3 Antisipasi Penularan Covid-19 Jelang Libur Akhir Tahun

·Bacaan 2 menit
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan Satgas mengapresiasi para pihak yang terlibat penanganan COVID-19 saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/11/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menyampaikan Satgas mengapresiasi para pihak yang terlibat penanganan COVID-19 saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/11/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta Mengantisipasi munculnya klaster baru Covid-19 jelang libur panjang di akhir tahun nanti, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyampaikan sejumlah imbauan bagi warga Ibu Kota yang akan menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru di sejumlah tempat wisata.

Salah satunya memilih dengan cerdas destinasi wisata yang kecil kemungkinan dapat menimbulkan banyak kerumunan.

"Masyarakat harus bisa lebih cerdas dan memilah dengan baik destinasi liburan. Jangan berkerumun atau mendatangi tempat dengan potensi kerumunan," kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis, 12 November 2020.

Wiku mengaku pihaknya juga akan terus melakukan pemantauan di setiap kegiatan masyarakat di libur Natal dan Tahun Baru untuk mengurangi risiko penularan.

"Kami akan koordinasi rutin dengan satgas-satgas daerah maupun Kementerian lembaga yang perlu diikutsertakan agar upaya antisipasi yang dilakukan bisa terjamin pelaksanaannya dengan optimal," ungkapnya.

Berikut sederet upaya Satgas Covid-19 guna mengantisipasi munculnya klaster baru Covid-19 jelang libur akhir tahun:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Cerdas Memilih Destinasi Liburan

Wiku menyarankan agar masyarakat berlibur di tempat wisata yang lebih sepi. Tidak mengunjungi lokasi wisata yang selalu ramai setiap libur akhir tahun.

"Masyarakat harus bisa lebih cerdas dan memilah dengan baik destinasi liburan jangan berkerumun atau mendatangi tempat dengan potensi kerumunan,” kata Wiku di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (12/11/2020).

Meski tidak ada larangan bagi masyarakat menghabiskan libur panjangnya di tempat wisata, namun, masyarakat dimintanya untuk betul-betul paham. Agenda kegiatan liburan tidak boleh menimbulkan risiko penularan virus Corona.

"Kami imbau masyarakat agar memanfaatkan libur panjang tanpa meningkatkan risiko-risiko penularan Covid-19," Jubir Covid-19 ini.

Antisipasi Lonjakan Libur Panjang

Wiku mengaku pihaknya sudah siap dalam mengantisipasi risiko penularan yang terjadi selama libur panjang.

Satgas akan menerapkan antisipasi yang sudah dilakukan saat libur panjang sebelumnya yang dinilai sudah cukup baik untuk menekan kenaikan kasus Covid-19.

"Jadi Satgas Covid-19 telah merencanakan antisipasi libur panjang yang sama sebagaimana libur panjang yang lalu, yaitu tanggal 28 Oktober sampai dengan 1 November," kata dia.

Mengevaluasi Lokasi Wisata yang Berpotensi

Wiku menuturkan bahwa Satgas seluruh Indonesia akan mengevaluasi lokasi wisata mana yang menimbulkan risiko penularan.

Selain melakukan pemantauan, Satgas juga akan membuat laporan seperti laporan mingguan yang biasa dibuat Satgas terkait perkembangan kasus Covid-19 selama libur panjang.

"Kami akan koordinasi rutin dengan satgas-satgas daerah maupun Kementerian lembaga yang perlu diikutsertakan agar upaya antisipasi yang dilakukan bisa terjamin pelaksanaannya dengan optimal," ungkapnya.

(Fifiyanti Abdurahman).

Saksikan video pilihan di bawah ini: