3 Bek Kiri Ikonik Pengawal Pertahanan Timnas Indonesia di Pentas SEA Games

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Indonesia tidak pernah kehabisan talenta di sektor bek kiri. Dari level kelompok usia hingga senior, Timnas Indonesia tak perlu khawatir kehabisan stok.

Untuk SEA Games 2021, sedikitnya ada tiga nama yang bakal bersaing memperebutkan posisi starter Timnas Indonesia di posisi tersebut, yakni Alfeandra Dewangga (PSIS Semarang), Firza Andika (Persija Jakarta) dan Pratama Arhan (Tokyo Verdy/Jepang).

Tanpa mengecilkan performa pemain lain, ketiganya dianggap pilihan terbaik yang dimiliki Indonesia untuk saat ini. Tapi sayangnya, hanya ada satu tempat yang mereka perebutkan.

Jika menilik ke belakang, Indonesia memang selalu melahirkan pemain-pemain jempolan yang bermain di pos tersebut. Sejak era 1090-an, ada beberapa nama yang membekas di hati pecinta sepak bola Tanah Air.

Bola.com memilah tiga bek kiri yang tampil hebat bersama Timnas Indonesia dalam ajang dua tahunan tersebut. Siapa saja mereka? Berikut ulasan selengkapnya:

Aji Santoso

Aji Santoso, pelatih timnas U-23 Indonesia
Aji Santoso, pelatih timnas U-23 Indonesia

Aji Santoso merupakan pemain dari generasi emas SEA Games 1991. Bermain di bawah tangan dingin Anatoli Polosin, Timnas Indonesia berhasil merebut medali emas setelah menaklukkan Thailand lewat drama adu penalti.

Sayangnya, raihan itu sekaligus menandai kali terakhir Indonesia meraih gelar juara. Setelahnya, skuad Garuda tak pernah lagi memenangkannya meskipun beberapa kali masuk podium juara.

Pria yang kini menjabat sebagai pelatih Persebaya Surabaya ini bermain dalam lima edisi hingga SEA Games 1999. Dalam rentang waktu tersebut, ia juga sempat membawa pulang medali perak (1997) dan perunggu (1999).

Mahyadi Panggabean

Mahyadi Panggabean dan Fauzi Toldo, dua eks pemain Sriwijaya FC kembali ke Persik Kediri. (Bola.com/Robby Firly)
Mahyadi Panggabean dan Fauzi Toldo, dua eks pemain Sriwijaya FC kembali ke Persik Kediri. (Bola.com/Robby Firly)

Mahyadi Panggabean memiliki segalanya untuk menjadi bek kiri andalan Timnas Indonesia. Pesepak bola asal Medan ini terkenal memiliki tendangan keras dan permainan energik sepanjang pertandingan.

Sayangnya, keikutsertaannya dalam dua edisi SEA Games pada 2003 dan 2005 tidak berlangsung manis. Prestasi terbaik yang dibuatnya hanya memberikan Indonesia peringkat empat pada 2005.

Meski begitu, kariernya di level klub terbilang komplit. Selain meraih gelar di turnamen pramusim bergengsi macam Piala Emas Bang Yos dan Inter Island Cup, Mahyadi juga pernah merebut gelar Indonesia Super League bersama Sriwijaya FC pada 2011-2012.

Diego Michiels

Pemain Arema FC, Diego Michiels menunjukkan ponsel mewah hasil bonus yang dibagikan Presiden klub, Gilang Widya Pramana. (Dok Arema FC)
Pemain Arema FC, Diego Michiels menunjukkan ponsel mewah hasil bonus yang dibagikan Presiden klub, Gilang Widya Pramana. (Dok Arema FC)

Sosok Diego Michiels menandai dimulainya era pemain naturalisasi di skuad Garuda Muda. Pria berdarah Belanda ini bermain untuk Timnas Indonesia pada dua edisi SEA Games, yaitu pada 2011 dan 2013.

Walaupun tak sanggup memungkasi dahaga gelar, pencapaian pemain yang kini berusia 31 tahun itu terbilang apik. Ia berhasil membawa Indonesia dua kali menyandang status runner-up.

Sayangnya, kehidupan pribadinya membuatnya harus merasakan dinginnya jeruji besi penjara pada 2013 lalu. Pembekuan kompetisi setelah dirinya bebas membuat kariernya makin menurun.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel