3 Bek Asing yang Belum Bersinar di BRI Liga 1 Musim Ini: Bakal Didepak Saat Putaran Kedua?

Bola.com, Jakarta - BRI Liga 1 2022/2023 sudah berjalan 10 pekan. Selain sejumlah pemain memperlihatkan performa yang moncer, harus diakui ada pula pemain yang tampil di bawah performa terbaiknya, termasuk para pemain asing. Evaluasi dari pelatih hingga kritik dari suporter pun tak bisa dihindari.

Pemain asing didatangkan oleh klub peserta BRI Liga 1 adalah demi mengangkat performa tim, baik mereka yang berposisi sebagai penyerang maupun yang membantu lini pertahanan.

Harus diakui cukup banyak klub kasta tertinggi sepak bola Indonesia yang mempercayakan lini pertahanan dan serang mereka kepada pemain asing.

Kali ini, Bola.com membahas para pemain asing di posisi pertahanan yang belum memperlihatkan sinar kecemerlangan hingga 10 pekan pertama BRI Liga 1 2022/2023.

Ada pemain yang musim lalu tampil apik, ada juga yang langsung jeblok pada musim pertamanya ini. Lantaran performanya tidak kunjung maksimal, klub yang dibelanya pun mendapatkan hasil yang tidak konsisten hingga ada yang terdampar di papan bawah dan tengah.

Berikut 3 bek asing yang belum cemerlang di BRI Liga 1 2022/2023:

Victor Sallinas

<p>Ekspresi pemain Rans Nusantara FC, Victor Sallinas Ribeiro saat laga pekan ke-7 BRI Liga 1 2022/2023 antara Rans Nusantara FC melawan Barito Putera di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (29/8/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)</p>

Ekspresi pemain Rans Nusantara FC, Victor Sallinas Ribeiro saat laga pekan ke-7 BRI Liga 1 2022/2023 antara Rans Nusantara FC melawan Barito Putera di Stadion Pakansari, Bogor, Senin (29/8/2022). (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

 

Lini pertahanan RANS Nusantara FC bisa dibilang satu yang mudah ditembus. Dari 10 laga BRI Liga 1 2022/2023, sudah 21 kali gawang RANS kebobolan.

Satu yang jadi sorotan adalah bek asal Brasil, Victor Sallinas. Dia tampil dalam 8 laga. Dia sempat absen dalam dua pertandingan karena sanksi kartu merah.

Dari segi postur, Sallinas tergolong mumpuni sebagai pemain belakang. Itu membuatnya kuat dalam duel bola atas. Namun, dari segi kecepatan, dia sering kewalahan menghadapi permainan cepat striker lawan.

Bisa jadi karena Sallinas juga tak punya partner yang bisa melapisnya saat beradu lari dengan pemain yang cepat. Biasanya dipasangkan dengan Arthur Bonai yang posisi aslinya gelandang bertahan, atau Hamdan Zamzani yang juga bukan tipikal bek cepat.

Hal itu membuat Sallinas yang baru musim ini berkiprah di Indonesia sering pontang-panting di lini belakang RANS Nusantara FC.

Alie Sesay

Striker Arema Abel Carama ditempek ketat bek PSIS, Alie Sesay pada laga leg kedua semifinal Piala Presiden 2022 hari Senin (11/07/2022). (Iwan Setiawan/Bola.com)
Striker Arema Abel Carama ditempek ketat bek PSIS, Alie Sesay pada laga leg kedua semifinal Piala Presiden 2022 hari Senin (11/07/2022). (Iwan Setiawan/Bola.com)

Bek jangkung asal Sierra Leone ini musim lalu tampil apik bersama Persebaya Surabaya. Namun, performanya bersama PSIS Semarang pada musim ini menuai banyak kritik.

Dia dianggap tampil di bawah ekspektasi. Fans PSIS berharap Alie Sesay tampil minimal sama seperti musim lalu bersama Persebaya.

Tagar #sesayout mulai bermunculan di media sosial PSIS. Sesay dinilai sering melakukan kesalahan di lini belakang. Meski demikian, bek berpostur jangkung ini selalu menjadi pilihan utama dalam 10 pertandingan.

Satu yang menggelitik, fans PSIS justru senang ketika Sesay absen pada pekan ke-11 BRI Liga 1 2022/2023. Dia sudah mengantongi 4 kartu kuning dan harus absen dalam satu laga. Jika PSIS menang ketika dia absen, tentu akan menjadi pukulan telak bagi sang pemain.

Jika melihat performa PSIS pada musim ini, bisa dibilang mereka belum konsisten, sehingga tim berjulukan Laskar Mahesa Jenar itu ada di urutan ke-11 dengan 11 poin.

Mereka sudah kebobolan 13 gol, tidak terlalu buruk sebenarnya. Namun, pertahanan PSIS sering terlihat keteteran menghadapi serangan lawan.

Leo Lelis

Pemain Persebaya, Leo Lelis. (Istimewa)
Pemain Persebaya, Leo Lelis. (Istimewa)

Bek Persebaya Surabaya asal Brasil ini baru tampil dalam 6 laga di BRI Liga 1 musim ini. Leo melewatkan beberapa laga awal musim karena cedera betis.

Ini yang mengganggu performanya di tim berjulukan Bajul Ijo. Padahal musim lalu dia tampil apik bersama tim papan bawah, Persiraja Banda Aceh.

Sebenarnya, Persebaya sangat membutuhkan tenaganya di lini belakang. Sebab, musim ini Persebaya kehilangan banyak pemain inti di sektor pertahanan.

Namun, saat sudah pulih dari cedera, bek berusia 28 tahun ini belum bisa memberikan kontribusi besar. Dari enam laga yang dijalaninya, Persebaya hanya sanggup dua kali menang dan sekali imbang. Tiga laga lain berakhir kekalahan.

Jumlah kebobolan juga lumayan ketika Leo bermain, yaitu kebobolan 8 gol dalam 6 laga. Sebenarnya hasil minor yang diraih Persebaya bukan semata karena performa Leo, tapi dia masih belum bisa membuat lini belakang Persebaya lebih tangguh seperti musim lalu.

 

Persaingan di BRI Liga 1 Saat Ini