28 Pria Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Gadis 15 Tahun Diselidiki Polisi India

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Mumbai - Pihak berwenang di India sedang menyelidiki kasus di mana seorang gadis berusia 15 tahun berulang kali diperkosa beramai-ramai selama sekitar sembilan bulan.

Menurut laporan BBC, Jumat (24/9/2021), polisi di kota Mumbai telah menangkap 28 orang sehubungan dengan dugaan pemerkosaan, yang dimulai sejak Januari.

Laporan lokal mengatakan, insiden itu dimulai ketika pacar gadis itu memperkosanya dan merekam kejadian itu. Dia dan teman-temannya kemudian dilaporkan menggunakan rekaman itu untuk memerasnya agar berhubungan seks dengan mereka.

Pihak berwenang mengatakan, pemerkosaan beramai-ramai terjadi di berbagai pinggiran kota Mumbai, termasuk Dombivili, Badlapur, Murbad dan Rabale.

Gadis itu akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi.

Outlet berita NDTV mengatakan gadis itu telah menyebutkan 33 penyerang secara total, dan dia tahu hampir semua pelakunya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Kasus Pemerkosaan di India

Ilustrasi korban pemerkosaan. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi korban pemerkosaan. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Sejak pemerkosaan beramai-ramai pada tahun 2012 terhadap seorang wanita yang dijuluki Nirbhaya, yang menyebabkan kemarahan global, India telah memperkenalkan undang-undang yang keras untuk menangani kejahatan yang bersifat seksual.

Namun meskipun pengawasan meningkat, itu masih tetap menjadi masalah serius.

Pada tahun 2020, Biro Catatan Kejahatan Nasional India mencatat 28.046 kasus pemerkosaan - atau hampir 77 kasus sehari.

Para pegiat mengatakan jumlah sebenarnya jauh lebih tinggi karena banyak yang bahkan tidak dilaporkan, karena pemerkosaan masih dipandang sebagai hal yang tabu oleh banyak orang di tengah masyarakat India.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel