235 Juta Data Pribadi Pengguna Twitter Diduga Dibocorkan Hacker

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejak pengambilalihan Twitter oleh Elon Musk, ada beberapa masalah dengan perusahaan. Sebuah laporan baru mengungkapkan bahwa peretas membocorkan data yang berisi 235 juta pengguna Twitter di sebuah forum secara gratis.

Cybernews via GizChina, Kamis (5/1), melaporkan bahwa data yang bocor berukuran sekitar 63GB. Data tersebut meliputi nama pengguna, alamat email, jumlah pengikut, dan tanggal pembuatan akun. Basis datanya bahkan bersifat publik, memungkinkan siapa saja untuk mengunduhnya.

Alon Gal, salah satu pendiri perusahaan keamanan Israel Hudson Rock, percaya bahwa peretas dapat menggunakan basis data Twitter yang bocor ini untuk menyerang akun terenkripsi. Mereka juga dapat meretas akun profil tinggi dan politisi, serta menyusup ke akun dengan nama pengguna yang terverifikasi.

Selain itu, penjahat dunia maya ini dapat menyerang akun yang tidak menggunakan email khusus Twitter.

"Tidak ada keraguan bahwa kelompok peretas di seluruh dunia juga akan menggunakan database ini untuk lebih membahayakan privasi pengguna kami," katanya.

Berdasarkan The Washington Post, catatan tersebut kemungkinan besar bocor pada akhir 2021 menggunakan celah Twitter yang memungkinkan orang luar dengan alamat email atau nomor telepon untuk menemukan akun apa pun di Twitter yang cocok dengan info tersebut. Pertanyaan ini dapat diotomatiskan untuk memeriksa nomor telepon dan alamat email dalam jumlah yang tidak terbatas. [faz]