25.135 tenaga kesehatan di Jakarta Barat terima "booster" tahap dua

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menyatakan sebanyak 25.135 tenaga kesehatan (nakes) di wilayah tersebut telah menerima vaksin penguat (booster) COVID-19 tahap dua.

"Ada 25.135 nakes di Jakarta Barat yang sudah terima vaksin booster," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat, Erizon Safari saat dihubungi di Jakarta, Rabu.

Baca juga: 30.000 warga Kembangan sudah divaksin "booster"

Tenaga kesehatan tersebut terdiri dari perawat hingga dokter yang bertugas di rumah sakit, klinik maupun puskesmas yang ada di Jakarta Barat.

Dia menjelaskan alasan tenaga kesehatan menjadi pihak pertama yang menerima vaksin booster tahap dua karena tenaga kesehatan sudah lebih dahulu mendapatkan vaksin booster dosis satu.

Selain itu, tenaga kesehatan dianggap sebagai pihak yang rentan terpapar COVID-19 lantaran harus melayani masyarakat di rumah sakit dan beberapa fasilitas kesehatan.

Namun, Erizon belum bisa memastikan jumlah target tenaga kesehatan yang harus menerima vaksin booster tahap dua ini.

"Kalau nakes tidak ada data kumulatifnya," ucap dia.

Dia hanya memastikan pembagian vaksin akan berjalan secara maksimal demi menjaga kekebalan tubuh para nakes.

Baca juga: Minat masyarakat ikut vaksin booster di Jakarta Barat tinggi

Sebelumnya, beberapa wilayah di DKI Jakarta juga tengah gencar memberikan vaksin booster tahap ke dua bagi tenaga kesehatan nakes.

Salah satunya di wilayah Jakarta Timur. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Nikensari di Jakarta, mengatakan, pemberian vaksinasi booster kedua itu dimulai serentak di fasilitas kesehatan yang ada di wilayah tersebut.

"Kalau di (Jakarta Timur) sendiri kurang lebih ada sekitar 3.000 tenaga kesehatan, mudah-mudahan bisa segera kita akomodir," kata Nikensari saay dihubungi di Jakarta, Selasa (2/8).

Niken menambahkan, tenaga kesehatan yang bisa disuntik vaksin COVID-19 booster kedua itu harus sudah mendapat tiket di aplikasi PeduliLindungi.

Jenis vaksin yang digunakan akan mengikuti dosis sebelumnya dan ketersediaan vial atau tabung vaksin didistribusikan pemerintah pusat.

"Jenis vaksin, kemudian bagaimana intervalnya, tidak ada akan beda jauh dengan vaksinasi COVID-19 sebelumnya. Kita kan sudah masuk booster kedua, jadi tidak banyak yang berubah," ujar Nikensari.

Baca juga: Pemkot imbau seluruh karyawan industri hiburan divaksin ketiga