3 Alasan Performa AS Roma Merosot: Sempat Capolista, Kini Menurun Drastis

Bola.com, Jakarta - AS Roma asuhan Jose Mourinho mulai batuk-batuk dalam mengarungi musim 2022/2023. Sempat sapu bersih kemenangan pada empat laga awal Liga Italia 2022/2023, kini posisi tim merosot ke urutan enam.

Terbaru Lorenzo Pellegrini dan kawan-kawan baru saja dikalahkan Atalanta pada lanjutan Liga Italia hari Senin dini hari WIB. Ini merupakan kekalahan kedua AS Roma di Liga Italia musim ini usai sebelumnya dikalahkan Udinese.

Bukan cuma di Liga Italia, AS Roma juga memulai Liga Europa dengan rekam jejak kurang meyakinkan.

Pada matchday pertama, AS Roma dikalahkan 1-2 oleh Ludogorets, meski pada laga kedua, mereka bisa 3-0 atas HJK Helsinki.

Jelas ada penurunan performa dari AS Roma. Apa penyebabnya? Bola.com coba merangkumnya buat Anda.

1. Kedalaman Skuad

Bek AS Roma Chris Smalling berebut bola dengan bek Spezia, Martin Erlic pada pekan ke-17 Liga Italia 2021/2022 di Olimpico, Selasa (14/12/2021) dini hari WIB. AS Roma berhasil mendulang tiga poin setelah mengalahkan Spezia dengan skor 2-0. (Alfredo Falcone/LaPresse via AP)
Bek AS Roma Chris Smalling berebut bola dengan bek Spezia, Martin Erlic pada pekan ke-17 Liga Italia 2021/2022 di Olimpico, Selasa (14/12/2021) dini hari WIB. AS Roma berhasil mendulang tiga poin setelah mengalahkan Spezia dengan skor 2-0. (Alfredo Falcone/LaPresse via AP)

AS Roma tidak punya kedalaman skuad yang baik. Kualitas antara pemain starter dengan cadangan tidak sebanding.

Bahkan setiap laga, pemain cadangan yang masuk hanya itu-itu saja. Hal ini membuat strategi Jose Mourinho lebih mudah terbaca.

Contoh lini belakang. Tiga bek tengah yang sering diturunkan adalah Gianluca Mancini, Chris Smalling, dan Roger Ibanez. Karena minim pengganti sepadan, ketiganya nyaris tidak tersentuh rotasi.

2. Badai Cedera

Paulo Dybala memborong dua gol sementara satu gol lagi disumbangkan oleh Roger Ibanez. (AP/Gregorio Borgia)
Paulo Dybala memborong dua gol sementara satu gol lagi disumbangkan oleh Roger Ibanez. (AP/Gregorio Borgia)

Karena kedalaman skuad buruk, maka bila ada badai cedera menerpa tim, pelatih kesulitan menurunkan pemain yang punya kualitas sama baiknya.

Inilah yang dialami AS Roma. Dimulai cederanya pemain anyar, Georginio Wijnaldum. Padahal Wijnaldum sudah diplot sebagai pemain pilar.

Lalu saat musim berjalan, nama-nama pemain penting seperti Rick Karsdrop, Nicolo Zaniolo, Stephan El Shaarawy sampai terbaru Paulo Dybala mengalami cedera.

3. Lorenzo Pellegrini Melempem

Gelandang AS Roma Lorenzo Pellegrini (kiri) berebut bola dengan gelandang Empoli Filippo Bandinelli dalam partai Serie A 2022/2023 giornata 6 di Stadio Carlo Castellani, Selasa (13/9/2022) dini hari WIB. Duel Empoli vs Roma berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Serigala Ibu Kota --julukan AS Roma. (Photo by Alberto PIZZOLI / AFP)
Gelandang AS Roma Lorenzo Pellegrini (kiri) berebut bola dengan gelandang Empoli Filippo Bandinelli dalam partai Serie A 2022/2023 giornata 6 di Stadio Carlo Castellani, Selasa (13/9/2022) dini hari WIB. Duel Empoli vs Roma berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Serigala Ibu Kota --julukan AS Roma. (Photo by Alberto PIZZOLI / AFP)

Lorenzo Pellegrini merupakan penampil terbaik AS Roma musim lalu. Perannya sangat penting saat membawa I Giallorossi juara Conference League.

Namun musim ini, performa Pellegrini jauh menurun. Terbaru ia gagal jadi eksekutor penalti pada laga kontra HJK Helsinki.

Padahal kesuburan seorang Pellegrini sangat dibutuhkan AS Roma. Karena tim tidak bisa mengandalkan terus menerus keran gol dari Paulo Dybala dan Tammy Abraham.

Di Mana Posisin AS Roma Saat Ini?