3 alasan mengapa Anda justru stres ketika mencoba untuk rileks, ini tips mengatasinya

·Bacaan 5 menit
<span class="caption">Seseorang mungkin untuk berhenti mengalami "stres saat sedang mencoba santai".</span> <span class="attribution"><span class="source"> fizkes / Shutterstock</span></span>
Seseorang mungkin untuk berhenti mengalami "stres saat sedang mencoba santai". fizkes / Shutterstock

Pernahkah Anda mencoba untuk bersantai, hanya untuk menemukan diri Anda kewalahan dengan perasaan stres dan memiliki pikiran negatif?

Banyak dari kita mengalami hal ini. Itulah sebabnya beberapa orang menyebutnya “stresslaxing”.

Stresslaxation adalah istilah baru, tapi kecemasan akibat relaksasi telah dipelajari selama bertahun-tahun. Hal ini terbukti terjadi antara 30% dan 50% orang ketika mereka mencoba melakukan hal-hal yang membuat rileks, justru mengakibatkan gejala stres (seperti detak jantung cepat atau berkeringat).

Ini paradoks, mengingat orang yang mengalami stresslaxation mungkin perlu melakukan sesuatu yang menenangkan untuk menghilangkan stres. Hal ini dapat berubah menjadi lingkaran setan yang destruktif saat mereka tidak dapat mengurangi stres yang mereka alami – yang dapat mengakibatkan lebih banyak emosi negatif dan kepanikan.

Namun, tidak semua orang akan mengalami stresslaxation. Beberapa riset bahkan menunjukkan orang yang memiliki kecemasan mungkin lebih rentan terhadap masalah ini. Tapi di sini ada beberapa alasan lain mengapa hal itu stres bisa terjadi – dan apa yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya.

1. Anda menyangkal bahwa Anda sedang stres

Berpura-pura bahwa masalah tidak ada – juga dikenal sebagai penyangkalan (denial) – adalah salah satu langkah yang paling tidak efektif untuk mengatasi stres. Dalam kasus stresslaxing, keadaan ini mungkin menyangkal bahwa Anda stres sejak awal.

Periode penyangkalan yang singkat sebenarnya dapat membantu kita beradaptasi dengan perubahan. Misalnya, penyangkalan dapat membantu seseorang mengatasi emosinya setelah mengalami kematian orang terdekat.

Namun, ketika penyangkalan sering digunakan untuk mengatasi stres sehari-hari, itu dapat membuat orang merasa terus-menerus terjebak dalam suatu kebiasaan.

Saat Anda menyangkal, tubuh Anda terus mengirimkan sinyal stres untuk mendorong Anda mengambil tindakan dan menyelesaikan masalah Anda. Inilah sebabnya mengapa mencoba (dan gagal) untuk bersantai alih-alih mengatasi penyebab stres Anda dapat membuat Anda merasa lebih stres.

Berikut cara memperbaikinya:

  • Akui bahwa gejala stres dapat membantu. Tubuh Anda mencoba mengingatkan Anda bahwa ada masalah yang perlu diperbaiki, sehingga mengaktifkan semua sumber daya fisiologisnya untuk membantu Anda melakukannya. Misalnya, peningkatan detak jantung membantu tubuh Anda membawa lebih banyak darah beroksigen ke otak Anda, sehingga otak Anda dapat dengan cepat menemukan solusi untuk masalah yang menyebabkan Anda stres.

  • Tuliskan pikiran dan perasaan terdalam Anda yang terkait dengan stres Anda. Ini akan membantu Anda memahami sumber stres sehingga Anda dapat mengatasinya. Misalnya, tidak ada gunanya melakukan meditasi setiap hari untuk menghilangkan stres jika penyebabnya adalah terlalu banyak bekerja. Dalam hal ini, sebenarnya berbicara dengan manajer atau kolega untuk menyesuaikan beban kerja Anda akan lebih membantu menghilangkan stres Anda daripada aktivitas relaksasi.

  • Berpikir di luar kebiasaan. Saat kita stres, kita mungkin hanya berpikir bahwa aktivitas tertentu (seperti meditasi atau olahraga) dapat membantu kita rileks. Tapi berbicara dengan teman atau keluarga, atau menggunakan aplikasi atau sumber online, mungkin merupakan cara yang lebih baik untuk mengatasi stres Anda dan membantu Anda merasa lebih baik.

2. Anda mengkhawatirkan apa yang akan dikatakan orang lain

Sebagian besar dari kita memiliki sesuatu yang kita sukai – pekerjaan atau bahkan hobi. Tapi alasan Anda termotivasi untuk melakukan hal-hal ini adalah aspek yang penting.

Beberapa orang mengejar passion atau hasrat mereka karena mereka ingin meningkatkan diri atau mempelajari keterampilan baru. Namun, ada beberapa orang yang hanya mengejar hasrat mereka karena menginginkan pengakuan dari orang lain.

Orang-orang dengan tipe kepribadian tertentu mungkin lebih cenderung untuk terobsesi dengan gairah mereka. Orang lain mungkin hanya mengejar hal tertentu agar bisa dipuji oleh rekan kerja mereka atau bahkan untuk membuktikan nilai mereka kepada teman atau keluarga.

Masalah mengejar suatu hasrat dengan alasan yang salah adalah hal itu dapat menyebabkan seseorang memaksa dirinya sendiri. Misalnya, orang yang tetap bekerja meski sedang sakit, atau tidak mengambil cuti untuk menghilangkan stres.

Hal ini dapat memicu stres dan menyulitkan seseorang untuk bersantai – seperti anggapan bahwa Anda membuang-buang waktu ketika mencoba melakukan hal-hal yang menenangkan. Anda bahkan mungkin khawatir bahwa orang akan berpikir buruk tentang Anda karena mengambil cuti. Anggapan tersebut dapat berdampak negatif pada kesehatan lahir dan batin

<span class="caption">Coba tuliskan pemikiranmu.</span> <span class="attribution"><a class="link " href="https://www.shutterstock.com/image-photo/close-partial-portrait-female-author-home-1724014720" rel="nofollow noopener" target="_blank" data-ylk="slk:Yavdat/ Shutterstock">Yavdat/ Shutterstock</a></span>
Coba tuliskan pemikiranmu. Yavdat/ Shutterstock

Untuk orang-orang yang merasa seperti ini, mengambil “istirahat mental” singkat dari passion Anda mungkin bisa membantu. Istirahat tidak harus lama, dan juga tidak harus melibatkan melakukan sesuatu yang dianggap bisa menenangkan Anda. Jeda sejenak mungkin dapat membantu Anda untuk merasa bahwa tidak apa-apa untuk meluangkan waktu dari hasrat Anda sesekali untuk menghilangkan stres dan bersantai.

3. Anda tidak dapat mengambil keputusan

Saat membuat keputusan, beberapa orang mau tidak mau mengeksplorasi semua kemungkinan opsi yang tersedia bagi mereka – yang dikenal sebagai ‘optimalisasi pemikiran’. Ini bahkan dapat terjadi ketika mencoba memilih sesuatu yang santai untuk dilakukan.

Bahkan setelah memilih sesuatu, Anda mungkin malah memikirkan pilihan lain, bertanya-tanya apakah ada hal lain yang akan membantu Anda merasa lebih tenang. Namun, alih-alih menenangkan pikiran Anda, Anda malah bisa merasa lebih stres.

Upaya optimalisasi pemikiran dapat menyebabkan perasaan menyesal ataupun menyalahkan diri sendiri, apa pun opsi yang kita pilih. Terkadang, ini juga terkait dengan kesehatan lahir dan batin yang lebih rendah.

Untuk seseorang yang memiliki kebiasaan tersebut, mereka bisa saja memikirkan semua opsi yang harus mereka lakukan hari itu ketimbang benar-benar bersantai – yang dapat menyebabkan perasaan stres.

Berikut cara mengatasinya:

  • Batasi jumlah keputusan yang perlu Anda buat pada hari di mana Anda ingin melakukan sesuatu yang menenangkan. Rencanakan kapan Anda akan melakukan sesuatu yang menenangkan (seperti menonton film atau bermeditasi) dan berapa lama Anda akan melakukannya. Hal ini dapat membuat Anda lebih mudah bersantai ketika saatnya tiba karena Anda akan tahu bahwa Anda tidak menunda hal-hal lain.

  • Ingat alasan mengapa Anda mencoba untuk rileks. Kesehatan Anda penting, jadi mengingat hal ini dapat membantu Anda mengurangi stres saat mencoba melakukan aktivitas yang menenangkan.

Sisi baiknya, sekalipun menyebabkan kecemasan, relaksasi masih berdampak positif pada kesehatan mental, bahkan mungkin membantu Anda tumbuh sebagai seorang individu.

Yang paling penting adalah menemukan aktivitas bersantai yang Anda nikmati. Baik itu memasak, berkebun, atau bahkan berlari, penting untuk membantu Anda melepaskan diri dari stres hari Anda.

Jolanta Burke does not work for, consult, own shares in or receive funding from any company or organization that would benefit from this article, and has disclosed no relevant affiliations beyond their academic appointment.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel