21 ribu usaha kuliner manfaatkan Wahyoo

Saat ini sedikitnya 21.000 usaha kuliner di Indonesia telah memanfaatkan layanan Wahyoo untuk mengoptimalkan jaringan distribusi serta layanan menggunakan teknologi berbasis aplikasi.

Dengan menggunakan aplikasi Wahyoo, pelaku usaha kuliner mengaku bisa mendapatkan bahan baku berkualitas dengan harga bersaing, selain juga mudah karena berbasis aplikasi.

"Dengan belanja di Wahyoo, saya bisa mendapatkan banyak sekali harga-harga yang stabil dan bersaing dibandingkan pasar yang cenderung kurang stabil," kata Karis, salah satu mitra Wahyoo Kitchen Partner yang sekarang mengelola bisnis kuliner Bebek Goreng Bikin Tajir (BGBT), dalam siaran pers diterima di Jakarta pada Kamis.

Wahyoo juga memiliki banyak program dan bonus yang membuat belanja menjadi lebih untung. "Saya juga tidak perlu pergi ke pasar lagi karena Wahyoo bisa mengantar langsung ke lokasi usaha kuliner saya tanpa dipungut ongkos pengiriman," jelas Karis.

Selain mengelola BGBT, Karis juga mengelola dua merek kuliner lainnya yakni Ayam Paduka dan Bakso Bikin Tajir yang secara keseluruhan telah memiliki 200 outlet di Jabodetabek, Semarang, Bali, dan wilayah lainnya.

Baca juga: Wahyoo dan Bank Mandiri gelar kompetisi UMKM kuliner

Baca juga: Warteg digital Wahyoo rilis "Bakwan Jagung" berisi tiga fitur baru

Layanan pengantaran bahan baku Wahyoo dinilai menguntungkan para mitra. Hal ini menunjang efisiensi waktu dan pengeluaran karena para mitra tidak perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi maupun menghabiskan banyak waktu untuk berbelanja secara manual.

Wahyoo juga menawarkan berbagai keuntungan berbelanja bagi mitra, seperti loyalty program, cashback saldo dompet Wahyoo, dan fitur pembayaran dengan tempo tujuh hari.

"Bisnis Bebek Goreng Bikin Tajir saya juga sangat berdampak kepada saya di mana sekarang bisa membantu membeli kebutuhan sehari-hari serta membantu kebutuhan usaha anak saya. Omset usaha saya juga meningkat sejak bekerjasama dengan Wahyoo dan membuka Bebek Goreng Bikin Tajir," jelas Karis.

Wahyoo memberikan kesempatan bagi para mitra untuk menambah pendapatan dengan membuka usaha kuliner yang dikelola melalui Wahyoo Kitchen Partner.

Konsep bisnis yang ditawarkan oleh Wahyoo Kitchen Partner tersebut menyerupai tren cloud kitchen atau ghost kitchen yang tengah marak di era digitalisasi ini.

Hal ini berarti mitra hanya perlu mengoptimalkan kapasitas dapur dari bisnis yang telah tersedia untuk dapat menjual menu tambahan dari brand Wahyoo Kitchen Partner.

Sistem bisnis ini memiliki berbagai keuntungan bagi pengusaha kuliner, seperti menghemat modal, minim risiko, dan kesempatan untuk lebih berfokus pada operasional serta kualitas produk.

Sementara fitur Dompet Wahyoo memungkinkan para mitra bisa menggunakan QRIS Wahyoo sebagai salah satu metode pembayaran pelanggan usaha kuliner. Hal ini dirasa menguntungkan oleh para pengusaha, khususnya bagi yang secara aktif berbelanja bahan baku melalui Wahyoo.

"Fitur Wahyoo yang paling menguntungkan adalah Dompet Wahyoo karena terintegrasi dengan pembayaran QRIS Wahyoo. Pembayaran oleh pelanggan di QRIS Wahyoo langsung masuk ke dompet Wahyoo saat itu juga sehingga bisa langsung dipakai untuk belanja tanpa harus menunggu waktu penerimaan dana yang umumnya memakan waktu 1-2 hari," kata Ng Ay Hiong, pemilik RM Anugrah yang menjadi mitra Wahyoo.

Demi memberikan pelayanan terbaik bagi para Mitra, Wahyoo terus mengoptimalkan layanan penyediaan bahan baku, khususnya dalam hal pengiriman. Di sisi lain, Wahyoo Kitchen Partner akan turut menambah 10 brand-brand baru guna memberikan pilihan yang lebih luas bagi para mitra yang ingin bekerja sama.

Wahyoo juga mencatatkan pertumbuhan 40 persen dari sisi pelanggan dan pendapatan dari kuartal IV 2021 ke kuartal I 2022.

Baca juga: Gibran perkenalkan diri sebagai investor Wahyoo

Baca juga: Menparekraf dan pelaku usaha bahas potensi kuliner nusantara

Baca juga: Zenius sediakan pelatihan usaha kuliner ala chef

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel