26,85 Juta Dosis Vaksin COVID-19 Sudah Digunakan untuk Vaksinasi Nasional

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Tangerang Sebanyak 26,85 juta dosis vaksin COVID-19 sudah digunakan untuk program vaksinasi nasional. Program vaksinasi COVID-19 nasional menyasar kelompok rentan, yang mencakup tenaga kesehatan, lansia, dan petugas pelayanan publik.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana KPC-PEN Erick Thohir menegaskan, Pemerintah berkomitmen melindungi warganya dengan mengamankan dan meningkatkan pasokan vaksin COVID-19. Proses vaksinasi COVID-19 terus dipercepat.

“Hingga saat ini, realisasi pelaksanaan vaksinasi di Indonesia telah mencapai total 26,85 juta dosis,” terang Erick saat menyambut kedatangan 8 juta dosis bahan baku (bulk) vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021).

Upaya Pemerintah mendapatkan vaksin COVID-19 dilakukan lewat kerja sama bilateral dan multilateral. Selain itu, Indonesia tengah mengembangkan vaksin produksi dalam negeri untuk membangun kemandirian bangsa dan memenuhi kebutuhan vaksin COVID-19.

Pemerintah bekerja sama dengan beberapa lembaga-lembaga pengembang, baik universitas dan lembaga penelitian, serta kerja sama dengan pihak lainnya.

"Kita patut syukuri. Walau di tengah disrupsi pasokan dana lokasi pengadaan vaksin di dunia, stok vaksin COVID-19 kita aman, dan terus ditingkatkan," imbuh Erick.

Percepatan Vaksinasi COVID-19 Ditambah Disiplin Protokol Kesehatan

Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana KPC-PEN Erick Thohir menyambut kedatangan bahan baku vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). (Dok Kementerian Komunikasi dan Informatika)
Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana KPC-PEN Erick Thohir menyambut kedatangan bahan baku vaksin Sinovac di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (31/5/2021). (Dok Kementerian Komunikasi dan Informatika)

Percepatan dan perluasan cakupan vaksinasi COVID-19, menurut Erick Thohir, harus ditambah disiplin protokol kesehatan, tidak hanya menyelamatkan jiwa, tetapi juga untuk mengendalikan pandemi, mengembalikan kualitas kehidupan kita, menggerakkan kembali ekonomi.

“Agar pertumbuhan ekonomi antara 4,1 persen sampai 5,1 persen pada tahun 2021 bisa kita capai. Kita bangun Indonesia Sehat, Indonesia Bekerja, Indonesia Tumbuh," tegas Erick.

Kuncinya, Menteri BUMN ini kembali mengingatkan, harus menjadi keseriusan dan perjuangan bersama, serta disiplin protokol kesehatan.

"InshaAllah, kerja keras ini bisa kita lihat di akhir tahun ini atau awal tahun depan, bisa ada kemajuan vaksin Merah Putih atau vaksin yang bekerja sama dengan pihak lain," tutupnya dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com.

"Saya juga ucapkan terima kasih atas kerja sama kementerian/lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan, yang berjibaku memastikan vaksinasi COVID-19 berjalan dengan baik."

Infografis Harga Mati DISIPLIN Protokol Kesehatan

Infografis Harga Mati DISIPLIN Protokol Kesehatan (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Harga Mati DISIPLIN Protokol Kesehatan (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel