3 Alasan Mengapa Seseorang Menutup Mata Saat Berciuman

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Memberikan kecupan kepada pasangan seringkali dilakukan sebagai salah satu bentuk kasih sayang. Beberapa individu juga menganggap bahwa kecupan mampu menenangkan hati.

Namun, pernahkah Anda memperhatikan, saat berciuman mata Anda akan reflek terpejam? Atau pernahkah Anda membiarkan mata terbuka dan membandingkannya dengan mata terpejam saat sedang berciuman?

Melansir dari Brightside, Sabtu (28/11/2020), berikut tiga alasan mengapa seseorang berciuman dengan mata tertutup.

Membantu otak lebih fokus

Ilustrasi Mencium Kening Kepala Credit: freepik.com
Ilustrasi Mencium Kening Kepala Credit: freepik.com

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan seorang psikolog, ketika ada banyak visual atau gangguan di sekitar, otak akan menjadi lebih sulit fokus. Hal ini membuat kemampuan kita untuk merasakan sesuatu menjadi lebih buruk.

Selain itu, dengan menutup mata saat berciuman dapat menunjukkan bahwa Anda nyaman dan aman dengan situasi yang terjadi.

Menghindari rasa canggung

Ilustrasi/copyright shutterstock.com
Ilustrasi/copyright shutterstock.com

Berciuman adalah salah satu hal pribadi dan intim. Ciuman dapat membuat Anda atau pasangan merasa lebih sensitif.

Untuk menghindari hal tersebut dari rasa canggung, secara otomatis Anda akan memilih untuk menutup mata sebelum mencondongkan tubuh untuk menciumnya.

Mengurangi tekanan

Ilustrasi/copyright unsplash.com/Sorin Sirbu
Ilustrasi/copyright unsplash.com/Sorin Sirbu

Meskipun kontak mata menjadi hal penting dalam hubungan, ciuman dengan mata terbuka bukanlah ide yang bagus.

Hal tersebut akan membuat pasangan Anda tidak nyaman. Selain itu, menutup mata saat berciuman dapat memberi sensasi lebih baik ketimbang dengan mata terbuka.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: