23 Kali Beraksi, Maling Spesialis Pencurian Motor Dibekuk di Bengkel Tambal Ban

Merdeka.com - Merdeka.com - Dua pelaku spesialis pencurian kendaraan bermotor yang sudah beraksi 23 kali di wilayah hukum Kabupaten Bekasi dibekuk jajaran Polres Metro Bekasi. Mereka adalah AS dan AR.

Penangkapan kedua pelaku tersebut berawal dari maraknya laporan pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Bekasi. Setelah melakukan penyelidikan dan penyidikan, pelaku diketahui berinisial AS.

"Hasil penyelidikan dan penyidikan diketahui keberadaan pelaku sedang duduk di bengkel tambal ban di Jalan Raya Pasirgombong, Desa Pasirgombong, Cikarang Utara," ucap Kapolres Metro Bekasi Kombes Gidion Arif Setyawan, Rabu (22/6).

AS tidak berkutik ketika petugas menangkapnya. Ketika digeledah, polisi mendapatkan satu korek api menyerupai pistol di pinggangnya dan enam anak kunci leter T di dalam bungkus rokok.

"Kemudian dilakukan pengecekan kendaraan bermotor yang dikendarai pelaku, hasilnya kendaraan tersebut merupakan motor hasil pencurian yang dilakukan oleh pelaku," katanya.

Pelaku AS langsung digelandang ke Mapolres Metro Bekasi untuk menjalani pemeriksaan. Saat diinterogasi, AS mengaku melakukan aksi pencurian bersama pelaku AR.

"Dari keterangan pelaku bahwa hasil pencurian kendaraan dijual ke penadah bernama Buluk di Kecamatan Sukakarya. Saat dilakukan penggeledahan di rumah, pelaku Buluk tidak ada di rumah, sampai saat ini masih dilakukan pengejaran," ungkap Gidion.

Dalam menjalankan aksinya, dua pelaku pencurian seringkali menakut-nakuti korbannya dengan korek api yang menyerupai pistol. Biasanya, sasaran pencurian dua pelaku ini sepeda motor yang diparkir di rumah kontrakan dan perumahan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, kedua pelaku sudah melakukan pencurian sepeda motor sebanyak 14 kali di rumah kontrakan, sedangkan sisanya di sejumlah perumahan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Dari hasil ungkap kasus ini, polisi mengamankan barang bukti di antaranya dua unit sepeda motor Honda Beat, satu pucuk korek api yang menyerupai pistol, satu kunci leter T, satu kunci magnet, dua kunci kontak, satu lembar BPKB dan STNK.

"Kedua pelaku dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," ucap Gidion. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel