25 tim ikuti Festival Sepakbola Usia Dini di Palembang

Sebanyak 25 tim dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan mengikuti Festival Sepak Bola Usia Dini yang diselenggarakan komunitas pesepakbola nasional Forum Sepakbola Generasi Indonesia (Forsgi).

Kegiatan ini secara simbolis dibuka oleh Gubernur Sumsel Herman Deru dan turut disaksikan mantan pesepakbola nasional Budi Sudarsono di Lapangan Sepak Bola Pakri Palembang, Minggu.

Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan Pemprov Sumsel merespon positif upaya dan kepedulian dari Forsgi pada pembinaan atlet muda khususnya untuk sepak bola.

“Kompetisi ini adalah bagian penting dalam pembinaan olahraga, dan sejauh ini jumlah kompetisi anak-anak usia dini masih kurang,” kata dia.

Hadirnya kompetisi ini di Sumsel diharapkan menggeliatkan dan menggelorakan semangat para praktisi olahraga sepak bola untuk membina atlet usia dini.

Pesepak bola muda ini perlu diberikan ruang (kompetisi) agar bersemangat untuk mencapai cita-cita menjadi atlet nasional.

Program yang dilakukan Forsgi ini juga sejalan dengan program Pemprov Sumsel yakni “Gerakan Sejuta Bola” yang sudah diluncurkan di seluruh kabupaten/kota.

Menurutnya, kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada para atlet/pemain sepak bola yang ada di Sumsel untuk dapat meningkatkan serta mengembalikan prestasi sepak bola Indonesia.

Festival sepak bola usia dini ini merupakan salah satu cara untuk menyeleksi bakat, tapi tidak mengesampingkan tugas anak-anak untuk belajar, keseimbangan kekuatan fisik dan mental, kata dia.

Sementara Ketua Umum Forsgi Agus Rianto mengatakan Forsgi merupakan forum yang dilahirkan oleh komunitas alumni pesepak bola nasional.

Dengan wadah ini, pihaknya memunculkan ide-ide dalam pembinaan sepak bola usia dini dan usia muda.

“Kami menilai Sumsel merupakan daerah yang potensial untuk melahirkan pesepakbola nasional, karena di sini sudah banyak SSB dan klub dari tingkatan Liga 3 hingga Liga 2,” kata dia.


Baca juga: KBPP Polri Gelar Turnamen Sepak Bola Usia Dini Tingkat Nasional
Baca juga: Kemenpora akui kelemahan sepak bola di pembinaan usia dini
Baca juga: Indonesia tertinggal dari Malaysia soal pembinaan berjenjang