27 Korban Kebakaran Kilang Minyak Balongan Dibolehkan Pulang dari RS

Lis Yuliawati, Adi Suparman (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat, sebagian korban kebakaran kilang minyak milik Pertamina RU VI Balongan Indramayu diperbolehkan pulang.

Kepala Seksi (Kasie) Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat, Hadi Rachmat menjelaskan, korban tersebut pulang setelah mendapat penanganan intensif Rumah Sakit (RS) Bumi Patra.

"Korban luka ringan 27 orang sudah diperbolehkan untuk pulang, sisa tiga orang masih di rawat di RS Bumi Patra. (Enam) korban luka berat sedang ditangani di RSPP Jakarta," ujar Hadi, Selasa, 30 Maret 2021.

BPBD mencatat sebanyak 932 orang mengungsi di tiga tempat, yaitu Pendopo sebanyak 320 jiwa, GOR Bumi Patra 220 jiwa dan Masjid Islamic Center Indramayu 392 orang.

"Pendirian tenda Satgas dan pemberian bantuan logistik di lokasi pengungsian Islamic Center. BPBD Indramayu mendirikan posko dan dapur umum di Pendopo Kabupaten Indramayu," ujarnya.

Sebelumnya, Pertamina RU VI Balongan Kecamatan Balongan Kabupaten Indramayu mengalami kebakaran hebat, Senin, 29 Maret 2021 pukul 01:00 WIB. Akibatnya puluhan korban mengalami luka ringan dan luka berat yang ditangani Rumah Sakit Pertamina.

PT Pertamina (Persero) Refinery Unit (RU) VI Balongan merupakan kilang keenam dari tujuh kilang Direktorat Pengolahan PT Pertamina (Persero), dengan kegiatan bisnis utamanya adalah mengolah minyak mentah menjadi produk-produk Bahan Bakar Minyak (BBM), Non BBM dan Petrokimia.

RU VI Balongan mulai beroperasi sejak tahun 1994. Kilang ini berlokasi di Indramayu (Jawa Barat) sekitar 200 km arah timur Jakarta, dengan wilayah operasi di Balongan, Mundu dan Salam Darma. Bahan baku yang diolah di Kilang RU VI Balongan adalah minyak mentah Duri dan Minas yang berasal dari Provinsi Riau.