26 Agustus 1910: Lahirnya Bunda Teresa, Biarawati Katolik yang Penuh Cinta Kasih

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Kolkata - Tepat hari ini seorang biarawati yang berhati baik lahir ke dunia. Beliau adalah Santa Bunda Teresa yang lahir pada tanggal 26 Agustus 1910 di Agnesë Gonxhe Bojaxhiu (diucapkan [aɡˈnɛs ˈɡɔndʒe bɔjaˈdʒiu]).

Bunda Teresa adalah seorang biarawati Katolik berdarah Albania berkewarganegaraan India yang mendirikan The Missionaries of Charity's (Misionaris Cinta Kasih) di Kolkata, India pada 1950. Lebih dari 45 tahun dirinya melayani orang miskin, sakit, yatim piatu dan orang yang amat membutuhkan pertolongan di Misionaris Cinta Kasih - ordo pertama yang ada di dunia.

Setelah beliau wafat pada 5 September 1997, Bunda Teresa dibeatifikasi - istilah tahap pertama proses untuk menjadikan seseorang yang telah mati menjadi orang suci dalam Gereja. Bunda Teresa dianugerahi oleh Paus Yohanes Paulus II dengan gelar Beata Teresa dari Kolkata.

Bunda Teresa yang bernama asli Agnesë Gonxhe Bojaxhiu (Gonxhe berarti "kuncup mawar" dalam bahasa Albania) lahir pada 26 Agustus 1910, di sküb, Kekaisaran Ottoman (sekarang Skopje, ibu kota Republik Makedonia).

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Wafat Akibat Gangguan Fungsi Jantung

Bunda Teresa dikelilingi anak-anak (ABC News)
Bunda Teresa dikelilingi anak-anak (ABC News)

Menurut kalendar kelahiran, Bunda Teresa lahir pada tanggal 26 Agustus. Namun ia menanggalkan 27 Agustus sebagai hari ulang tahunnya karena pada hari itu dirinya dibaptis.

Bunda Teresa merupakan anak bungsu dari sebuah keluarga dari Shkodër, Albania. Beliau lahir dari pasangan Nikollë dan Drana Bojaxhiu. Ayahnya aktif terlibat dalam politik Albania dan meninggal pada tahun 1919 ketika Bunda Teresa berusia delapan tahun.

Setelah kematian ayahnya, ibunya membesarkannya sebagai seorang Katolik Roma. Menurut biografi Joan Graff Clucas, pada tahun-tahun awalnya Agnes terpesona oleh kisah-kisah kehidupan misionaris dan pelayanan mereka. Kemudian pada usia 12 tahun, Bunda Teresa merasa yakin dan berkomitmen pada kehidupan yang lebih religius.

Menyadur dari World History Project, ia pun meninggalkan rumah pada usia 18 tahun untuk bergabung dengan Suster-suster Loreto sebagai misionaris. Hingga pada dirinya tak pernah lagi melihat ibu atau saudara perempuannya.

Bunda Teresa mengembuskan napas terakhir saat berusia 87 tahun akibat gangguan fungsi jantung yang sudah lama diderita oleh beliau. Selamat jalan Bunda Teresa, damai menyertaimu.

Reporter: Bunga Ruth

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel