21 Perusahaan Antre IPO, BEI Sebut Ada dari E-Commerce

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mengantongi sejumlah nama-nama perusahaan yang berencana melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO). Hingga Selasa, 8 Juni 2021, setidaknya ada 21 perusahaan yang ada dalam pipeline IPO BEI.

"Saat ini terdapat 21 perusahaan yang telah melakukan pendaftaran pencatatan saham yang saat ini sedang dievaluasi oleh Bursa," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, dalam kepada awak media, Selasa (8/6/2021).

Nyoman mengatakan, dari 21 perusahaan bakal IPO itu ada yang merupakan perusahaan e-commerce. Namun, ia enggan membeberkannya lebih detil.

"Terkait dengan e-commerce dalam pipeline, terdapat e-commerce yang telah menyampaikan dokumen. Untuk nama calon perusahaan tercatat, Bursa belum dapat menyampaikan sampai dengan OJK telah memberikan persetujuan atas penerbitan prospektus awal kepada publik,” kata dia.

Sementara untuk perusahaan BUMN maupun anak cucunya, Nyoman mengatakan belum ada yang terdaftar di pipeline IPO Bursa saat ini. Adapun klasifikasi aset perusahaan dalam pipeline merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, sebagai berikut:

• 3 Perusahaan aset skala kecil (aset di bawah Rp 50 Miliar)

• 8 Perusahaan aset skala menengah (aset antara Rp 50 Miliar hingga Rp 250 Miliar)

• 10 Perusahaan aset skala besar (aset diatas Rp 250 Miliar)

Sementara rincian sektornya adalah sebagai berikut:

• 2 Perusahaan dari sektor Basic Materials;

• 3 Perusahaan dari sektor Industrials;

• 1 Perusahaan dari sektor Transportation & Logistics;

• 3 Perusahaan dari sektor Consumer Non-Cyclicals;

• 2 Perusahaan dari sektor Consumer Cyclicals;

• 2 Perusahaan dari sektor Properties & Real Estate;

• 2 Perusahaan dari sektor Technology;

• 1 Perusahaan dari sektor Healthcare;

• 3 Perusahaan dari sektor Energy;

• 1 Perusahaan dari sektor Financials;

• 1 Perusahaan masih dalam proses evaluasi BEI.

Panca Anugrah Wisesa Catatkan Saham di BEI

Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja tengah melintas di bawah papan pergerakan IHSG usai penutupan perdagangan pasar modal 2017 di BEI, Jakarta, Jumat (29/12). Perdagangan saham di penghujung tahun ini ditutup langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Sebelumnya, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk mencatatkan saham perdana di papan akselerasi pada perdagangan Selasa, 8 Juni 2021. Perseroan mencatatkan saham perdana dengan memakai kode MGLV di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Mengutip laman BEI, PT Panca Anugrah Wisesa Tbk mencatatkan saham sebanyak 1,90 miliar saham. Jumlah saham yang akan dicatatkan terdiri dari saham pendiri sebanyak 1,50 miliar saham dan penawaran umum 400 juta saham dengan nilai nominal Rp 20 per saham.

Harga penawaran saham sebesar Rp 135 per saham. Total dana yang diraup dari penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) sekitar Rp 54 miliar.

Selain itu, perseroan juga menerbitkan waran sebanyak 400 juta waran. Harga pelaksanaan warna seri I sebesar Rp 200 per saham. Perseroan membagikan waran dengan rasio 1:1.

Adapun jadwal saham dan waran antara lain:

-Tanggal pencatatan saham dan waran seri I pada 8 Juni 2021

-Tanggal mulai perdagangan saham dan waran seri I pada 8 Juni 2021

-Tanggal berakhir perdagangan waran di pasar tunai pada 9 Juni 2022

-Tanggal awal pelaksanaan waran seri I pada 10 Desember 2021

-Tanggal akhir pelaksanaan waran seri I pada 10 Juni 2022

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel