22 Nama Jalan Berubah, Ini Cara Pemilik Kendaraan Ubah Data SIM hingga BPKB

Merdeka.com - Merdeka.com - Setelah diresmikannya perubahan nama jalan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Senin (20/6) di kantor unit Pengelola Perkampungan Budaya Kampung Betawi, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Bukan hanya KTP dan KK saja yang diubah, tapi dokumen kendaraan juga harus dirubah juga diantaranya SIM, STNK, BPKB, PNBP.

Menurut Kasubdit STNK Kombes M Taslim Chairudin, Dokumen kendaraan adalah dokumen negara pemberi legitimasi kepemilikan (BPKB) dan pengoperasionalannya ( STNK) atau dengan kata lain adalah untuk pengakuan, perlindungan dan kepastian hukum kepemilikan kendaraan, yang dijamin oleh konstitusi sebagai mana tertuang dalam Pasal 28 G ayat (1) dan 28H ayat (4) UUD 1945.

"Ketika ada kebijakan perubahan nama jalan, maka kita sangat berharap ada pergantian KTP dan atas perubahan itu maka pada dokumen kendaraan juga harus dilakukan perubahan," ujar Taslim dalam keterangannya, Kamis (23/6).

Dengan demikian, harus ada hubungan hukum antara dokumen kendaraan, kendaraannya sendiri dan pemiliknya. Karena data identitas kendaraan dan identitas kepemilikannya harus memiliki kesesuaian, itulah mengapa dalam pelayanannya ada syarat faktur kendaraan dan KTP asli pemiliknya.

Perubahan pada BPKB oleh karena yg berubah hanya nama alamat maka cukup diberikan catatan kepolisian yg menerangkan alamat berubah (nama alamat) dengan dasar apa.

Akan tetapi perubahan STNK harus dilakukan penggantian material STNK dan konsekuensinya PNBP atas material itu harus dibayarkan.

Jadi untuk warga yang mengalami perubahan alamat, dihimabu untuk segera memperbarui surat-surat kendaraannya agar tidak ada kesalahan dalam pencatatan datanya.

"Untuk perubahan BPKB silahkan ke unit layanan BPKB sedangkan STNK dilakukan di samsat dimana kendaraan tersebut terdaftar," kata Taslim.

Berikut Daftar nama jalan yang diubah menjadi nama tokoh Betawi:

1. Jalan Entong Gendut (sebelumnya Jalan Budaya)

2. Jalan Haji Darip (sebelumnya Jalan Bekasi Timur Raya)

3. Jalan Mpok Nori (sebelumnya Jalan Raya Bambu Apus)

4. Jalan H. Bokir Bin Dji'un (sebelumnya Jalan Raya Pondok Gede)

5. Jalan Raden Ismail (sebelumnya Jalan Buntu)

6. Jalan Rama Ratu Jaya (sebelumnya Jalan BKT Sisi Barat)

7. Jalan H. Roim Sa'ih (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Barat)

8. Jalan KH. Ahmad Suhaimi (sebelumnya bernama Bantaran Setu Babakan Timur)

9. Jalan Mahbub Djunaidi (sebelumnya Jalan Srikaya)

10. Jalan KH. Guru Anin (sebelumnya Jalan Raya Pasar Minggu sisi Utara)

11. Jalan Hj. Tutty Alawiyah (sebelumnya Jalan Warung Buncit Raya)

12. Jalan A. Hamid Arief (sebelumnya Jalan Tanah Tinggi 1 gang 5).

13. Jalan H. Imam Sapi'ie (sebelumnya Jalan Senen Raya)

14. Jalan Abdullah Ali (sebelumnya Jalan SMP 76).

15. Jalan M. Mashabi (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Utara).

16. Jalan H. M. Shaleh Ishak (sebelumnya Jalan Kebon Kacang Raya Sisi Selatan).

17. Jalan Tino Sidin (sebelumnya Jalan Cikini VII).

18. Jalan Mualim Teko (sebelumnya Jalan depan Taman Wisata Alam Muara Angke).

19. Jalan Syekh Junaid Al Batawi (sebelumnya Jalan Lingkar Luar Barat).

20. Jalan Guru Ma'mun (sebelumnya Jalan Rawa Buaya).

21. Jalan Kyai Mursalin (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang)

22. Jalan Habib Ali Bin Ahmad (sebelumnya Jalan di Pulau Panggang).

Baca juga:

Perubahan 22 Nama Jalan di DKI, Ini Cara Warga Update Data di KTP

Ini 22 Nama Jalan yang Diubah Pemprov DKI

Anies Mengaku sudah Konsultasi Perubahan Nama Jalan ke BPN, Polisi dan Imigrasi

Sederet Nama Budayawan Betawi Ini Resmi jadi Nama Jalan di Jakarta, Ini 4 Faktanya

Daftar Nama Tokoh Betawi yang Menjadi Nama Jalan di DKI Jakarta

Jika Alamat di KTP Termasuk Nama Jalan yang Diubah, Ini Penjelasan Dukcapil DKI

[rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel