250 personel amankan pertemuan perusahaan ojek daring dan "Drone"

Polres Metro Jakarta Selatan mengerahkan 250 personel gabungan guna mengamankan pertemuan perwakilan perusahaan aplikasi ojek daring dan komunitas Driver Online Indonesia (Drone) terkait penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di kawasan Blok S.

"Kita siapkan 250 personel dari Polda, Polres dan Brimob," kata Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Polisi Ruslan Idris saat dihubungi Jakarta, Jumat.

Baca juga: Massa pengemudi daring tinggalkan Pasaraya Blok M

Ruslan mengatakan petugas akan memantau situasi pertemuan itu untuk mengawasi dan menghindari kepadatan arus lalu lintas di sekitar lokasi.

Ruslan berharap pihak perusahaan ojek berbasis aplikasi dan para pengemudi ojek daring dapat mencapai kesepakatan.

"Kita hanya menyiapkan dan membantu mediasi mereka. Mudah-mudahan ada kata sepakat dari pertemuan nanti," tuturnya.

Sebelumnya, komunitas pengemudi ojek daring yang mengatasnamakan Drone akan bertemu perwakilan perusahaan pemilik aplikasi transportasi daring pada Jumat besok usai berdiskusi dengan kepolisian.

Baca juga: Pengemudi daring akan bertemu perwakilan aplikasi pada Jumat besok

"Jumat tanggal 16 jam 13.00 di Blok S," kata Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Harun saat ditemui, Jakarta, Senin.

Harun menuturkan pihaknya sudah menyampaikan komunikasi antara massa aksi dan pihak perusahaan aplikasi ojek daring.

Nantinya, massa akan bertemu dengan pihak perusahaan aplikasi ojek daring tersebut di kawasan Blok S untuk menindaklanjuti tuntutan pengunjuk rasa.

"Datang kesana untuk pertemuan. Nanti akan dibahas di sana," tuturnya.

Sebelumnya, massa pengemudi taksi daring dari Jakarta Bogor Depok Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) mulai memadati pusat perbelanjaan Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan untuk menuntut kenaikan tarif imbas penyesuaian harga bahan bakar minyak bersubsidi, Senin lalu.

Baca juga: 100 personel polisi disiagakan untuk demo ojek daring di Blok M