27 CCTV Disiagakan untuk Antisipasi Dampak Erupsi Semeru

Merdeka.com - Merdeka.com - Sebanyak 27 CCTV terpasang di sejumlah titik guna memantau dampak aktivitas Gunung Semeru. Gunung Semeru saat ini masih berstatus siaga atau level III.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, puluhan CCTV itu berfungsi sebagai Early Warning System (EWS) untuk antisipasi kebencanaan Gunung Semeru. Selain itu, juga terpasang beberapa perangkat pendukung lain untuk mengantisipasi dampak kebencanaan.

"Early warning system (EWS) kita untuk kebencanaan di sekitar Semeru sudah baik, ada CCTV di 27 titik, ada frekuensi radio, melalui handy talkie yang antar desa sudah memiliki itu," jelas Thoriqul Haq, Sabtu (19/11).

Kata Thoriq, dengan sejumlah perangkat yang sudah terpasang, komunikasi petugas di lapangan bisa dilakukan dengan cepat. Sehingga bisa meminimalisir dampak dari terjadinya bencana tersebut.

"Apabila ada peringatan kebencanaan, bisa langsung sampai kepada masyarakat jadi langkah antisipasinya bisa lebih cepat," katanya.

Menurutnya, masyarakat juga bisa melihat jarak luncur lava pijar yang bisa dipantau melalui kamera CCTV yang live selama 24 jam. Sehingga apabila terjadi lahar dingin, para penambang pasir maupun pengendara yang melintas di jalur Curah Kobokan bisa sesegera mungkin menepi dari aliran berbahaya.

“Jika ada lahar dingin di Supit Urang misalnya, maka bisa langsung kita informasi kepada teman-teman penambang yang ada di Jugosari maupun aliran di bawahnya untuk segera menepi, jadi langkah antisipasi kita saat ini lebih siap,” katanya.

Adanya EWS ini tentu membuat masyarakat bisa dengan mudah memantau langsung perkembangan aktivitas Gunung Semeru. Misalnya, saat terjadi hujan di area lereng Gunung, masyarakat bisa mengetahui besaran amplitudo maksimal (amak) getaran yang dihasilkan.

“Dengan begitu masyarakat bisa bisa lebih waspada lagi untuk mewanti-wanti segala kemungkinan yang akan terjadi,” tandas Thoriq.

[ray]