25 ABK KM Lautan Papua Indah yang terbakar di Probolinggo selamat

Sebanyak 25 anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Lautan Papua Indah yang terbakar di wilayah perairan Terminal Khusus Paiton Pelabuhan Probolinggo, Jawa Timur dikabarkan selamat semuanya pada Selasa sore.

Rincian jumlah ABK yang dievakuasi yakni sebanyak 19 ABK kapal yang terbakar dan enam ABK titipan, sehingga totalnya ada 25 ABK yang menumpangi kapal tersebut dan dikabarkan seluruh ABK akan dievakuasi ke Pos TNI AL Paiton Probolinggo.

"Informasi yang kami dapatkan seluruh ABK dinyatakan selamat, sehingga tidak ada korban jiwa," kata Kasatpolair Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno di Probolinggo.

Baca juga: Kapal nelayan di perairan Paiton Probolinggo terbakar

KM Lautan Papua Indah milik PT Wogikel Papua Jaya terbakar di sekitar wilayah perairan terminal khusus Paiton Probolinggo pada Selasa pukul 14.30 hingga 16.30 WIB.

Kapal tersebut berangkat dari Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan Probolinggo dengan tujuan berlayar ke daerah penangkapan ikan Laut Aru , L. Arafura, dan Laut Timor bagian timur.

Sementara staf Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas IV Probolinggo Herman Yulianto mengatakan pihaknya langsung menyampaikan melalui radio marabahaya terkait dengan kejadian itu.

"Setelah mendapat laporan terkait kebakaran kapal perikanan itu, kami langsung memberikan informasi kepada seluruh kapal-kapal yang ada di sekitar lokasi untuk membantu evakuasi ABK," tuturnya.

Menurutnya ada empat kapal tugboat yang membantu evakuasi ABK yang berada di dalam KM Lautan Papua Indah yang terbakar dan membantu pemadaman, sehingga seluruh ABK dapat diselamatkan.

Empat kapal tugboat yang membantu proses evakuasi dan pemadaman yakni Tugboat Banyak, Tugboat JKW Pelita 1, Tugboat Intan Megah 20, dan Tugboat Bomas Potenza.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian kapal terbakar di perairan terminal khusus Paiton Probolinggo," katanya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel