Update 27 Desember: 80 Juta Kasus COVID-19 di Dunia, Rusia Nyaris 3 Juta

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kasus COVID-19 di seluruh dunia tercatat mencapai 80,3 juta. Pasien meninggal mencapai 1,75 juta orang dan 45,4 juta orang sembuh. Kasus di Rusia bahkan nyaris tiga juta.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, Minggu (27/12/2020), tiga kasus tertinggi berada di Amerika Serikat (18,9 juta kasus), India (10,1 juta), dan Brasil (7,4 juta).

Angka kesembuhan di AS sedang tidak muncul dari peta tersebut.

Rusia berada di posisi 4 dengan total 2,9 juta kasus.

Kasus di Turki juga tinggi hingga mencapai 2,2 juta kasus. Jumlah kasus di negara itu bahkan telah melewati Italia (2 juta) dan Spanyol (1,8 juta).

China justru tidak mencatat lonjakan kasus COVID-19. Jumlah kasusnya kini berada di angka 95 ribu.

Saat ini, kasus di Indonesia mencapai 706 ribu.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Kasus WNI di Luar Negeri

Seseorang berjalan melintasi Covent Garden di London, Inggris (23/11/2020). Tambahan 15.450 orang di Inggris dinyatakan positif COVID-19, menambah total kasus coronavirus di negara itu menjadi 1.527.495, menurut data resmi yang dirilis pada Senin (23/11). (Xinhua/Tim Ireland)
Seseorang berjalan melintasi Covent Garden di London, Inggris (23/11/2020). Tambahan 15.450 orang di Inggris dinyatakan positif COVID-19, menambah total kasus coronavirus di negara itu menjadi 1.527.495, menurut data resmi yang dirilis pada Senin (23/11). (Xinhua/Tim Ireland)

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mencatat adanya tambahan kasus baru dari Inggris pada Minggu (27/12/2020). Seperti diketahui, Inggris sedang menghadapi varian baru COVID-19.

"Tambahan WNI terkonfirmasi COVID19 di Qatar dan Inggris, sembuh di Inggris, Kuwait, dan Qatar. Total WNI terkonfirmasi di luar negeri adalah 2.443: 1.682 sembuh, 164 meninggal dan 597 dlm perawatan," tulis akun @Kemlu_RI.

Berikut peta hari ini:

Rekomendasi Nutrisi yang Penting Dikonsumsi agar Imunitas Kuat Lawan COVID-19

ilustrasi makanan sehat/unsplash
ilustrasi makanan sehat/unsplash

Imunitas tubuh yang baik dibutuhkan di masa pandemi COVID-19 seperti sekarang. Memastikan asupan gizi yang masuk ke tubuh amat diperlukan agar imunitas tubuh kuat.

Dosen Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor (IPB), Rimbawan mengatakan sistem imun berfungsi selama kita hidup. Namun, sel-sel imun akan bekerja lebih aktif apabila ada patogen.

"Aktivasi tersebut memerlukan tambahan ketersediaan zat penghasil energi bagi tubuh seperti karbohidrat, protein, dan lemak," ujar Rimbawan dalam Virtual Nutrition Talk.

Upaya mencukupi semua kebutuhan zat gizi tersebut untuk menjaga agar sistem imun tetap terjaga dengan baik. Yakni dengan memperhatikan gizi seimbang.

"Perlu diperhatikan prinsip gizi seimbang yang tetap harus dijalankan antara lain memperhatikan keaneka-ragaman makanan, tetap beraktivitas fisik, selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan menjaga berat badan ideal," jelasnya.

Tips Konsumsi dalam Santap Makanan Gizi Seimbang

Ilustrasi Makanan Sehat | unsplash.com/@ellaolsson
Ilustrasi Makanan Sehat | unsplash.com/@ellaolsson

Tips dalam mengonsumsi makanan sehat selama pandemi:

1. Sertakan protein dalam nutrisi harian

Selain dikenal sebagai pondasi tubuh, protein juga memungkinkan tubuh untuk memproduksi antibodi yang dibutuhkan untuk melawan virus dan bakteri yang menyerang tubuh. Kamu bisa mendapatkan asupan protein dari ikan, unggas, daging tanpa lemak, kacang-kacangan dan produk susu rendah lemak.

2. Konsumsi vitamin dan fitonutrien

Vitamin A dan C, serta fitonutrien adalah faktor penting dalam kesehatan sistem kekebalan tubuh.

3. Fokus pada kesehatan usus dengan probiotik dan prebiotik

Sistem pencernaan yang memainkan peran penting dalam mendukung fungsi kekebalan tubuh. Saluran usus yang merupakan rute utama kontak dengan lingkungan eksternal dan merupakan jalur yang mengandung mikrobioma dan membantu pencernaan serta penyerapan nutrisi.

Penelitian telah menunjukkan bahwa probiotik, yang merupakan 'bakteri baik', berguna dalam menjaga sistem pencernaan, dan prebiotik adalah jenis serat yang tidak dapat dicerna tubuh manusia, berfungsi sebagai makanan untuk probiotik ini.

4. Tingkatkan konsumsi asam lemak omega 3

Asam lemak omega-3, seperti DHA dan EPA, adalah jenis lemak sehat dan esensial, yang dapat ditemukan dalam makanan seperti biji chia dan suplemen seperti minyak ikan.

Infografis COVID-19:

Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Yuk, Waspadai 7 Gejala Ringan Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: