28 UMKM di Jateng masuk pasar Singapura

Adi Lazuardi
·Bacaan 2 menit

Sebanyak 28 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Jawa Tengah berupaya masuk pasar Singapura, melalui pameran Gayeng Expo yang digelar di Suntec City Singapura, mulai 16 April hingga 23 Mei 2021.

Pameran dibuka secara virtual oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dari Semarang, pada Rabu (28/4). Pembukaan juga dihadiri Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UMKM, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, perwakilan DPR RI Dapil Jawa Tengah, dan Deputi Gubernur BI.

Gayeng Expo merupakan kegiatan promosi produk Usaha Kecil Menengah dan Mikro (UMKM) dari Jawa Tengah yang didukung Bank Indonesia.

Beragam produk dari 28 UMKM Jawa Tengah antara lain produk makanan, pakaian, aksesoris, dekorasi rumah, perlengkapan dapur, dan furniture, dipamerkan di Singapura selama sebulan lebih. Produk yang ditampilkan dipilih melalui proses kurasi yang ketat.

Dengan slogan "Artisan Style of Central Java," maka diharapkan berbagai produk UMKM hasil kreativitas artisan Jawa Tengah ini dapat menarik minat warga Singapura dan memiliki peluang berorientasi ekspor dengan mitra dari Singapura.

Di Singapura, Duta Besar RI untuk Singapura, Suryo Pratomo menyatakan, di saat pandemi saat ini, dibutuhkan kolaborasi yang kuat antar berbagai pihak, baik di level kementerian maupun pemerintah daerah untuk mendorong peningkatan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.

UMKM merupakan tulang punggung pembangunan dan ekonomi Indonesia.

"Diharapkan kegiatan ini dapat membantu produk UMKM kita untuk masuk ke pasar Singapura dan pasar Internasional," kata Dubes Suryo Pratomo.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi menyatakan, dalam proses pemulihan ekonomi domestik dan global saat ini, Indonesia perlu mengambil peluang untuk meningkatkan porsi perdagangan UMKM dan menarik investasi internasional di industri kreatif, serta memberikan dorongan dan dukungan ekspor.

Kegiatan itu, adalah yang ketiga kali digelar BI demi membukakan akses kepada UMKM agar bisa berkembang, apalagi di tengah situasi pandemi.

Pameran di Singapura turut dihadiri antara lain Duta Besar Mongolia sekaligus sebagai Dean para Duta Besar asing di Singapura George Tumur, High Commissioner Brunei Darussalam Dato Paduka Haji Sidek Bin Ali, Deputy Chief of Mission Filipina Adrian Bernie Candolada, Deputy Chief of Mission Thailand Twekiat Janprajak, Assistant CEO of Singapore Business Federation Darius Lim, Chairman and Founder of Universal Success Enterprises Prasoon Mukherje, dan Chairman and Founder of Scanteak Lim Pok Chin.

Para tamu mendapatkan penjelasan terkait budaya Indonesia yang tercermin pada berbagai produk yang dipamerkan. Bahkan, tamu melihat secara langsung proses pembuatan batik.