204 Bus Shalawat Siap Layani Jemaah di Makkah, Cek Rute dari Warna Stikernya

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 204 bus shalawat akan melayani jemaah haji Indonesia selama berada di Makkah. Bus shalawat menjadi transportasi yang mengantarkan jemaah dari maktab atau penginapan ke Masjidil Haram dan sebaliknya selama di Makkah.

"Kita baru saja melakukan simulasi angkutan bus shalawat mulai dari depan Kantor Daerah Kerja Makkah menuju terminal Jiad. Kita cek juga jalur layanan dari terminal Jiad menuju Misfalah. Insya Allah, bus shalawat dan petugas siap sambut dan layani jemaah di Makkah," jelas Kepala Daker Makkah Muhammad Khanif di Misfalah, Makkah, Minggu (12/6).

Bus akan melayani jemaah selama 24 jam dan tidak dipungut biaya apapun alias gratis. Adapun kapasitas bus untuk 70 orang.

Pantauan di lapangan, badan bus mayoritas berkelir hijau itu ditempelkan stiker bertulis 'Indonesia'

"204 Bus shalawat siap antar jemput jemaah Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram," imbuh Khanif.

Bus shalawat akan melayani lima rute. Rute yang dilewati bus disesuaikan dengan sektor atau letak penginapan.

Rute pertama, Mahbas Jin-Bab Ali. Sebanyak 16 bus disiapkan untuk melayani 19.288 yang tersebar di enam hotel di wilayah Mahbas Jin. Ada tiga halte pemberhentian yang telah disiapkan.

"Rute ini merupakan rute bersama. Setiap negara yang jemaahnya melalui rute ini harus menyiapkan bus. Dan bus yang melalui jalur ini, bisa digunakan seluruh jemaah haji dari berbagai negara," terangnya.

Kedua, rute Syisyah-Syib Amir. Ada 29 bus yang disiapkan untuk melayani 11.428 jemaah yang tinggal di 9 hotel wilayah Syisyah. Di sini disiapkan tiga halte pemberhentian.

Ketiga, rute Raudhah-Syieb Amir. Total ada 53 bus untuk 21.015 jemaah yang tinggal di 6 hotel wilayah Raudhah, dengan lima halte pemberhentian.

Keempat, rute Jarwal-Syieb Amir. Rute ini akan melayani 24.904 jemaah yang tinggal di dua hotel wilayah Jarwal. Total ada 62 bus dengan dua halte.

Kelima, rute Misfalah-Jiad. Rute ini melayani 17.550 jemaah. Mereka tinggal di 13 hotel wilayah Misfalah dengan tujuh halte pemberhentian.

"Bus dilengkapi air conditioner (AC), tombol darurat pembuka pintu, GPS, serta alat pemecah kaca," jelasnya.

Kenali Warna Stiker Bus

stiker bus rev1
stiker bus rev1.jpg

Kepala Seksi Transportasi Daker Makkah Asep Subhana menambahkan, untuk memudahkan jemaah mengenali, setiap bus dipasang stiker dengan desain dan warna yang berbeda-beda. Stiker itu berisi informasi rute, nomor rute, dan warna rute.

Stiker berwarna putih untuk rute Mahbas Jin-Bab Ali dengan nomor bus 1.

Stiker berwarna biru dengan rute Syisyah-Syib Amir untuk nomor bus 2.

Kemudian stiker berwarna hijau untuk rute Raudhah-Syib Amir atau nomor 3.

Lalu rute Jarwal-Syib Amir dengan warna stiker hitam atau nomor 4.

Terakhir rute Misfalah-Jiad dengan stiker warna coklat atau nomor 5.

"Format stiker ini dibuat untuk memudahkan jemaah. Jika ada jemaah yang tidak bisa membaca tulisan rute, bisa mengingat nomor atau warna," terang Asep.

Setiap jemaah juga dibekali kartu yang sama dengan stiker bus shalawat. Hal itu untuk mempermudah jemaah mengingat bus atau rute yang akan dia naiki.

Bagi jemaah yang akan ingin melaksanakan salat fardu di Masjidil Haram dan ingin menggunakan bus shalawat, disarankan mengatur waktu sebaik mungkin untuk mencegah penumpukan penumpang di halte maupun bus.

"Jemaah agar datang lebih dini, jangan mendekati waktu azan. Sehingga tidak berebut dengan jemaah lain dan nyaman di Masjidil Haram," pesan Asep. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel