24 Kamar Ponpes di Depok Terbakar, Santri Lihat Ada Kepulan Asap dari Lantai 2

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 24 kamar santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Aribatul Muhtasor terbakar. Ponpes tersebut terletak di Kampung Prigi, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam peristwa tersebut.

"Kebetulan pada Kamis sore ini para santri sedang libur," kata pengasuh Ponpes Aribatul Muhtasor, KH. Yakri Marzuki, Kamis (21/7).

Area yang terbakar ada di lantai satu dan dua seluas 12x9 meter. Ruang yang terbakar adalah kamar yang biasa digunakan santri untuk tidur.

Api pertama kali diketahui ketika empat santri sedang membersihkan area lantai dua. Mereka melihat ada kepulan asap dan ternyata muncul api.

"Tiba-tiba ada kepulan asap tebal dari plafon lantai 2 dan langsung muncul api," ujar dia.

Santri dan warga langsung berusaha memadamkan api agar tidak merambat. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok baru tiba 30 menit kemudian. Petugas langsung memadamkan api.

"Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini," ujarnya.

Akibat peristiwa ini, ponpes mengalami kerugian Rp 400 juta. Area lantai dua hangus terbakar. Sedangkan di lantai satu masih ada sejumlah kamar yang tidak terbakar.

Nantinya santri akan tidur di kamar yang tidak terbakar di lantai satu. Jika tidak muat nantinya akan tidur di area masjid dengan alas seadanya.

"Yang tidak tersisa dilantai 2 sedangkan lantai 1 masih ada sisa. Bagi para kamar santri terbakar terpaksa tidur satu kasus di bagian bawah lantai 1 yang tidak terbakar," katanya.

Kapolsek Bojongsari Kompol Yogi Maulana mengatakan, sejumlah saksi sudah diminta keterangan. Petugas juga sudah mendatangi lokasi dan melakukan pengecekan. Diduga, api berasal dari korsleting listrik. Petugas sudah mengecek lokasi kejadian.

"Anggota sudah lakukan pengecekan di TKP, dugaan api berasal dari korsleting listrik berasal dari kamar santri di lantai 2," katanya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel