, masyarakat diminta untuk waspada," kata dia.

Untuk wilayah Sumatera Barat, kabut asap merata tersebar menyelimuti seluruh daerah itu. Hal tersebut menyebabkan jarak pandang sejauh 10 kilometer. Belum ada keluhan dari pengelola Bandara Internasional Minangkabau terkait keberadaan kabut asap tersebut. "Aktivitas penerbangan belum terganggu karena Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padangpariaman juga telah dilengkapi sistem instrumen pendaratan yang membantu pendaratan pesawat," kata dia.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.