26 Tari Tradisional Indonesia Paling Populer

·Bacaan 9 menit

VIVA – Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak kekayaan. Keragaman tersebut diantara lain ragam suku bangsa, ras, etnis, agama, bahasa, dan ragam budaya yang patut kita banggakan.

Salah satu kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia adalah ragam tarian daerah. Tari tradisional Indonesia paling populer telah kami rangkum untuk menambah wawasan anda, dan mengenal lebih dalam tarian-tarian dari berbagai daerah.

Apa saja tari tradisional Indonesia paling populer hingga saat ini?

Indonesia memiliki 34 provinsi dengan total luas wilayah 5.180.083 km2, mencakup luas daratan dan lautan. Masing-masing provinsi memiliki keragaman tersendiri. Salah satu keragaman yang terlihat adalah tarian tradisionalnya.

Berikut 26 tari tradisional Indonesia yang terkenal:

1. Tari Saman – Aceh

Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Nanggroe Aceh Darussalam yang sudah terkenal hingga mancanegara. Tarian adat asal Aceh ini diciptakan oleh seorang ulama pada abad XIV Masehi, yaitu Syekh Mohammad as-Saman.

Pertunjukkan tari adat Aceh sangat kental dengan dakwah dan syair petuahnya yang menggunakan bahasa Gayo dan Arab.

Tari Saman tidak diiringi dengan musik, hanya menampilkan gerakan tepuk tangan dan gerakan lainnya seperti gerpuk, kirep, lingang, dan surang-saring. Seiring berkembangnya zaman, ada pula yang memberi iringan musik rebana.

Tari Saman dimainkan oleh pria dengan jumlah ganjil atau minimal 7 orang, bahkan hingga ratusan. Namun syarat terpenting dengan jumlah ganjil.

2. Tari Reog Ponorogo – Jawa Timur

Tari Reog Ponorogo berasal dari Jawa Timur. Tarian ini sangat kental akan mistik dan ilmu kebatinan yang kuat. Tokoh di tarian ini yaitu Jathil, Warok, Barongan (dadak merak), klono sewandono, bujang ganong (ganongan).

Tari Reog Ponorogo tidak hanya bernilai seni, namun memiliki nilai luhur. Budi pekerti mulia disimbolkan melalui burung merak, keberanian membela kebenaran (harimau), patriotisme (tari jathil), optimisme (tari pujangganong), dan kepemimpinan (tari kelana sewandana).

3. Tari Janger - Bali

Tari Janger termasuk kedalam jenis tari pergaulan Bali yang dibawakan oleh 10 hingga 16 penari remaja putri (janger) dan penari putra (kecak).

Tarian ini berfungsi untuk menghibur semata. Para penari menyanyikan lagu Janger secara bersahut-sahutan serta diiringi Gamelan Batel (Tetamburan) dan Gender Wayang.

4. Tari Pendet -Bali

Tari Pendet merupakan tarian yang berasal dari Bali, salah satu tarian untuk selamat datang di Pulau Bali. Tarian ini dibawakan secara tenang, gemulai, dan menghanyutkan.

Tarian ini digunakan untuk upacara di Pura atau tempat suci keluarga sebagai ungkapan rasa hormat, syukur, dan sukacita saat menyambut kehadiran para dewata.

5. Tari Kecak – Bali

Tari Kecak berasal dari Bali yang sudah dikenal masyarakat luas, bahkan mancanegara. Karena Bali merupakan tempat wisata yang sering dikunjungi oleh turis luar negeri.

Tarian ini diciptakan oleh seniman Bali yaitu Wayan Limbak dan pelukis asal Jerman bernama Walter Spies. Tarian ini terinspirasi dari ritual tradisional yang dilakukan oleh masyarakat Bali.

Tarian Kecak dilakukan oleh puluhan pria dengan telanjang dada dan mengenakan kain kotak-kotak dipinggang hingga atas dengkul.

Tari Kecak merupakan ritual shangyang atau tradisi untuk menolak bala. Nilai moral dalam tarian ini adalah kasih yang tulus akan menang dengan doa dan kesungguhan.

6. Tari Bedana – Lampung

Tari Bedana berasal dari Lampung yang mencerminkan tata kehidupan masyarakatnya sebagai perwujudan simbol adat istiadat, agama, dan etika.

Tarian ini sebagai sarana hiburan, serta mengandung nilai budaya yang dapat dijadikan cara menginterpresentasikan persahabatan, pergaulan, dan juga kasih sayang.

7. Tari Papatai – Kalimantan Timur

Tarian Papatai merupakan tarian perang yang berasal dari Kalimantan Timur yang membentuk pertahanan diri sebuah suku yang dikemas menjadi sebuah tarian.

Tarian ini memiliki makna kejantanan, keperkasaan seorang lelaki yang bertempur di medan perang, dimana dirinya harus mempertahankan wilayahnya. Tarian ini menjadi sebuah ikon tari perang Kalimantan Timur.

8. Tari Saronde - Gorontalo

Tarian Saronde merupakan tarian tradisional yang berasal dari Gorontalo, yang terinspirasi dari tradisi adat pernikahan masyarakat Gorontalo.

Tarian Saronde terdiri dari tiga hingga enam pasangan penari pria dan wanita. Selain digunakan untuk tarian pernikahan, tarian ini juga ditampilkan sebagai tari pertunjukkan dan menjadi salah satu bagian dari prosesi adat.

9. Tari Lilin – Sumatera Barat

Tari Lilin merupakan tarian yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Tarian ini biasanya dilakukan saat malam hari. Para penari menggunakan piring kecil yang berisi lilin kecil yang sedang menyala.

Tarian lilin diiringi dengan musik dan dilakukan dengan sangat hati-hati, agar piring berisikan lilin menyala yang dibawakan oleh penari tidak padam.

Tarian lilin dipertunjukkan untuk mengucap rasa syukur kepada dewi saat musim panen tiba dengan hasil yang melimpah.

10. Tari Serimpi - Jawa Tengah

Tari Serimpi merupakan adat seni tari keraton Yogyakarta. Tarian ini merupakan tari klasik yang hanya dipertunjukkan di wilayah keraton saja karena dianggap seni sekaligus pusaka keraton yang luhur.

Tarian ini dilakukan oleh 4 penari sebagai simbol empat arah mata angin yaitu api, air, udara, dan tanah. Gerakan yang ditampilkan lemah gemulai dengan iringan alunan gamelan.

11. Tari Kipas Pakarena – Sulawesi Selatan

Salah satu tarian tradisional lainnya yaitu Tari Kipas Pakarena yang berasal dari Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini dimainkan oleh penari wanita dengan menggunakan kipas.

Mitos dari tari kipas Pakarena ini menggambarkan sebuah perpisahan boting langi (khayangan) dengan lino (bumi).

Sebelum berpisah penghuni boting langi mengajarkan para penghuni lino mengenai cara bercocok tanam, ternak, hingga berburu. Tarian ini menjadi salah satu hiburan yang menarik untuk ditonton.

12. Tari Sekapur Sirih - Jambi

Tarian sekapur sirih merupakan tarian tradisional yang berasal dari Jambi, Jawa Timur. Tarian ini menggambarkan tentang ketulusan masyarakat dalam menyambut tamu. Dan biasanya tarian digunakan sebagai tarian selamat datang tamu besar atau tamu terhormat.

Tari Sekapur Sirih pertama kali dikenalkan kepada masyarakat pada tahun 1962 yang diciptakan oleh seniman asal Jambi bernama Firdaus Chatap.

Tarian tradisional ini menggambarkan tentang ketulusan, sopan santun, dan juga keramah tamahan. Didalam tariannya para penari menggunakan cerano sebagai tanda persembahan.

13. Tari Piring - Sumatera Barat

Tarian tradisional yang berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat ini bernama Tari Piring. Tarian ini biasa dipertunjukkan untuk penyambutan tamu agung, pernikahan, pagelaran seni, dan upacara adat lainnya.

Tari piring diciptakan untuk menunjukkan rasa syukur masyarakat terhadap dewa dengan menyajikan sesajian berupa makanan enak yang dibawakan oleh gadis cantik.

14 Tari Topeng – Cirebon

Tari Topeng merupakan tarian tradisional yang berasal dari Cirebon, Jawa Barat. Makna dari tarian ini berupa kepemimpinan, cinta, dan kebijaksanaan.

Ada berbagai tokoh yang digunakan dalam tarian ini dalam setiap pertunjukkan. Ada lima jenis topeng yang digunakan dan dikenal dengan nama Panca Wanda atau lima rupa.

Kelima tokoh tersebut yaitu Panji, Pamindo (Samba), Patih (Tumenggung), Klana (Rahwana), dan Rumyang. Topeng Cirebon merupakan tarian sakral, dimana setiap penari perlu melakukan puasa, pantang, semedi, yang sampai saat ini tetap dijalankan oleh dalang topeng daerah Cirebon.

15. Tari Jaipong - Jawa Barat

Tari Jaipong merupakan tarian tradisional yang berasal dari Bandung, Jawa Barat. Pencipta tarian ini adalah Gugum Gumbira dan Haji Suanda. Tari Jaipong atau biasa dikenal jaipongan, gerakannya berasal dari perpaduan dari kesenian tradisional lainnya seperti Wayang Golek, Ketuk Tilu, dan Pencak Silat.

Tarian ini dibawakan secara enerjik, unik dengan suasana ceria dan humoris. Tarian ini diiringi musik tradisional seperti degung, gendang, gong, dan alat musik lainnya.

16. Tari Zapin – Riau

Tari Zapin merupakan tarian tradisional yang berasal dari Provinsi Riau yang bersifat mendidik dan menghibur. Tari Zapin digunakan sebagai dakwah islamiyah melalui syair lagu Zapin.

Tarian ini dilakukan secara berkelompok dengan musik iringan "Marwas" (gambus dan gendang kecil). Gerakan tari zapin mengandung nilai-nilai filosofis yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat melayu Riau.

17. Tari Gambyong – Jawa Tengah

Tari Gambyong merupakan tarian tradisional klasik yang berasal dari Jawa Tengah. Tarian ini merupakan pengembangan dari tari tledhek yang sudah dikenal masyarakat sejak abad ke-15. Tari tledhek berkaitan erat dengan tari tayub.

Pakaian yang digunakan para penari Gambyong ini cenderung berwarna kuning dan hijau sebagai simbol kemakmuran dan kesuburan. Tarian ini biasanya diperuntukkan untuk menyambut tamu.

Tarian ini menampilkan gerakan yang luwes, kenes, kewes, dan tregel.

18. Tari Yapong – Jakarta

Tari Yapong merupakan salah satu tarian yang berasal dari Jakarta yang berawal dari persiapan acara peringatan HUT Kota Jakarta ke-450 pada tahun 1977.

Tarian ini diciptakan oleh seniman Bagong Kussudiarjo yang menceritakan tentang kisah perjuangan pahlawan dan juga mempresentasikan kehidupan masyarakat Betawi.

19. Tari Leleng – Kalimantan Timur

Tari Leleng berasal dari Kalimantan Timur. Kata "Leleng" dalam bahasa kenyah artinya berputar-putar. Makna dari berputar-putar menggambarkan kebimbangan.

Tarian ini diiringi oleh nyanyian Leleng yang menceritakan tentang Utan Along. Utan Along merupakan gadis yatim yang sedang bimbang karena ditinggalkan oleh kekasihnya dan belum kembali.

20. Tari Tor-Tor – Sumatera Utara

Tari tradisional ini berasal dari Sumatera Utara yang merupakan tarian purba dari masyarakat Toba. Tarian ini biasa dipertunjukkan untuk setiap adat, baik dalam hubungan tentang peristiwa sukacita atau kematian.

Tarian ini merupakan bagian terpenting dalam masyarakat adat Batak yang memiliki nilai budaya dan spiritual.

21. Tari Ratoh Jaroe – Aceh

Tarian tradisional ini berasal dari Aceh, yang merupakan sebuah tarian pendatang baru yang diciptakan oleh seniman Aceh yaitu Yusri Saleh.

Tarian ini merupakan gabungan dari berbagai gerakan tarian tradisional Aceh lainnya seperti tari Ratoh Duek, Rateb Meusekat, Rapai Geleng, dan Likok Pulo.

Tarian ini cenderung dilakukan oleh penari wanita dengan jumlah genap. Tarian ini memiliki makna religius, dan juga sebagai interpretasi semangat perempuan Aceh yang dikenal tangguh, kuat, dan memiliki keberanian yang kuat.

22. Tari Bedhaya Ketawang – Jawa Tengah

Tarian ini berasal dari Surakarta yang merupakan sebuah tarian sakral yang memiliki sarat makna. Tari Bedhawa Ketawang merupakan lambang kebesaran yang diperagakan saat upacara peringatan kenaikan atau penobatan tahta raja (Tingalandelam Jumenang).

Tarian ini mengandung unsur dan makna dengan upacara adat, religius, dan tarian percintaan. Biasanya tarian ini dimainkan oleh sembilan penari wanita.

23. Tari Jaran Kepang – Jawa Timur

Tari Jaran Kepang merupakan seni pertunjukkan yang berasal dari, Ponorogo Jawa Timur. Tarian ini juga berkembang diberbagai daerah luar Jawa Timur.

Makna dan fungsi tarian ini yaitu menggambarkan sifat manusia, menolak bala, meminta kesuburan, terhindar dari bencana, dan meminta ketentraman. Tarian ini biasanya diperagakan oleh penari pria yang berperan sebagai prajurit.

24. Tari Lego Lego - Nusa Tenggara Timur

Tari Lego-Lego merupakan tarian tradisional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur. Tari adat ini bermakna sebagai persatuan. Gerakan tarian ini dengan cara berpegangan tangan membentuk lingkaran di bawah pohon dan mengitari mezbah.

Tarian ini sebagai alat pemersatu dalam kehidupan masyarakat Alor umumnya dan suku Kabola khususnya berupaya untuk menyesuaikan perbedaan yang ada untuk mencapai kesatuan.

25. Tari Selamat Datang – Papua

Tarian tradisional ini berasal dari Papua yang merupakan sebuah tarian kearifan lokal dan budaya luhur masyarakat di sana.

Para penari mengenakan kostum berbahan kulit pohon dan akar tumbuhan, seperti penutup kepala, kalung, gelang, serta lukisan yang mewarnai tubuh penari.

Tarian ini dimaknai sebagai rasa hormat, dan tanda, bahwa tamu yang datang disambut dengan baik. Serta ungkapan rasa syukur kebahagiaan masyarakat dalam menyambut tamu.

26. Taro Saureka-reka – Maluku

Tari ini merupakan tarian tradisional yang berasal dari Maluku. Tari Saureka-reka awalnya dilakukan oleh para petani sagu saat musim panen sebagai rasa syukur.

Namun kini tarian ini tidak hanya digunakan untuk permainan atau hiburan saja, melainkan berkembang sebagai tarian seni pertunjukkan.

Tari Saureka-reka dimainkan oleh 8 orang pemain, 4 orang penari pria memainkan gaba-gaba, sedangkan penari perempuan menari di atas gaba-gaba yang dimainkan.

Demikian 26 tarian tradisional yang dikenal luas oleh masyarakat Indonesia, hingga mancanegara. Bahkan beberapa tarian tradisional Indonesia mampu menjuarai kompetisi tarian di berbagai Negara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel