22 Makanan Khas Jawa Tengah yang Terkenal Enak dan Unik

·Bacaan 7 menit

Liputan6.com, Jakarta Makanan khas Jawa Tengah merupakan salah satu daya tarik wisata untuk mengunjungi suatu daerah. Tentunya kurang lengkap berwisata tanpa mencicipi makanan khas dari daerah yang kamu kunjungi tersebut.

Setiap daerah memiliki makanan khas dengan cita rasa tersendiri. Apalagi, di Jawa Tengah banyak makanan khas yang unik dan terkenal. Bagi wisatawan, tentunya merupakan suatu pengalaman tersendiri untuk mencoba merasakan makanan daerah di tempatnya langsung.

Makanan Khas Jawa Tengah mungkin sudah terkenal di nusantara karena kelezatannya. Wisata kuliner ke daerah-daerah Jawa Tengah tentunya bisa menjadi pilihan kamu saat liburan. Selain menikmati keindahan alam, kamu juga bisa menikmati cita rasa makanan khas yang menggugah selera.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (4/12/2020) tentang makanan khas Jawa Tengah.

Sate Buntel, Lumpia, dan Rondo Royal

Ilustrasi lumpia | Wikimedia Commons
Ilustrasi lumpia | Wikimedia Commons

Sate Buntel

Makanan khas Jawa Tengah yang pertama adalah Sate Buntel. Makanan ini merupakan wisata kuliner Solo yang sangat menggugah selera. Sate yang terbuat dari daging kambing cacah yang kemudian dibungkus dengan lapisan lemak tipis dan kemudian dibakar ini akan memberikan nuansa tersendiri bagi penikmatnya.

Lemak pembungkus yang terbakar menambah aroma dan mengundang kamu untuk segera menikmatinya. Dengan bumbu kecap, irisan bawang merah dan daun kol, serta jeruk nipis dan cabai rawit sebagai tambahan, lengkaplah sudah kepuasaan wisata kuliermu.

Lumpia

Makanan khas Jawa Tengah dari Semarang ini cocok dimakan saat masih hangat, ditambah lagi dengan cabai. Isian dari lumpia khas Semarang ialah rebung (bambu muda). Namun di setiap daerah berbeda, ada yang telur, daging ayam, udang, ataupun sayuran.

Rondo Royal

Makanan khas Jawa Tengah ini merupakan olahan tape singkong yang digoreng dengan adonan tepung. Rasanya manis, dan gurih. Pastinya Rondo Royal ini unik banget dan dapat menggoyang lidah, apalagi kuliner ini tidak ada di daerah lain.

Nasi Liwet, Nasi Tiwul, dan Karang Gesing

Nasi Liwet. (dok. screenshot vidio.com/kokiku.tv)
Nasi Liwet. (dok. screenshot vidio.com/kokiku.tv)

Nasi Liwet

Ketika kamu berkunjung ke Solo, sempatkan untuk mencoba Nasi Liwet. Nasi Liwet merupakan makanan tradisional khas Jawa Tengah yang sudah cukup populer di kalangan wisatawan, baik lokal maupun asing.

Nasi Liwet bisa dibilang mirip dengan nasi uduk. Hal ini dikarenakan cara memasak nasi yang menggunakan campuran santan dan daun pandan untuk membuatnya mejadi lebih gurih. Uniknya, Nasi Liwet kerap disajikan dengan menggunakan daun pisang.

Selain itu, Nasi Liwet juga diisi dengan campuran lauk seperti potongan ayam. Terkadang juga diberikan labu siam.

Nasi Tiwul

Makanan khas Jawa Tengah dari Solo ini berupa nasi liwet yang disajikan dengan potongan ayam dan labu siam.

Karang Gesing

Makanan khas Jawa Tengah yang patut untuk kamu coba adalah karang gesing. Beberapa orang menyangka bahwa makanan ini adalah olahan seafood.

Padahal, karang gesing adalah makanan khas dari Solo yang dibuat dengan bahan pisang. Pisang ini diolah dengan santan dan gula hingga memiliki rasa yang sangat gurih dan manis.

Nasi Gandul, Getuk, Wajik

Nasi Gandul khas Pati. (Liputan6.com/Asnida Riani)
Nasi Gandul khas Pati. (Liputan6.com/Asnida Riani)

Nasi Gandul

Makanan khas Jawa Tengah asal Pati adalah Nasi gandul. Nasi yang disajikan di daun pisang dengan lauk daging sapi disiram kuah segar. Dijamin bikin kamu ketagihan. Sajian kuliner ini juga sudah cukup terkenal. Hal ini dikarenakan Nasi Gandul memiliki cita rasa yang unik.

Adanya rasa gurih yang begitu kental hadir dalam setiap bulir nasinya. Gurihnya nasi ini dikarenakan dalam memasaknya menggunakan daun pandan. Selain bikin gurih, juga membuat nasi menjadi lebih wangi.

Nasi Gandul disajikan dengan aneka lauk seperti daging sapi yang sudah diolah, telur, dan disiram dengan kuah pedas yang makin menambah selera.

Getuk

Makanan khas Jawa Tengah ini adalah makanan yang bahan dasarnya singkong. Gethuk ini warna aslinya adalah putih, tapi sekarang sudah tersedia beragam warna agar lebih menarik.

Wajik

Wajik terbuat dari beras ketan yang dimasak dengan menggunakan gula jawa. Biasanya rasanya manis karena memakai gula jawa yang menjadikan rasanya khas. Tetapi sekarang banyak wajik yang warnanya bermacam-macam, ada hijau, pink, merah dan warna lainnya. Kalau yang warna-warni pemanisnya bukan menggunakan gula jawa, tapi gula pasir.

Soto Kudus, Mangut Beong, dan Brekecek

Mangut Beong. Foto: Yanuar H/ Liputan6.com.
Mangut Beong. Foto: Yanuar H/ Liputan6.com.

Soto Kudus

Makanan khas Jawa Tengah selanjutnya adalah Soto Kudus. Menariknya Soto Kudus dengan soto-soto yang lainnya adalah cara penyajiannya. Soto Kudus disajikan dengan menggunakan wadah kecil.

Soto Kudus menggunakan mangkuk kecil dalam penyajiannya. Walaupun disajikan dengan mangkuk kecil, rasa soto ini tak bisa ditandingi. Hal ini dikarenakan ada berbagai macam pilihan lauk yang bisa digunakan dalam semangkuk Soto Kudus.

Kamu bisa memilih Soto Kudus dengan daging sapi, daging kerbau, atau daging ayam. Kalau mau sensasi makan soto yang berbeda, kamu bisa memilih daging kerbau sebagai pilihannya.

Mangut Beong

Makanan khas Magelang ini memiliki rasa yang lezat. Ya, masakan ini terbuat dari daging ikan beong yang tidak begitu lembut dan tidak mudah hancur diolah.

Brekecek

Brekecek merupakan makanan khas dari daerah Cilacap. Walaupun namanya agak aneh, tapi kalau udah nyicipin rasanya, mungkin kamu bakal ketagihan.

Nasi Grombyang, Getuk Goreng, dan Garang Asem

Garang Asem
Garang Asem

Nasi Grombyang

Nasi Grombyang merupakan salah satu makanan khas Jawa Tengah, tepatnya dari daerah Pemalang. Asal mula nama makanan ini berasal dari cara penyajiannya yang unik. Nasi Grombyang disajikan dengan kuah yang lebih banyak daripada isinya, sehingga kelihatan grombyang-grombyang.

Kuliner ini merupakan campuran nasi dengan campuran daging kerbau dan kuah. Penyajiannya menggunakan mangkuk kecil yang ditambahkan dengan sate kerbau.

Getuk Goreng

Getuk goreng adalah makanan khas daerah Sokaraja, Banyumas, Jawa Tengah. Rasa getuk goreng ini adalah manis-manis gurih. Bahan untuk membuat getuk goreng adalah singkong dan rasa manisnya berasal dari gula Jawa atau gula merah.

Getuk goreng ini pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh Sanpirngad penjual nasi keliling pada tahun 1918. Selain nasi, dia juga menjual getuk, tapi getuk yang dijualnya tidak laku. Akhirnya, Sanpirngad memutar otak. Ia menggoreng gethuk yang tidak laku tadi. Ternyata, getuk yang digoreng tadi malah diminati oleh masyarakat.

Garang Asem

Garang asem mungkin sudah dikenal banyak orang, apalagi makanan ini sering kali menjadi makanan sehari-hari. Makanan khas Jawa Tengah ini berbahan dasar daging ayam yang dimasak bersama santan menggunakan daun pisang sebagai bungkusnya. Rasanya asam pedas.

Jenang Kudus, Tempe Mendoan, dan Enting-Enting Gepuk

Tempe Mendoan (Foto: Bintang.com/Daniel Kampua, Digital Imaging: Bintang.com/Nurman Abdul Hakim)
Tempe Mendoan (Foto: Bintang.com/Daniel Kampua, Digital Imaging: Bintang.com/Nurman Abdul Hakim)

Jenang Kudus

Jenang Kudus ini biasanya dijadikan oleh-oleh khas ketika sedang bepergian ke Kota Kudus. Jenang Kudus penyajian penjualannya dalam bentuk memanjang dan dibungkus pula menggunakan plastik bening.

Kamu bisa membeli dalam kiloan atau yang sudah dimasukkan ke dalam kotak kemasan. Jenang Kudus ini memiliki rasa manis dan teksturnya legit. Kelezatan rasa dari jenang sudah tersebar luas bahkan hingga mancanegara.

Tempe Mendoan

Makanan khas Jawa Tengah yang satu ini sangat terkenal sekali di daerah Banyumas dan Purwokerto. Bahkan di sebagian warung yang ada di daerah Jawa Tengah sebagaian besar menjual gorengan tempe mendoan. Sampai sekarang orang Banyumas dan Purwokerto menyebut tempe yang digoreng tepung tapi sampai garing juga disebut mendoan.

Enting-Enting Gepuk

Makanan khas Jawa Tengah enting-enting ini berasal dari Salatiga. Bahan dasarnya adalah kacang tanah yang digepuk atau ditumbuk kemudian dipadatkan. Tapi sebelumnya sudah dicampur dengan gula jawa dahulu agar semua menyatu.

Mie Ongklok dan Tahu Petis

Mie Ongklok khas Wonosobo. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Mie Ongklok khas Wonosobo. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Mie Ongklok

Makanan khas Jawa Tengah lainnya yang wajib dicobain adalah Mie Ongklok. Tepatnya, di daerah Wonosobo. Mie Ongklok merupakan kuliner mie yang disajikan dengan direbus dan diracik dengan menggunakan kol dan potongan daun kucai.

Hal unik dari makanan tradisional khas Jawa Tengah ini adalah penggunaan kuahnya. Kuah Mie Ongklok dibuat dengan menggunakan kanji. Hal ini membuat teksturnya menjadi lebih kental dari kuah mie pada umumnya.

Biasanya, Mie Ongklok dinikmati bersama sate sapi, tempe kemul, atau keripik tahu. Penamaan Ongklok atau sejenis keranjang kecil yang terbuat dari anyaman bamboo yang digunakan untuk merebus mie di dalam kuahnya.

Tahu Petis

Makanan khas Jawa Tengah selanjutnya adalah tahu petis. Makanan ini asli dari Semarang. Tahu yang digoreng dan dimasukkan dengan saus hitam yang namanya petis ini begitu menggoda selera makan. Petis ini terbuat dari kuah rebusan ikan atau udang yang dimasak terus hingga menjadi kental.

Dawet Ireng dan Sup Matahari

Dawet Ireng
Dawet Ireng

Dawet Ireng

Dawet ireng merupakan makanan khas Jawa Tengah yang berupa dawet berwarna hitam pekat. Warna hitam ini diperoleh dari bahan alami yakni dari abu jerami. Rasanya sangat enak dan pada saat disantap dapat memberikan sensasi yang sangat menyegarkan. Pembuatan dawet ireng juga menggunakan gula jawa asli sehingga dapat membuat rasanya makin lezat.

Sup Matahari

Sup matahari adalah makanan khas Jawa Tengah yang wajib dicoba. Sup ini merupakan sup yang dibuat dengan bahan galantine ayam yang ditambahkan beragam jenis jamur dan wortel. Kemudian bahan-bahan tersebut akan dibungkus dengan telur dadar.

Selanjutnya, bahan-bahan tersebut disiram dengan kuah panas hingga bungkusnya akan mekar layaknya bunga.