26 Kali Keguguran, Ibu di China Akhirnya Bisa Melahirkan Tapi Malah Banyak Dikecam

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang ibu di China berhasil melahirkan bayi sehat setelah 26 kali mengalami keguguran. Meski berhasil melahirkan bayi, namun ibu berusia 36 tahun yang namanya tidak diungkap itu segera menjadi bahan perbincangan masyarakat China.

Hingga kini tidak diketahui pasti berapa lama ibu itu telah mengalami keguguran. Namun pihak rumah sakit tempat ibu itu melahirkan, RS Perawatan Kesehatan Ibu dan Anak Provinsi Hunan di Changsha, China menyatakan ibu itu terakhir kali mengalami keguguran pada 2019 lalu ketika berusia 34 tahun.

Kisah yang diceritakan pihak rumah sakit mengenai perjuangan perempuan itu untuk menjadi seorang ibu telah menjadi bumerang. Masyarakat China menganggap perempuan itu telah mengutamakan obsesi keibuan sehingga mengesampingkan kehidupannya.

Dalam rilis persnya pihak rumah sakit menyatakan wanita yang melahirkan bayi perempuan melalui operasi caesar selalu bermimpi untuk memiliki anak meski telah mengalami berbagai keguguran, hipomenorea (menstruasi sedikit) dan adhesi intrauterin. Demikian dikutip dari South China Morning Post, Kamis (10/11).

Perempuan itu diketahui hampir putus asa ketika mengalami keguguran ke 26 kalinya pada 2019 lalu. Namun setelah dibantu proses operasi rumah sakit, perempuan itu kembali lagi hamil hingga akhirnya melahirkan.

"Kami bermaksud untuk fokus pada upaya dan keterampilan tenaga medis kami, tetapi para pembaca ternyata melihatnya dari sudut pandang lain, yang telah menyebabkan gangguan pada pasien," jelas pihak rumah sakit.

Dalam media sosial China, Weibo, pasangan suami istri itu dianggap terobsesi memiliki anak.

“Saya tidak mengerti mengapa ini layak untuk dipromosikan setiap orang harus menghormati kehidupan mereka sendiri di atas segalanya,” tulis salah satu pengguna.

“Ini adalah berita besar. Itu mungkin memecahkan Guinness World Records. Bisakah pemerintah menawarinya penghargaan ‘Touching China’ (penghargaan paling menyentuh) karena begitu hebat?,” tulis pengguna lain yang mengejek.

Sebelumnya, jurnal medis Lancet Global Health mengungkap tingkat ketidaksuburan perempuan China melonjak beberapa tahun terakhir, naik dari 11.9 persen pada 2008 menjadi 17.6 persen pada 2020.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]