3 Bangunan Sejarah di Yogyakarta yang Pantang Diabaikan

·Bacaan 2 menit
Wisatawan mengunjungi Sumur Gumuling Tamansari Kraton Kesultanan Yogyakarta,(4/11). Bagunan yang didirikan pada masa pemerintahaan Sulltan Hamangkubuwana I ini banyak di kunjungi wisatawan karena arsitekturnya yang unuk. (Foto/Boy T Harjanto)

Liputan6.com, Yogyakarta - Saat berwisata ke Yogyakarta, jangan lupa berkunjung ke bangunan sejarah di kota ini. Lewat bangunan sejarah Yogyakarta, wisatawan bisa belajar dinamika masyarakat kota Yogyakarta dari waktu ke waktu.

Berikut adalah bangunan sejarah di Yogyakarta yang tidak boleh dilewatkan:

1. Warungboto

Warungboto bisa disebut Pesanggrahan Rejawinangun. Situs ini terletak di jalan Veteran No 77 Kelurahan Warungboto, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Warungboto merupakan situs yang dulu dibangun untuk pemandian.

Oleh sebab itu, tidak heran jika di dalamnya terdapat kolam yang bentuknya khas kerajaan. Warungboto didirikan pada era Sultan HB I dan diteruskan pada era Sultan HB II.

Saat ini, Warungboto mulai ramai dikunjungi para milenial untuk sekadar berfoto. Tempatnya yang klasik membuat hasil jepretan semakin menawan. Berkunjung ke tempat ini cukup membayar uang parkir Rp3.000.

Sejauh diketahui, bangunan sejarah di Yogyakarta ini tidak ada juru kunci. Jadi, jika ingin menggali sejarah bisa memakai literatur atau bertanya kepada sejarawan.

Pemandian Keraton

2. Taman Sari

Taman Sari merupakan tempat peninggalan zaman Sultan HB I (1758-1765). Lokasi Taman Sari berada di kompleks Keraton Yogyakarta, tepatnya Jalan Taman Sari, Kraton, Patehan, Yogyakarta.

Areal Taman Sari luasnya kurang lebih 10 hektare dengan 57 bangunan di dalamnya. Di dalam Taman Sari terdapat istana air, danau buatan, pulau buatan, jembatan gantung, taman bunga, lorong bawah tanah, kanal air, masjid, dan masih banyak bangunan lainnya.

Tempat ini dulunya dijadikan dijadikan Sultan untuk refreshing sekaligus benteng pertahanan kerajaan. Di Taman Sari terdapat kolam yang pada zaman dahulu digunakan oleh selir untuk mandi. Selain itu, terdapat lorong yang arahnya ke dalam keraton. Tidak banyak yang tahu arah lorong ini karena hanya orang-orang Keraton yang paham.

Saat ini, Taman Sari dijadikan tempat wisata para wisatawan lokal maupun luar negeri. Mereka mengunjungi tempat ini untuk mengetahui keindahan di dalamnya sekaligus mencari spot foto yang bagus. Ingin berkunjung ke tempat ini? Siapkan uang Rp10.000 untuk membeli tiket masuknya.

3. Gua Selarong

Gua Selarong berada di desa Guwosari, Pajangan, Kecamatan Kabupaten Bantul. Pada zaman dahulu dijadikan markas oleh Pangeran Diponegoro saat melawan penjajah Belanda.

Di Goa Selarong terdapat dua lubang, pertama untuk tempat tinggal pria dan yang satunya untuk wanita. Selain itu, juga terdapat tempat semedi Pangeran Diponegoro.

Masuk ke Gua Selarong gratis alias tidak dikenakan biaya masuk.

Penulis: Fery Taufiq

Saksikan video pilihan berikut ini: