27 Tahun Mengabdi, Begini Akhir Kisah KA Prameks Yogya-Solo

Dusep Malik
·Bacaan 2 menit

VIVA – PT KAI Commuter pada Rabu, 10 Februari 2021 resmi mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) rute Yogyakarta-Solo. KRL ini menggantikan Kereta Prambanan Ekspres atau Prameks yang sudah beroperasi sejak tahun 1994 lalu.

Atas keputusan tersebut, Kereta Api Prambanan Ekspres telah menyelesaikan tugasnya melayani di lintas Solo-Yogya pada Selasa malam, 9 Februari 2021 kemarin. Selanjutnya KA Prameks akan tetap beroperasi di lintas Yogyakarta-Kutoarjo PP.

Dengan selesainya masa dinas KA Prameks Yogya-Solo masyarakat tentu memiliki banyak kenangan atas moda transportasi yang melegenda tersebut. Dan pastinya, kenangan tersebut sulit bisa dilupakan begitu saja.

Direktur Utama PT KAI, Didiek Hartantyo, mengatakan dirinya sangat berterima kasih atas pengabdian yang telah diberikan oleh KA Prameks selama 27 tahun ini. Ke depan pihaknya tentu ingin meningkatkan pelayanan bagi para penumpang setia kereta api.

Untuk itu, pihaknya mengoperasikan KRL Yogya-Solo menggantikan KA Prameks untuk bisa berikan pengalaman baru dan budaya baru dalam bertansportasi bagi masyarakat sekitar Yogya-Solo.

"Semoga layanan KAI Commuter semakin baik dan membangun ekosistem kereta api yang terintergrasi. Dan masyarakat Yogya-Solo bisa semakin meningkat kualitas transportasi, bisa bekerja, belajar dan menjalankan kewajibannya di masa pandemi saat ini," jelas Didiek dikutip dari Instagram @Commuterline, Kamis 11 Februari 2021.

Sementara itu, VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba menyebut di hari pertama beroperasinya KRL Yogya-Solo, antusias masyarakat cukup tinggi. Hal itu, berdasarkan data dari PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) dalam setengah hari sudah ada 1.100 penumpang KRL.

"Untuk hari pertama secara komersial ini antusiasnya luar biasa. Tadi sampai jam 10.00 WIB kami melayani 1.100 penumpang. KRL pertama mulai dari jam 5 pagi. Tapi mungkin sekarang sudah naik lagi," ujar Anne di Stasiun Tugu, Rabu 10 Februari 2021.

Anne menuturkan di hari pertama beroperasi KRL Yogyakarta-Solo memang ada sejumlah kendala. Diantaranya terkait tiket KRL. Kendala ini muncul karena hari pertama dan masyarakat perlu penyesuaian.

"Ini hari pertama, wajar kalau kita butuh adaptasi, ini E-ticketing sudah kita sosialisasikan biasanya reservasi ini tinggal pakai kartu. Nanti kalau ada yang bingung kita arahkan, Kartu Multi Trip (KMT) disediakan di semua stasiun dengan harga Rp30 ribu saldonya sudah Rp10 ribu," urai Anne.