3 Alasan Arema Merupakan Kandidat Kuat Juara Piala Presiden 2022

Bola.com, Jakarta - Piala Presiden 2022 bakal dimulai 11 Juni. Arema FC yang jadi tuan rumah Grup D masuk dalam kandidat juara turnamen pramusim tersebut. Ada beberapa faktor yang membuat tim berjuluk Singo Edan ini sangat diperhitungkan.

Pertama tentu pergerakan di bursa transfer. Arema tengah membentuk skuat yang lebih tangguh. Beberapa pemain lokal berpengalaman didatangkan. Mereka sempat mengalahkan PSIS Semarang dan Rans Nusantara dalam ujicoba sebelum Piala Presiden bergulir.

Selain itu, masih ada faktor lain seperti dukung Aremania hingga historis yang bagus di Piala Presiden. Pantas jika Arema mulai disandingkan dengan kandidat juara lain seperti Bali United, Persib Bandung dan lainnya.

Kebetulan, tim-tim tangguh musim lalu berkumpul di Grup C yang ada di Bandung. Sehingga beberapa tim unggulan bakal saling menyingkirkan di grup lain.

 

 

Bersama Tim Underdog

Sementara Arema, satu grup dengan tim-tim underdog. Seperti PSM Makassar, Persik Kediri dan Persikabo 1973.

Lebih lanjut, Bola.com merangkum tiga faktor utama yang membuat Arema layak masuk bursa juara Piala Presiden 2022.

 

 

 

Skuad Mentereng

Pemain anyar Arema, Evan Dimas dikawal dua pemain muda PSIS saat ujicoba di Stadion Kanjuruhan. (Iwan Setiawan/Bola.com)
Pemain anyar Arema, Evan Dimas dikawal dua pemain muda PSIS saat ujicoba di Stadion Kanjuruhan. (Iwan Setiawan/Bola.com)

Musim ini, Arema melakukan rekrutan pemain yang tepat. Kurangnya kreator lini tengah yang jadi titik lemah musim lalu sudah ditemukan solusinya.

Pemain sekelas Evan Dimas, Adam Alis dan Gian Zola didatangkan. Mereka merupakan gelandang kreator serangan. Selain itu, Arema menambah winger dan striker yang lebih berpengalaman. Seperti Irsyad Maulana, Ilham Udin Armayn dan Hanis Saghara.

Kehadiran para pemain itu membuat cara bermain Arema diprediksi lebih menyerang. Ini yang selama ini diminta oleh Aremania. Pelatih Arema, Eduardo Almeida dan manajemen sepertinya membuka telinga atas masukan dari fansnya.

Bisa dibilang kedalaman skuat Arema salah satu yang terbaik di Indonesia. Dimana pemain inti dan cadangan kualitasnya tak beda jauh. Ini jadi salah satu syarat membentuk tim juara. Sehingga performa tim tetap stabil ketika ada beberapa pemain yang absen.

 

 

Suasana Tim Kondusif dan Dukungan Penuh Aremania

<p>Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana, mengimbau Aremania agar tidak melontarkan nyanyian rasis hingga menyalakan flare.(dok/Arema FC)</p>

Presiden Arema FC Gilang Widya Pramana, mengimbau Aremania agar tidak melontarkan nyanyian rasis hingga menyalakan flare.(dok/Arema FC)

Jika melihat suasana tim Arema saat ini, terlihat kondusif. Pemain baru dan lama bisa cepat adaptasi. Kebetulan ada tiga pemain baru yang sudah pernah membela Arema. Seperti Irsyad Maulana, Hasim Kipuw dan Adam Alis. Sehingga adaptasi yang dilakukan tidak terlalu sulit.

Selain itu, tiga pilar asing, Adilson Maringa, Sergio Silva dan Renshi Yamaguchi merupakan pemain yang dipertahankan sejak musim lalu. Tinggal menunggu satu striker baru untuk menggenapi kuota pemain asing.

Manajemen Arema dan pemain juga terlihat sangat dekat. Karena Presiden Arema, Gilang Widya Pramana termasuk sosok yang dekat dengan pemain.

Selain itu, dukungan penuh Aremania juga membuat pemain lebih bersemangat. Karena dalam dua kali ujicoba terbuka di kandang sendiri, Aremania yang hadir diatas 20 ribu di setiap pertandingan.

Ini sebuah awal yang bagus. Diprediksi Aremania bakal memenuhi Stadion Kanjuruhan setiap laga penyisihan Grup D Piala Presiden.

 

 

Rejam Jejak Apik di Piala Presiden

<p>Piala Presiden 2022 - Ilustrasi Logo Piala Presiden 2022 (Bola.com/Adreanus Titus)</p>

Piala Presiden 2022 - Ilustrasi Logo Piala Presiden 2022 (Bola.com/Adreanus Titus)

Sejak Piala Presiden digelar, Arema punya historis bagus. Singo Edan jadi tim pertama yang sudah dua kali jadi juara di ajang ini. Tahun 2017 dan 2019.

Kini, Singo Edan membidik gelar ketiga. Hal itu disampaikan Presiden Arema, Gilang Widya Pramana. Dia berharap memperpanjang rekornya sebagai tim paling sering meraih gelar juara Piala Presiden.

Dari dua juara sebelumnya, Arema punya resep yang hampir sama. Melakukan persiapan lebih awal. Jadi, saat tim lain masih dalam adaptasi pembentukan tim, Singo Edan sudah tancap gas. Karena materi pemainnya tak banyak berubah.

Musim ini juga tak beda jauh. Arema lebih banyak menggelar ujicoba sebagai tes sebelum Piala Presiden. Hasilnya, dua kali menang, sekali imbang dan sekali kalah.

Hasil ini sudah cukup membuat Ahmad Alfarizi percaya diri di Piala Presiden. Apalagi ujicoba terakhir mereka menang telak 4-0 dan Rans Nusantara.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel