24.720 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Ditargetkan Dibangun Hingga 2030

Merdeka.com - Merdeka.com - Jelang perhelatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali pada 15-16 November 2022, pemerintah Indonesia terus menambah Stasiun. Pemerintah bahkan menargetkan pertumbuhan SPKLU pada 2030 mencapai 24.720 unit.

"Menjelang KTT G20, Indonesia terus menambah jumlah SPKLU di berbagai lokasi. Pertumbuhan jumlah SPKLU ini ditargetkan mencapai 24.720 unit pada tahun 2030," demikian keterangan yang diunggah Kementerian Perdagangan melalui akun Instagram @kemendag, dikutip pada Selasa (8/11).

Dalam unggahan tersebut, Kemendag menyampaikan hingga akhir Agustus 2022 terhitung sudah ada 346 unit SPKLU yang tersebar di 295 lokasi di Indonesia. Ada tiga skema yang terus digencarkan PT PLN persero yakni; melalui penyediaan SPKLU, sistem home charging, stasiun penukaran baterai kendaraan listrik umum.

Sementara itu, jumlah kendaraan listrik di Indonesia pada 2022 terhitung sudah mencapai 22.671 unit dengan rincian motor listrik 19.698 unit, mobil listrik 2.654 unit, kendaraan roda tiga 270 unit, bus listrik 19.698 unit, dan kendaraan pengangkut kecil 6 unit.

"Pertumbuhan SPKLU dan kendaraan listrik di Indonesia diproyeksikan akan terus meningkat hingga tahun 2030."

Sementara itu, sebagai tuan rumah dalam perhelatan KTT G20, Indonesia menyediakan 1.172 kendaraan listrik. Jumlah tersebut mencakup 962 mobil listrik, 454 motor listrik, dan 26 bus listrik.

"Jadi jumlah keseluruhannya 962 kendaraan (mobil) listrik serta 454 motor listrik serta ada 26 bus listrik," ujar Sekretaris Kementerian Sekretariat Negara, Setya Utamasaat melakukan konferensi pers virtual, Senin (7/11).

Setya mengatakan, dari jumlah mobil listrik yang disediakan, sebanyak 836 mobil merupakan endorse dari pihak swasta seperti Hyundai, Toyota, dan Wuling. Sementara sisanya, yaitu mobil yang dibeli pemerintah untuk kebutuhan TNI Polri.

"Jadi yang 836 (mobil listrik) adalah kerja sama antara Kementerian kami anggota Perencanaan Nasional dengan Hyundai Toyota dan Wuling ini endorse saja, jadi ini free tidak membayar sama sekali," imbuhnya. [azz]