25.032 warga Aceh Utara mengungsi akibat banjir

·Bacaan 2 menit

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Utara mencatat sebanyak 25.032 jiwa dari 6.633 keluarga mengungsi akibat banjir yang melanda daerah itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Utara Murzani di Aceh Utara, Senin, mengatakan ribuan warga yang mengungsi tersebut tersebar di tujuh kecamatan.

"Warga mengungsi karena ketinggian air menggenangi rumah mereka terus meningkat hingga mencapai 160 centimeter. Mereka mengungsi di sejumlah tempat seperti masjid maupun meunasah," kata Murzani.

Adapun warga yang mengungsi tersebut yakni di Kecamatan Lhoksukon sebanyak 14.945 jiwa dari 3.737 keluarga, Kecamatan Matang Kuli sebanyak 1.280 jiwa dari 486 keluarga dan Kecamatan Pirak Timu sebanyak 3.313 jiwa dari 699 keluarga

Baca juga: Tim SAR evakuasi warga korban banjir di Aceh Tamiang

Baca juga: BPBD: 6.003 rumah di Aceh Timur terendam banjir
Selanjutnya, Kecamatan Langkahan sebanyak 1.292 jiwa dari 381 keluarga, Kecamatan Samudera sebanyak 700 jiwa dari 303 keluarga, Kecamatan Tanah Luas sebanyak 3.302 jiwa dari 1.027 keluarga.

"Pengungsi di Kecamatan Kuta Makmur sebanyak 200 jiwa. Sedangkan jumlah keluarga terdampak banjir sedang dalam pendataan tim di lapangan," kata Murzani.

Murzani mengatakan banjir merendam 108 desa tersebut akibat luapan dan jebolnya sejumlah sungai. Selain itu, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum dan lahan pertanian masyarakat.

"Hingga saat ini, air masih menggenangi pemukiman masyarakat. Bahkan hingga badan jalan lintas nasional Medan Banda Aceh di Lhoksukon, ibu kota Kabupaten Aceh Utara, tergenang," kata Murzani.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Utara Hamdani mengatakan pemerintah daerah sudah berkoordinasi dengan unsur pimpinan daerah dan lintas sektoral menetapkan kondisi banjir di Aceh Utara menjadi darurat bencana.

"Luapan sejumlah sungai yang menyebabkan banjir terus meluas hingga 12 kecamatan sudah terendam dan telah mengancam keselamatan jiwa dan harta masyarakat, sehingga ditetapkan status darurat bencana," kata Hamdani.

Dengan penetapan status bencana darurat, kata Hamdani, pemerintah kabupaten akan fokus dalam penanganan bencana banjir karena kondisi banjir yang terjadi di Aceh Utara sudah dalam kategori bahaya.

"Petugas dari berbagai instansi terus siap siaga untuk memberikan bantuan evakuasi dan bantuan masa panik bagi warga terdampak banjir," kata Murzani.

Baca juga: BPBD: 12 kecamatan di Aceh Utara terendam banjir

Baca juga: BPBD: 7.915 warga Aceh Timur mengungsi akibat banjir

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel