26 Teroris dari Makassar-Gorontalo Diboyong ke Jakarta, 3 Orang Wanita

Mohammad Arief Hidayat, Sherly (Tangerang)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sebanyak 26 tersangka teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dari Makassar dan Gorontalo dibawa ke Jakarta dan tiba di Terminal Kargo, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Kamis, 4 Februari 2021. Mereka akan ditahan di rumah rahanan teroris di Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

Puluhan teroris asal Makassar dan Gorontalo itu tiba pukul 13.58 WIB dengan pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT-3891.

Saat turun dari pesawat para tersangka sudah mengenakan baju tahanan berwarna oranye dengan kaki serta tangan diborgol. Tiga orang di antara mereka adalah wanita dan sisanya laki-laki.

Baca: Remaja Antimuslim Singapura Terinspirasi Teroris Masjid Selandia Baru

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Rusdi Hartono, dalam penangkapan para tersangka teroris itu, satu di antaranya meninggal dunia setelah ditembak karena melawan. Seorang tersangka yang tidak disebutkan identitasnya itu sudah dimakamkan di Makassar.

“Kaitan dengan penangkapan ini terdapat dua kelompok. Untuk dari Gorontalo, mereka adalah kelompok Ikhwan Pahuwato. Lalu dari Makasar mereka sama-sama satu jaringan, yakni Jamaah Anshor Daullah," katanya.

Jaringan JAD terafiliasi dengan jaringan Islamic State in Iraq and Al Asham atau ISIS. Kedua kelompok di dua provinsi berbeda itu memiliki keahlian yang hampir sama dalam melakukan serangan atau aksi teror di Indonesia.

Seperti JAD asal Gorontalo, mereka memiliki keahlian dan mempelajari bela diri, memanah, melempar pisau, menembak dengan senapan angin serta merakit bom. Lalu JAD asal Makassar, mereka selalu mempersiapkan diri sebagai calon pengantin atau orang yang siap membawa bom bunuh diri.

"Mereka juga sudah merencanakan berbagai rencana pemboman di Mako Polri, rumah dinas anggota Polri, rumah dinas pejabat di Gorontalo, serta merencanakan perampokan di toko-toko di daerah sana," ujarnya.